Kamu Bisa Masuk, Tapi Kamu Tak Bisa Keluar

Kamu Bisa Masuk, Tapi Kamu Tak Bisa Keluar

narkoba, cerita tentang pengguna narkoba, bahaya narkoba, cerita sakaw narkoba, pengalaman menggunakan narkoba, jerat narkoba

“Jangan seperti daku. Jangan pernah coba-coba dengan narkoba…”

Kurang-lebih begitulah catatan yang ditulis temanku, semoga Allah Swt senantiasa memberkahi hidupmu, di buku catatan bagian belakangnya. Ketika mengobrol langsung pun sebenarnya dia pernah bercerita secara kasual. Tentang bagaimana dirinya mengenal miras dan obat-obatan, tentang seorang preman dengan julukan “Gogon” yang memenangkan taruhan untuk menenggak pil koplo sebanyak-banyaknya, tentang pengalaman mulut berbusanya, dsb.

Daku memang hanya satu-satunya perempuan yang melingkari teman itu. Namun yang lain juga menganga, baru mengetahui bagaimana ngerinya narkoba menjerat dirinya. Rupanya bukan daku saja yang kaget.

Kami membuat semacam komitmen untuk tidak menyebarkan apapun. Apalagi ketika daku tanya, “sekarang kamu bawa?”, dan temanku itu bergeming. Setelah mengalihkan topik, dia hanya berpesan untuk jangan seperti dirinya. JANGAN PENASARAN. JANGAN ICIP-ICIP. JANGAN COBA-COBA.

“Kalau gitu kenapa enggak berhenti maké?” tanyaku.

Daku hanya tidak habis pikir. Dia melarang kami berdekatan, sementara dirinya sendiri masih ada di dunia tersebut. Di sisil lain, daku memang enggak ngerti situasinya.

“Susah,” jawabnya lemah, “Sakaw itu menyakitkan. Sangat sakit.”

Belakangan daku tahu, sakaw itu jadi fenomena yang tak ingin dialami oleh siapapun pemakai narkobanya. Ya, daku sempat melihat scene sakaw dalam sebuah film. Jadi terbayang, bagaimana menyiksanya kalau kita terlalu butuh dan ketergantungan. Sehingga ketika apa yang diinginkan itu tak ada, kita merasa sangat sakit dan gila. Rasanya mau melakukan apapun saja demi mendapatkannya. Ya, apapun. Termasuk juga “menjual diri”, seperti yang tertera dalam headline beberapa media berita. Duh.

Temanku pun kembali meyakinkan, makanya jangan dekat-dekat… kamu bisa masuk, tapi kamu sepertinya tak akan bisa keluar.

Well, mengerikan.

“Daku pernah diajak buka puasa bersama oleh para preman,” temanku yang lain ikut sharing, “Gila! Isi baskom yang daku kira es teh manis itu ternyata miras dicampur es batu yang masih gede-gede. Katanya sih buat ngebatalin. Hih, pantesan tampilannya aneh!”

Di saat yang lain (termasuk daku) tertawa, temanku malah merengut, seperti kurang suka kalau seseorang yang polos “dikerjain” begitu. Dia mengatakan, minuman keras menjadi awal dari semua jebakan yang kini menghantui hidupnya. Sama-sama berstatus “sangat tidak direkomendasikan”. Kamu Bisa Masuk, Tapi Kamu Tak Bisa Keluar. #RD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *