12 Manfaat atau Keistimewaan Jika Hobi Bicara dengan Diri Sendiri

12 Manfaat atau Keistimewaan Jika Hobi Bicara dengan Diri Sendiri

bicara dengan diri sendiri, manfaat bicara dengan diri sendiri, fakta berbicara pada diri sendiri, penyakit menghayal dan berbicara sendiri, bicara dalam hati, berbicara dengan diri sendiri disebut, berbicara sendiri tanpa sadar, berbicara sendiri dalam drama

Via: mnn.com

Kalau bicara sendiri – kita yang bicara, kita juga yang menyimak. Tetapi kalau bicara sama orang lain – kita yang bicara, tetapi mereka belum tentu mendengar, apalagi menyimak.

~

Faktanya, orang yang suka ngomong sendiri kerapkali mendapat judgement sebagai sosok yang aneh, absurd, atau mungkin (maaf) sinting. Padahal banyak orang yang hobi melakukan hal ini. Di beberapa film, drama, atau sinetron pun, para aktornya tak segan-segan berbicara sendiri.

Tapi kenapa mereka tidak dianggap gila? Kenapa terlihat seperti wajar-wajar saja? Hehe…

Daku sendiri mengaku kerapkali berbincang dengan diri sendiri. Apalagi kalau sedang sendirian, ya. Karena kalau di tengah keramaian, dan bicaranya cukup lantang, orang-orang pasti mengunuskan label tak mengenakkan. Kecuali kalau sedang tak sadar atau tak terasa. 😀

Rasanya itu cukup plong. Kita seperti mengklarifikasi apa yang mengganjal di hati. Rasa percaya diri jadi naik, dan mood pun akan serasa membaik.

Keanehan ini rupanya ditunjang oleh beberapa studi yang tak sengaja daku baca. Seperti yang pernah ditulis juga oleh Spiritualityhealth dan Lifehack. Dibalik kebiasaan aneh berupa “ngomong sendiri” ternyata ada keuntungan atau manfaatnya. Apa saja? Jom!

bicara dengan diri sendiri, pep talk adalah, pep talk pada diri sendiri, manfaat bicara dengan diri sendiri, fakta berbicara pada diri sendiri, bicara dalam hati, berbicara dengan diri sendiri disebut, berbicara sendiri tanpa sadar

Via: psychcentral.com

#1. Memberi Semangat Pada Diri Sendiri

Ada orang yang suka memberi pep talk yang menjadi “mantra” bagi diri sendiri. Misalnya sekadar ‘semangat!’, ‘daku pasti bisa!’, ‘hari ini akan lebih baik!”, dsb. Ucapan semangat ini memang selalu berhasil memompa motivasi. Baik yang datang dari orang lain atau pun dari diri sendiri.

#2. Kesempatan untuk Meneriakan Isi Hati dan Pikiran

Tak semua ide atau ucapan kita diapresiasi oleh orang lain. Tapi di saat yang sama, kita begitu gemas untuk mengungkapkannya. Dengan bicara sendiri, setidaknya kita sudah mengungkapkan apa yang mengendap dalam hati atau pikiran. Tak ada yang diendapkan.

#3. Pelampiasan

Sering kita dapati orang yang bersungut-sungut sendiri. Dia sebenarnya marah terhadap kehidupan atau mungkin orang lain, tetapi karena tidak bisa memarahinya secara langsung, ia pun “berlagak” seperti sedang melabrak orang tersebut. Dan setelah melakukannya, kemarahan di hati jadi sedikit berkurang. Lega rasanya.

#4. Pemberi Petunjuk Kala “Galau”

Sadar atau tidak, hati dan pikiran kerap kali terlibat dalam suatu perdebatan. Meski orangnya diam, hati tapinya terus berisik. Semuanya seperti njelimet. Karena gregetan, kadang kita pun mengatakan apa yang pro dan apa yang kontranya secara lantang. Anehnya, semua dilema kadang bisa lurus dan mendapat “pencerahan” dengan sendirinya.

#5. Bisa Lebih Memahami Pikiran Sendiri

Pernahkan kita merasa ujug-ujug pengin nangis dan njerit, padahal segala sesuatunya sedang baik-baik saja? Pernahkah kita berpikir A, tapi malah merasakan B? Semua itu kadang mendorong kita untuk bicara sendiri tentang apa yang sebenarnya terjadi, apa yang sebenarnya dirasakan. Setelah itu, kita akan merasa kalau level pemahaman dan kesadaran diri jadi lebih meningkat.

#6. Ajang “Latihan” untuk Dialog yang Sulit

Dialog rumit bukan saja dialog yang berbahasa asing. Kata-kata ketika hendak minta maaf, minta izin, menjelaskan sesuatu, dsb, terkadang berubah jadi pekerjaan sulit. Untuk itu, berbicara sendiri bisa membantu menyusun dan melancarkan apa yang bakal diungkapkan.

next-page-rd-300x100-1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *