13 Alasan Kenapa Ngeblog itu Bisa Menyebalkan

13 Alasan Kenapa Ngeblog itu Bisa Menyebalkan

ngeblog, manfaat ngeblog, kerugian ngeblog, ngeblog itu menyebalkan, ngeblog menghasilkan uang, ngeblog dapat uang, ngeblog dapat duit

Via: lovelybylucy.com

Pengin bisa ngeblog, dong? Awalnya gimana? Income tiap bulannya berapa dari blog?

Demikian inti dari rasa penasaran seseorang. Pertanyaan awal dan yang kedua sebenarnya menarik untuk dijawab. Daku juga ingin sharing. Namun untuk yang ketiga, daku rasanya ingin memutarkan bola mata.

Mentorku pernah bilang, kalau menganggap ngeblog itu mudah, bisa ongkang-ongkang sambil nerima uang dan segera membuat kita kaya raya, maka lebih baik mundur saja. Cari pekerjaan atau profesi lain yang lebih aman dan pasti. Takut sakit dan kecewa akut. Hehe…

Faktanya ngeblog memang bukan hal yang selalu asyik dan menyenangkan. Tak ayal kalau banyak yang jatuh di tengah jalan, atau bahkan menyerah begitu saja. Apalagi kalau kita “tak merasakan bukti” kalau ngeblog itu keren, dan menghasilkan pundi-pundi materi. Yang sudah pun terkadang menemukan banyak alasan kalau ngeblog itu jadi sesuatu yang menyebalkan.

Kenapa? Jom!

#1. Menguras

Blogger pemula atau otodidak seperti daku sering menjadi korban dari poin ini. Kita harus menguras waktu, otak, hati, dan dana untuk belajar sekaligus praktik. Kita menemukan banyak istilah asing, tertuntut untuk menulis konten berkualitas, menata tampilan blog, bayar listrik atau akses internet, dsb. Apapun itu… asal jangan sampai menguras keyakinan terhadap Tuhan YME, ya. Hehe…

#2. Waktu Bersosial Jadi Soal

Yang ngeblog cenderung lebih menyisihkan waktu untuk blog atau sesuatu yang ada di dunia maya, ketimbang dengan hal-hal fisikal di sekitar. Entah kenapa kalau sudah keranjingan blog, kita akan menganggapnya sebagai prioritas. Jadinya waktu untuk bersosial pun menipis. Tak ada lagi acara lama-lama kondangan, kumpul-kumpul, jalan-jalan, dsb. Orang-orang sekitar mulai men-judge kita sebagai sosok yang enggak asyik, rumahan, sok sibuk, dsb. Sabar…

#3. Kesehatan Terabaikan

Bisa kita bayangkan kalau seseorang itu terus-terusan duduk dan berhadapan dengan komputer atau laptop, tentu kita patut mengkhawatirkan kesehatannya. Ya matanya, pundaknya, punggungnya, atau kesehatan tubuh secara umumnya. Bagaimanapun aktivitas bergeraknya jadi minim. Lebih lagi kalau mulai adiktif terhadap yang namanya “pendamping ngeblog”, baik itu kopi, rokok, camilan, dsb.

#4. Tujuannya Enggak Jelas

Daku suka kagum sama blog-blog niche yang terarah. Blog tersebut begitu fokus, dan memberi banyak info pasti. Sementara daku yang sudah “kepalang basah ngeblog” masih menulis dengan tema gado-gado. Belum lagi dengan jurnal, yang mungkin hanya tak sengaja dibuka orang. Huft.

#5. Ternyata Ngeblog itu Bukan Persoalan Sepele

Ngeblog itu enggak keluar keringat, enggak bikin ngos-ngosan. Tinggal duduk, ngetik (pakai baju atau tidak), promo, dan kita bisa menikmati hasilnya. Jadi populer, dapat job, atau menerima passive income dengan rutin. Wew.

Ekspektasi semacam ini selalu bertabrakan dengan kenyataan. Lebih lagi kalau kita enggak bisa full time. Dari segi waktu saja perjuangannya cukup lumayan. Harus ada masa untuk belajar, cari referensi, menulis, mengedit, promo, dsb.

#6. Ternyata Ngeblog Tidak Menjadikan Kita “Mendadak Milyarder”

Seperti yang disinggung di awal, daku menghela napas saja ketika ada yang ingin ngeblog tapi kemudian langsung merambat ke penghasilan. Memang, blog itu bisa mendatangkan uang. Banyak yang sudah membuktikannya. Mereka bisa menikmati sekian rupiah. Tetapi bagaimana dengan perjuangan mereka? Dedikasinya? Kualitasnya? Konsistensinya? Dsb. Kita harus membongkar hal-hal itu dulu sebelum ke arah pendapatannya.

#7. Ketika Menulis Setengah Hati

Tak hanya menulis, segala sesuatu kalau tak sesuai hati aka dipaksain akan terasa berat. Makruh. Demikian juga ketika ngeblog. Kita tidak menguasai atau menyenangi topik A, tapi di sisi lain topik tersebut sedang hot dan berpeluang menghasilkan uang. Kita lalu memaksakan nulis tentang A, sampai-sampai satu postingan pun terasa melelahkan. Hhh…

#8. Harus Sering Promosi

Salah-satu nasihat para blogger handal yaitu fokus menulis konten yang berkualitas. Benar sekali. Tetapi sayang, banyak konten keren yang justru tertimbun lantaran minimnya promosi. Padahal dengan menulis dan memosting saja sudah menguras energi, apalagi ditambah dengan promosi, ya. Well, meski terkadang bikin capek, namun kita harus tetap melakukan upaya itu. Phew!

#9. Harus Konsisten

Kalau sudah “nyemplung” di dunia ngeblog, kita jadi “tertuntut” untuk konsisten. Punya waktu atau jadwal tersendiri. Tak ada yang namanya “nulis karena lagi mau aja”, “nulis karena lagi enggak ada kerjaan”, atau “nulis karena lagi ada yang pengin diluapkan”, dsb. Meski sudah hak masing-masing orang, namun baiknya ada rutinitas yang sudah diterapkan. Apalagi kalau kita merupakan newbie.

#10. Harus Punya Desain yang Bagus dan Menarik

Kita bisa menikmati yang namanya desain bagus, menarik, atau berkualitas. Tetapi kalau melihat ke diri sendiri, terkadang ada saja ketidakpuasan yang dirasakan. Apalagi kalau kita sudah berkunjung ke blog lain yang lebih bagus dan asyik. Di situlah, kadang ngeblog menyudutkan kita untuk lebih banyak belajar desain.

#11. Harus Mempertimbangkan “Monetizing” Blog

Blog baru tapi langsung dipenuhi iklan, banner ini-itu, atau postingan bayaran bisa memiliki dua sisi. (Mungkin) ada yang menganggapnya kece, ada juga yang merasa terganggu. Bagaimanapun, iklan-iklan itu kadang ada yang dianggap spam. Pembaca pun banyak yang hilang kepercayaan, dan mungkin tak balik berkunjung. Sebagian blogger ada yang fokus menjaring pengunjung atau kepercayaan dulu, baru mengeksekusi yang namanya komersialisasi. Sampai sekarang, daku pun harus tahan godaan untuk tidak mengiyakan semua job review. Kadang perlu jeda dan harga yang bagus juga.

#12. Pembajakan

Daku jadi cukup ngerti gimana gemasnya para musisi ketika karya mereka diunduh begitu saja. Tak perlu keluar dana atau membeli karya fisiknya, kita sudah menikmati hasil dari jerih payah mereka. Gratis. Demikian juga dengan blogger, yang tulisannya sangat berpeluang untuk digandakan tanpa kredit sama-sekali. Mereka tak tahu, tulisan yang kita rangkai itu enggak tertata begitu saja. Huhu…

#13. Stress

Beruntunglah blogger yang menjalani profesinya karena dasar cinta atau passion. Sesulit apapun, kecintaan kita akan jadi energi tersendiri. Tetapi bukan berarti kita akan bebas dari yang namanya penat, jenuh, atau puyeng. Bagaimanapun adakalanya kita merasa reputasi blog itu anjlok, angka sharing merosot, pendapatan menukik, ide-ide berlarian, sedang ada masalah, bad mood, dsb.

Ngeblog itu enggak sempurna. Punya kekurangan dan risiko juga. Tapi yang menarik, kita yang sudah menjalin hubungan dengan blog enggan putus begitu saja. Walau menyebalkan, namun tetap saja dilakukan.

Doa untuk kita semua. Semoga tetap percaya diri dan konsisten memberikan yang terbaik dan bermanfaat. 13 Alasan Kenapa Ngeblog itu Bisa Menyebalkan. #RD

2 Comments
  1. Erick Girimukti
    • deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *