4 Catatan Utama Tentang Tanya-Jawab Seputar Narkoba

4 Catatan Utama Tentang Tanya-Jawab Seputar Narkoba

pertanyaan tentang narkoba, contoh pertanyaan tentang narkoba, berteman dengan pemakai narkoba, pecandu narkoba, penyalahgunaan narkoba,

Via: drugabuse.com

Bicara narkoba memang tak ada habisnya. Ada keruwetan tersendiri mengenai musuh kita yang satu ini. Tentang produksinya yang tiada henti, bandarnya yang semakin cerdik, kurirnya yang tak berkurang, bahayanya yang mengancam, upaya pencegahannya yang terus dilakukan, upaya pemberantasannya yang sangat sulit, dsb.

Postingan ini sendiri masih tersambung dengan yang sebelumnya, yang daku beri judul 20 Catatan Utama Seputar Penyuluhan dan Pencegahan Narkoba”.

Sebagaimana agenda penyuluhan, tentu ada sesi tanya-jawab juga, tak sekadar penyampaian materi saja. Nah pada Sabtu (6 Agustus 2016), pemateri utamanya (Pak Dedi dari BNN Kabupaten) juga membuka kesempatan untuk bertanya. Pada kesempatan pertama, ada dua orang yang mengangkat tangan. Ada cowok bernama Aldy, dan daku sendiri.

#1. Aldy: Kenapa sih narkoba itu identik dengan kawula muda?

Jawaban inti: Alasannya tentu banyak, ya. Pada dasarnya para kawula muda atau remaja itu masih labil atau belum dewasa. Mereka lebih mengedepankan rasa ingin tahu, tanpa menimang-nimang bagaimana efek buruknya. Banyak keputusan penting yang dieksekusi sendiri, tak peduli nasihat atau masukan orang lain. Mereka juga tengah dalam proses pencarian jati diri. Mereka ingin eksis, pengakuan, dan berbaur dengan pergaulan. Mereka juga cenderung sok tahu, sehingga bisa ceroboh.

#2. Dian: Baru-baru ini ada seorang aktivis yang memberi kesaksian mengejutkan seputar kasus Freddy Budiman. Katanya pihak pejabat, bahkan BNN sendiri melindungi sang bandar yang kini sudah dihukum mati. Nah menurut Bapak… kenapa? Jika memang betul, kenapa hal ini terjadi? Padahal mereka menjadi pihak yang semestinya mencegah, melindungi, dan memberikan kesadaran akan ancaman besar narkoba.

Jawaban inti: Hmm… sama, saya pun bertanya-tanya. Untuk kasus ini, jujur, kami sangat kaget. Kami bertanya-tanya tentang banyak hal. Kenapa aktivis tersebut baru bilang sekarang? Aapakah benar ada anggota kami (BNN) yang memang terlibat? Bagaimana hukuman pantasnya? Dsb. Tetapi saya netral. Kami apresiasi siapapun yang sudah mengangkat kasus ini. Kami juga sangat mengapresiasi upaya pembongkaran kebenarannya. Hanya saja setahu kami, pimpinan sudah sangat tegas. Siapapun yang terlibat, beliau sendiri yang akan melaporkan dan menyerahkannya pada hukum.

Selanjutnya jawaban beliau mengalir dengan cukup panjang. Intinya daku puas, walau beliau sendiri memilih tidak puas. Daku puas lantaran beliau tidak menempatkan diri sebagai pembela habis-habisan untuk institusi yang dituding. Pemaparannya cukup bijak.

berteman dengan pecandu narkoba, penyesalan pemakai narkoba, menolong orang yang overdosis narkoba, apakah overdosis bisa tertolong, membantu penyembuhan pemakai narkoba

Via: npr.org

#3. Q: Apa yang bisa kita lakukan ketika menghadapi orang yang overdosis? Apa bisa tertolong?

Jawaban: Sebenarnya saya tak bisa menjawab dengan pasti untuk pertanyaan ini, sebab saya bukan ahli medis, melainkan orang dari divisi pencegahan. Tapi setahu saya, solusi yang paling baik yakni segera menghubungi tim medis. Biarkan mereka para ahli yang menangani kondisi daruratnya. Sementara untuk tertolong atau tidaknya, kemungkinannya sangat kecil. Bukan mustahil, tapi kesempatannya memang tipis. Jika memang tertolong, sepertinya si korban akan menderita kekurangan lain.

#4. Syifa: Kenapa pengedar narkoba itu dihukum mati, kenapa koruptor tidak?

Hukum atau undang-undangnya memang masih demikian, masih belum ada yang mengatur tentang hukuman mati para koruptor. Jadi saya pun tidak tahu, harus disidangkan oleh para anggota dewan. Sementara untuk para bandar narkoba, kita bisa lihat bagaimana dampaknya yang luar bisa. Mereka secara tidak langsung sudah menghilangkan nyawa banyak orang. Mereka juga sudah menghancurkan generasi penerus bangsa ini. Efek bahayanya memang berstatus luar-biasa.

Waktu itu jam sudah hampir menuding angka 5. Penyuluhan pun harus segera dihentikan, apalagi kami belum menunaikan sholat ashar. Namun Sebelumnya, MC memberi kesempatan pada seseorang yang mengangkat tangan. Dia adalah Adi, yang langsung bilang kalau dirinya tak akan bertanya, melainkan sharing tentang pendapatnya. Dia pun membeberkan beberapa hal, namun intinya,

“Sebaiknya kita tidak menjauhi atau meninggalkan mereka yang sudah terjerumus narkoba. Jika demikian, secara tidak langsung kita sudah membiarkan mereka tenggelam lebih dalam. Sebaliknya, kita harus merangkul dan memastikan untuk tetap ada buat mereka. Walau sulit, tapi kita harus berupaya sekeras mungkin untuk menemani dan mendukung perjuangan mereka.”

Daku memberikan atensi penuh pada pendapat Adi yang bijak ini. Betul sekali, ya. Seseorang menjadi pecandu narkoba bisa jadi karena memang menjadi korban penyalahgunaannya. Sebisa mungkin kita mendampingi perjuangan para pemakai narkoba yang ingin melepaskan jeratannya.

Bagaimanapun, hidup mereka itu sudah sulit, jangan sampai dipersulit dengan menjauh dan raib. 4 Catatan Utama Tentang Tanya-Jawab Seputar Narkoba. #RD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *