7 Waktu atau Situasi Ketika Menyerah Bisa Menjadi Pilihan Terbaik

7 Waktu atau Situasi Ketika Menyerah Bisa Menjadi Pilihan Terbaik

menyerah, give up, give in, give up dan give in,, menyerah dihadapan cinta, menyerah dalam bahasa inggris, menyerah bahasa inggrisnya adalah, menyerah bahasa inggris, pantang menyerah, jangan menyerah, waktunya menyerah

Via: vo.msecnd.net

“Don’t give up…”

“Don’t give in, without a fight…”

Kalimat Bahasa Inggris pertama sering kita jumpai di mana-mana. Demikian juga dengan kalimat kedua, yang menjadi petikan lirik “Hey You” dari Pink Floyd. Well, koreksi kalau daku salah, ya…

Jika diartikan, “give up” dan “give in” itu bisa berarti menyerah, kapok, melepaskan, mengorbankan, dsb. Serupa. Tetapi ada perbedaan besar diantara kedua istilah itu.

“Give in” itu lebih ke… menyerahkan segala sesuatu pasca kita sudah merasa habis-habisan berusaha, berikhtiar, atau berdoa. Sebab, kita sudah merasa kalau perdebatan atau perjuangan apapun tak akan mengubah keadaan yang ada. Jika dipaksakan, hasilnya bisa semakin menyesakkan.

Lalu, pernahkah kita berada dalam situasi atau kondisi di mana give in alias menyerah itu dibolehkan, bahkan dianjurkan? Jom!

#1. Ketika Kita Harus Mengorbankan Hal Terpenting Dalam Hidup

Kita semua sangat menghormati siapa saja yang bekerja atau berusaha semaksimal mungkin, demi mencapai apapun yang diimpikannya. Tetapi alangkah lebih baiknya untuk dipikir ulang jika impian tersebut nyatanya harus mengorbankan sesuatu yang vital dalam hidup. Bagi setiap orang, sesuatu yang sangat penting itu bisa berbeda-beda. Bisa jadi keyakinan terhadap Tuhan, prinsip hidup, keluarga, harga diri, hati nurani, dsb. Kita bisa memilih untuk menyerah jika harus mempertaruhkan salah-satu diantara hal-hal itu.

#2. Ketika Mendatangkan Bahaya

“Jangan menyerah” tak bisa diterapkan pada semua hal yang kita sukai, tetapi diam-diam sangat membahayakan. Katakanlah (maaf) merokok, nge-drug, bergaul dengan orang salah, dsb, termasuk menjalani lifestyle yang keliru. Semua itu bisa jadi asyik, tapi meninggalkannya bisa jadi pertimbangan yang terbaik.

#3. Ketika Tak Sesuai Hati Sendiri

Pura-pura cinta padahal benci, atau pura-pura benci padahal cinta, memang menjadi situasi yang melelahkan. Tanpa terasa, gairah atau energi kita bisa terkuras.  Ada saja yang mengganjal kedamaian, kebahagiaan, mood, bahkan kualitas tidur sekalipun. Banyak kasus orang-orang yang “terjebak” pada pekerjaan yang memberinya uang atau jabatan, tetapi mereka tidak mencintai pekerjaan itu.

Jadinya, uang banyak atau posisi stabil pun tetap tak bisa menghalau kedatangan stress atau depresi. Namun sebelum mereka mengambil keputusan super berani untuk ke luar dan mengerjakan sesuatu yang dicintai sesuai hati nurani, baiknya pertimbangkan dulu “jalan keluar lain”. Bagaimanapun, penghasilan menjadi sumber pemenuhan kebutuhan yang penting dalam kehidupan. Apalagi kalau kita jadi tulang punggung keluarga.

next-page-rd-300x100-1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *