8 Ciri-ciri Utama Orang Fake, Palsu, atau yang Pura-pura Baik

Posted on

8 Ciri-ciri Utama Orang Fake, Palsu, atau yang Pura-pura Baik

orang fake, arti fake face, apa arti fake, kata kata untuk fake friend, orang palsu, orang pura pura baik, menghadapi orang bermuka dua, ciri ciri orang bermuka dua, kata kata untuk orang bermuka dua
Via: sarcastictruth.com

Kenapa kita harus pusing, kalau seseorang itu berbuat baik karena memang ikhlas atau pura-pura?

Bagi sebagian orang, bersikap lebih hati-hati dalam menjalin hubungan memang penting. Mereka jadi bisa membedakan, mana teman yang eksis di waktu bahagia, dan yang masih bertahan di masa duka. Mereka bisa menentukan sikap pada dua kelompok tersebut. Mereka juga bisa waspada, kalau-kalau ada yang menyembunyikan agenda jahat di balik kebaikannya.

Berita buruknya, orang-orang fake alias palsu itu terkadang sulit terdeteksi. Mereka begitu manis, polos, dan tak menunjukkan tanda bahaya. Namun begitu kita terjebak dan mereka memburu sesuatu dari diri kita, topeng itu pun mengelupas. Rupa aslinya keluar.

Lifehack kemudian menguraikan ciri-ciri ini lewat ilustrasi atau infografiknya. Mereka menggambarkan perbedaan orang-orang yang tulus (genuine people) dan yang pura-pura (fake people). Caption-nya berbahasa Inggris. Namun daku coba alihbahasakan, ya. Jom!

fake1

~

fake2

~

fake3

~

fake4

~

fake5

~

fake6

~

fake7

~

fake8

~

Well, bukannya kita berburuk sangka. Bahkan kita juga sebaiknya introspeksi diri, jangan-jangan diri sendirilah yang berkepribadian palsu. Namun kembali lagi ke awal, sebagian dari kita lebih memilih untuk waspada. Demikian, 8 Ciri-ciri Utama Orang Fake, Palsu, atau yang Pura-pura Baik. #RD


6 thoughts on “8 Ciri-ciri Utama Orang Fake, Palsu, atau yang Pura-pura Baik

  1. saya sadar bahwa saya tidak berhak dan saya juga tidak bisa membuat orang lain suka sama saya atau sesuatu apapun yang berkaitan dengan saya..
    tapi entah mengapa saya masih saja khawatir jika apa yang saya lakukan dan semua tentang saya membuat orang lain tidak suka dan menjadi benci kepada saya..
    namun semoga apa yang saya lakukan terutama pada semua sahabat yang pernah berinteraksi dengan saya, itu adalah tulus dan tidak palsu.
    nice post, sista..
    self reminder for me, thanks 🙂

    1. Yang berbuat baik, tak akan lepas dari endusan “modus”. Tapi ujung2nya, semua itu urusan kita sendiri dan Dia. Bukan lagi kita dan mereka (manusia). Hehe..

      Iya, Brother. Tadinya ragu2 mau posting tulisan ini. Tapi hitung2 “note to myself too”. Hehe… Terima kasih banyak! ^_^

    1. Waduh, pertanyaannya bagus. Mungkin bisa jadi inspirasi buat nulis artikel lagi, nih. Perlu mikir dulu buat dijawab langsung di sini. Hehe… sorry ya, Qodo. :/

      Hahaha… sudah ada yang baca aja sudah berterima kasih nih 😀

  2. Artikel yang bagus nih, bisa bikin kita langsung ngaca dan berintrospeksi diri. Kadang ngga berniat menjadi fake people, tp tanpa sadar kita melakukannya. Namun, ada juga fake people yang melakukannya secara sadar demi kebaikan. Misalnya dalam bidang yang keras kayak politik, menjadi orang yang nampak 100% baik di depan pesaingnya akan sulit untuk maju. Berhubung nyaris semua orang yang terjun di dunia politik itu fake people. Mau tampil baik pun pasti banyak yang skeptis, kecuali udah teruji kinerjanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *