3 Alasan Utama Kenapa Tidak Mengutamakan Grammar Ketika Belajar Bahasa Inggris

3 Alasan Utama Kenapa Tidak Mengutamakan Grammar Ketika Belajar Bahasa Inggris

belajar bahasa inggris, belajar bahasa inggris tanpa grammar, belajar grammar bahasa asing, belajar grammar bahasa inggris

Via: fluentu.com

Ada yang sedang belajar Bahasa Inggris atau bahasa asing lain?

Kebetulan daku sendiri masih belajar sampai detik ini. Sambil belajar, daku juga diamanahi untuk menjadi tutor di sebuah lembaga kursus. Untuk periode ini, daku menghadapi anak kelas XII SMA.

Jika boleh jujur, setiap orang akan merasa senang dan bangga kalau bisa menguasai bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris. Tetapi faktanya, belajar menerapkan Bahasa Inggris itu tak begitu diminati. Banyak yang takut, risih, pusing, dsb.

Di tempat les sendiri, pimpinan lembaga memintaku untuk fokus mengembangkan kemampuan listening dan speaking. Kini kami sudah memasuki minggu ke-3. Daku jadi teringat komentar seorang rekan. Katanya dia tidak pernah melihatku menulis formula atau rumus tenses.

Well, dulu semasa bergabung dengan madrasah, guru pernah mengajar seputar nahwu sederhana. Semacam grammar atau sintaksisnya Bahasa Arab. Daku sangat puyeng menghadapinya. Tetapi sekalinya mengerti, hal tersebut sangat membantu pemahaman berbahasa. Apalagi kalau sudah diterapkan dalam kalimat, dialog, atau kebetulan menemukan contohnya dalam teks.

Kembali lagi ke Bahasa Inggris.

Grammar, gramatika, atau tata bahasa memang sangat penting. Kita jadi terkesan lebih ilmiah, intelijen, atau berbeda dengan orang awam yang tak mempelajarinya. Tetapi kalau TERLALU FOKUS, hasilnya kemungkinan besar akan sukar. Lebih lagi kalau tujuan kita itu untuk belajar mendengarkan dan berbicara.

Yang daku tangkap dari dosen listening dan speaking semasa kuliah pun “tidak terlalu mengelu-elukan” grammar. Mereka begitu mengerti keadaan kami. Penerapan listening dilakukan secara sabar dan perlahan. Tak ada judgement, Oh kamu salah. Kamu (maaf) st*pid. Selesai sudah”.

Demikian juga dengan speaking, yang dipraktikkan dengan “asal bunyi”. Aneka rangsangan dirancang sedemikian rupa agar kami speak up. Jadi dosen lebih mendorong kami untuk angkat bicara, menyampaikan sesuatu, berkomunikasi, dsb. Barulah kalau ada bahan koreksi, beliau meluruskannya. Demikian juga ketika ada pengetahuan grammar yang perlu disampaikan, maka beliau menjelaskannya sambil menghubungkannya dengan apa yang tengah kami bicarakan.

Jika dibuatkan list-nya, berikut ini alasan kenapa tidak harus memusingkan grammar ketika mengajar atau belajar bahasa asing. Jom!

#1. Grammar Kurang Bisa Menggoda Kita untuk Mencintai Bahasa

Ada gitu yang jatuh cinta pada Pelajaran Bahasa Inggris karena grammar-nya? Aneka aturan berbahasa memang membuat kita lebih tahu dan berhati-hati ketika menggunakannya. Tetapi hal tersebut juga menanamkan ketakutan, keraguan, dan rasa malu tersendiri jika kita terlalu mengagungkannya. Takut salah atau apa.

Keadaan bisa kacau kalau kita tidak bisa mencintai, melainkan malah membenci. Dampaknya kemungkinan besar negatif. Bisa-bisa kita frustasi duluan menghadapi rumus atau formula yang harus dihapal.

#2. Grammar Bisa Jadi Materi Tambahan

Kenyataannya, grammar dan bahasa adalah sesuatu yang tak terpisahkan. Kita butuh grammar agar penggunaan bahasanya berada di track yang baik dan benar. Nah, sebagian dari kita sudah berpengalaman bagaimana itu belajar grammar Bahasa Inggris. Tetapi ada kebingungan tersendiri ketika kita harus mempraktikannya langsung.

Kita bisa merengut ketika apa yang diajarkan rumusan grammar justru banyak yang dilanggar dalam berbagai kesempatan. Misalnya grammar merekomedasikan kita untuk mengatakan “I Like You” saja. Tetapi kita kemudian kita menemukan kalimat “I Do Like Ya” yang ternyata dibenarkan. Untuk itu, kita bisa menjadikan grammar sebagai bumbu penyedap dalam pembelajaran bahasa. Bukan menjadikannya sebagai santapan utama.

Grammar Bukan Jaminan Utama Untuk Menguasai Bahasa

Banyak faktor yang bisa memengaruhi kemampuan berbahasa kita. Mengetahui rumus past tense saja tak akan menjadi jurus handal untuk menguasai bahasa. Jangan sampai terlalu bergantung pada grammar yang teoritis. Kita tetap butuh yang namanya pengetahuan kosa-kata, ekspresi atau istilah umum, konteks, dsb. Apalagi kalau sudah masuk praktik.

~

Postingan ini bukan berarti membinasakan grammar dalam pembelajaran bahasa. Hanya saja sifatnya itu jangan sampai menuntut, sehingga membuat siswa “trauma” belajar bahasa. Seiring berjalannya waktu dan semakin sering latihan atau praktik, kemampuan berbahasa akan semakin baik dengan sendirinya. Semoga saja.

Semangat belajar lagi! 3 Alasan Utama Kenapa Tidak Mementingkan Grammar Ketika Belajar Bahasa Inggris. #RD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *