Jangan Jadi Diri Sendiri…

Jangan Jadi Diri Sendiri…

jadi diri sendiri, kata jadi diri sendiri, jadi diri sendiri itu lebih baik, jangan jadi diri sendiri, tentang jadi diri sendiri

Via: Zare Photography

… sebelum kita tahu diri.

~

Be yourself atau jadilah diri sendiri menjadi saran yang banyak digaungkan oleh orang-orang sukses. Mereka sudah berhasil dalam bidangnya masing-masing. Sehingga mereka bisa percaya diri dan menyampaikan nasihat ini tanpa beban.

Tapi beberapa diantara kita “masih bergentayangan”. Belum tahu jati diri sendiri. Jadi nasihat ini pun sebenarnya masih dalam tahap rumit.

Bagaimana menjadi diri sendiri kalau kita sendiri masih galau tentang jati diri sendiri?

Kalau kita menganggap diri ini sebagai pribadi pengecut, maka menjadi diri sendiri membuat kita semakin kecut. Kalau kita menganggap diri ini sebagai anak nakal, maka menjadi diri sendiri membuat kita semakin bengal. Kalau kita menganggap diri ini sebagai hamba Allah Swt yang ngelunjak, maka menjadi diri sendiri membuat kita semakin congkak. Dsb.

Jika masih gamang, pepatah “jadilah diri sendiri” bisa disalahgunakan. Kita kerap menghindari sesuatu dengan alasan “ingin menjadi diri sendiri”. Oh ngerjain anu atau menjadi anu ternyata bukan daku banget. Sulit! Daku rasanya harus ke luar dari semua ini, tak perlu repot-repot melakoninya. Daku akan menjadi diri sendiri saja.

Alibi “menjadi diri sendiri” seringkali membuat kita lari dari tanggung-jawab, atau karena kita enggak bersedia mempelajari hal baru dan beradaptasi dengan semua itu. Sebab faktanya, kehidupan terkadang mendidik kita untuk tidak menjadi diri sendiri. Kehidupan sering membimbing kita untuk mencoba sesuatu yang berbeda.

Kita ini tipikal orang yang ogah disuruh-suruh, tetapi ketika memasuki dunia sekolah atau pekerjaan, ada saja orang atau aturan yang kerap memberikan titahnya. Kalau tetap teguh pendirian menjadi diri sendiri, bisa jadi semua itu akan membebani.

Kita ini ogah menjadi penulis nonfiksi, tetapi ketika bergumul dengan dunia tulis-menulis, kita dihadapkan pada aneka tema yang tak lagi fiktif. Kalau tetap teguh pendirian menjadi diri sendiri, bisa jadi semua itu akan membebani.

Kita ini tipikal orang yang dingin, tetapi ketika pasangan ingin sosok yang hangat, dia bisa mendorong agar kita lebih mencairkan kepribadian. Kalau tetap teguh pendirian menjadi diri sendiri, bisa jadi semua itu akan membebani.

Kita ini tipikal orang yang menjunjung tinggi harga diri, tetapi ketika Sang Pencipta berhak dipuji-dipuja, kita diharuskan untuk merobohkan harga diri dan memposisikan diri serendah mungkin. Kalau tetap teguh pendirian menjadi diri sendiri, bisa jadi semua itu akan membebani.

Kehidupan seringkali tak sesuai dengan perkiraan dan harapan, di mana kita bisa menjadi diri sendiri – bisa berada di dalam zona yang sangat nyaman.

Jika terus-terusan bersembunyi di belakang ungkapan “jadilah diri sendiri”, dan menghindar dari pendidikan di universitas kehidupan yang keras nan cadas ini, kita dan kehidupan itu pun bisa jadi begitu menyebalkan. Baik bagi diri sendiri atau pun orang lain. Kecuali kalau kita memang bisa memberanikan dan membuktikan diri. Bahwa prinsip menjadi diri sendiri ala kita itu lebih baik.

“Menjadi diri sendiri” menjadi sesuatu yang empuk untuk diucapkan, tapi cukup keras untuk diterapkan. Kita tak bisa melakoninya dengan mudah tanpa lebih dulu tahu posisi diri sendiri. Jadinya, jadilah diri sendiri untuk bisa menjadi segalanya.

Jadilah diri sendiri, tak perlu menyetujui isi postingan ini – jika memang enggak mau. Hehe… #peaceout. Jangan Jadi Diri Sendiri… #RD

3 Comments
  1. super fanboyz
  2. Ratri Anugrah
  3. nur hidayati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *