5 Saran yang Boleh Dilanggar atau Diabaikan Ketika Belajar Bahasa Asing

5 Saran yang Boleh Dilanggar atau Diabaikan Ketika Belajar Bahasa Asing

belajar bahasa asing, belajar bahasa asing otodidak, belajar bahasa asing dengan cepat, belajar bahasa asing online, manfaat belajar bahasa asing, aturan yang boleh dilanggar ketika belajar bahasa asing, saran atau masukan yang boleh dilanggar ketika belajar bahasa asing

Via: linguaschools.com

Saran ketika mempelajari sesuatu memang bertujuan untuk membantu. Tetapi masukan tersebut tak wajib diikuti semuanya. Ada yang bisa dilanggar atau diabaikan, khususnya ketika mempelajari bahasa asing.

Sebab kalau terlalu nurut, bisa-bisa nyali untuk belajarnya justeru menciut.

Jadi, apa saja ke-5 saran tersebut? Jom!

#1. Belajar Bahasa itu di Usia Muda

Orang bilang, kita akan lebih mudah belajar di masa muda. Otak sedang encer, stamina bagus, dan konsentrasi masih tajam. Meski demikian, seharusnya usia tidak dipakai sebagai penghalang bagi siapapun untuk belajar. Jangan sampai hal ini memadamkan api semangat para pembelajar usia lanjut.

Kita yang merasa “sudah terlalu tua untuk belajar bahasa” boleh melabrak saran ini. Kebetulan teman satu angkatan ketika kuliah pun ada yang sudah menjadi kakek. Namun passion-nya itu berhasil mematahkan keraguan orang-orang.

#2. Belajar Bahasa itu Harus Mengunjungi Negara Asalnya

Belajar Bahasa Korea harus travel ke Korea. Belajar Bahasa Mandarin harus pergi ke Taiwan atau Tiongkok. Belajar Bahasa Inggris harus tinggal di Amerika, London, atau Australia. Belajar Bahasa Spanyol harus singgah ke Argentina, Meksiko, atau Kuba. Dsb.

Tak apa tak melakoni masukan asyik nan mahal ini. Kita masih bisa belajar dengan ahlinya di negeri sendiri. Jika lingkungan memang kurang mendukung, kita masih memiliki senjata lain berupa motivasi belajar yang tinggi.

#3. Belajar Bahasa itu Tinggal Memanfaatkan Aplikasi Gratisan Saja

Maksudnya, bukan berarti kita harus meninggalkan aplikasi bahasa atau kamus gratisan. Tetapi sebaiknya kita tidak terlalu ketergantungan pada semua itu. Seringkali kita justeru bingung sendiri ketika menerjemahkan bahasa via aplikasi saja. Padahal sebuah kata bisa memiliki makna berbeda, sesuai konteks dan tata bahasanya. Kalau dibarengi dengan belajar pada seorang mentor atau guru, tentu proses belajar kita akan semakin terbantu.

#4. Belajar Bahasa itu Harus Setia Pada Satu Metode Saja

Dosenku pernah bilang, kalau tak salah, katanya tak ada satu pun metode yang terbaik. Untuk itu, kita sebaiknya menerapkan berbagai metode. Bukan cuma satu saja. Bukan cuma dengan ceramah saja, diskusi saja, demonstrasi saja, dsb. Sebaiknya kita memanfaatkan aneka metode yang ada untuk mengasah otak dan kemampuan.

Lebih lagi dalam bahasa, kita dihadapkan pada berbagai skill. Entah itu mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Semua keterampilan itu tentu harus dihadapi dengan “senjata” yang berbeda-beda.

#5. Belajar Bahasa itu Bisa Diterapkan di Kelas

Banyak guru bahasa yang menerapkan aturan ketat di kelas. Para murid wajib berinteraksi sesuai dengan bahasa asing yang dipelajari. Hal itu bertujuan untuk melancarkan penguasaan bahasa para siswa.

Tetapi begitu keluar kelas atau mungkin lulus dari tempat belajar tersebut, para murid kembali menggunakan bahasa asal dan melupakan apa yang dipelajari. Grammar, ekspresi, kosa-kata, dsb, tinggal kenangan. Padahal dulu mereka hapal.

Untuk itu, ada baiknya kita tak mengandalkan kelas belaka. Sebisa mungkin kita bawa dan terapkan ke luar juga. Biarkan semua mengalir secara natural, tanpa paksaan. Kita bisa mencari partner bahasa, atau komunikasi di dunia maya dengan native speaker-nya.

Pada dasarnya, salah-satu kunci belajar bahasa yaitu dengan memakai bahasa tersebut. Tak ubahnya seperti bayi yang praktik dengan orang tua atau orang-orang dewasa di sekitarnya. Belajar bahasa bukan sekadar mengingat rumus atau menerjemahkan belaka.

Nah, siapapun yang tengah berikhtiar mempelajari bahasa asing dengan niat yang baik, semoga tak menyerah dalam menghadapi kesulitan yang ada, ya. Demikian, 5 Saran yang Boleh Dilanggar atau Diabaikan Ketika Belajar Bahasa Asing. #RD

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *