Alasan Kenapa Tidak Benar-Benar Mencintai Keluarga Sendiri

Alasan Kenapa Tidak Benar-Benar Mencintai Keluarga Sendiri

benci keluarga, pengakuan mengejutkan membenci keluarga, kebencian anak terhadap orang tua, kebencian terhadap saudara, kisah keluarga angkat

Via: wallpaperhd.pk

Siapa yang tidak benar-benar mencintai keluarga sendiri?

Daku pikir jawabannya memang enggak ada. Daku pikir semua insan itu memiliki motto yang sama, bahwa family is everything. Keluarga adalah segalanya.

Nyatanya dugaanku meleset…

Daku dikejutkan dengan pengakuan seorang pembaca blog rosediana.net ini. Tak perlu disebutkan dia itu siapa. Yang jelas, dia memang riil. Tak ada rekayasa sama-sekali.

Nuraniku dibuat nyeri oleh curahan hatinya. Ya, dia, seorang perempuan yang tumbuh di tengah “keluarga” mapan. Dia begitu cantik menawan. Tampilan luarnya selalu mengundang decak kagum dan kecemburuan orang-orang. Namun di balik semua itu, dia menyimpan kesedihan yang sangat mendalam.

Berikut daku kutip isi curahan hatinya:

Seringkali diri ini merasa hampa. Terasa ada yang kosong dalam jiwa. Lama kupikir itu apa. Ternyata…  kasih sayang keluarga, yang sebenarnya.

Ya, aku memang tidak punya keluarga yang sebenarnya. Orang-orang yang tinggal bersamaku kini ternyata tak memiliki hubungan darah sama-sekali. Bukan keluarga sejati.

Keluarga asliku… mereka entah di mana. Mereka entah siapa.

Bukannya maksudku untuk enggak bersyukur dengan keluarga angkat kini. Tapi, hey! Kamu yang iri padaku, boleh deh kita bertukar tempat.

Silakan bayangkan, bagaimana rasanya kalau ibu, ayah, dan saudara yang sudah lama kita anggap sebagai keluarga itu merupakan orang lain. Orang yang tidak segaris keturunan. Bersentuhan dengan lelaki yang kupanggil “bapak” saja ternyata membatalkan wudhu. Berdampingan dengan perempuan yang kupanggil “ibu” saja ternyata tak serupa.

Silakan bayangkan, bagaimana rasanya kalau kita sangat ingin tahu siapa sebenarnya perempuan yang mengandung dan melahirkan kita? Siapa sebenarnya laki-laki yang bertanggung-jawab atas eksistensi kita? Siapakah kedua orang tua yang lebih berhak menerima bakti kita?

Siapa mereka? Di manakah mereka?

Aku hampir sinting dengan terus bertanya-tanya sendiri tanpa ada siapapun yang menjawabnya. Aku memang tinggal nyaman dengan keluarga angkat. Namun aku lebih butuh kasih sayang tulus yang berlimpah. Sebab, limpahan harta saja ternyata tak cukup. Aku ingin saudara yang sayang padaku daripada benda apa pun juga. Sebab, status dan sebutan saudara saja ternyata tak cukup.

Kamu tahu? Sedari kecil, aku tidak pernah dididik untuk menjadi manusia yang seperti apa. Aku hanya hidup mengalir apa adanya. Aku… aku serasa hidup dalam titah dan perintah mereka saja. Ya, mereka  yang merasa telah berjasa.

Pantas saja. Pantas cintaku pada mereka tidak begitu menggebu. Aku malah sering mendengus begitu memerhatikan bagaimana orang-orang menyayangi keluarganya dengan sepenuh hati.

Sebab, aku memang tidak begitu. Aku… mereka… kami… memang bukan keluarga.

Tapi aku bisa apa, hm?

Aku hanya berharap dan senantiasa berdoa, agar kelak aku akan memiliki sebuah keluarga yang benar-benar menyayangiku. Dan, kebahagiaan sejati itu datang padaku juga. Aamiin…

~~~

Hhh… daku bisa berkomentar apa, Bro-Sist? Alasan Kenapa Tidak Benar-Benar Mencintai Keluarga Sendiri. #RD

One Response
  1. Hastira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *