Alasan Kenapa Tak Perlu Terlalu Mementingkan Manajemen Waktu

Alasan Kenapa Tak Perlu Terlalu Mementingkan Manajemen Waktu

manajemen waktu, manajemen waktu adalah, alasan kenapa tidak terlalu mementingkan manajemen waktu, manajemen waktu dalam islam, contoh manajemen waktu, artikel manajemen waktu

Via: akemoneyinlife.com

Daku sudah meluangkan waktu buat kamu,” seseorang bertanya-tanya pada sesuatu atau seseorang yang lain, “Sekarang kamu mau apa lagi?”

Dia – seseorang atau sesuatu itu – menjawab, “Perhatianmu.”

~

manajemen waktu, manajemen waktu adalah, alasan kenapa tidak terlalu mementingkan manajemen waktu, quality time adalah, quality time bareng pacar, quality time with family, quality time bersama pasangan, kata kata quality time

Via: kingfield.org

Banyak orang yang menghabiskan waktu bersama sahabatnya, keluarganya, pasangannya, keponakannya, tetangganya, anaknya, cucunya, hewan peliharaannya, dsb. Mereka duduk bersama. Mungkin di atas bangku yang sama juga.

Tetapi apalah makna kebersamaan itu, jika mereka tengah sibuk mengotak-atik smartphone masing-masing. Atau, mereka tengah melamunkan seseorang dan sesuatu yang lainnya. Raganya “di sini”, tapi hati dan pikirannya sedang traveling “ke sana”.

Bahkan hal serupa bisa terjadi para mereka yang menghabiskan sekian menit atau jam beribadah pada Tuhannya. Mulut melafalkan doa dan tubuh bergerak-gerak. Tapi hati dan pikiran ini cukup liar. Entah menceracau ke mana.

Kita mengklaim sedang “menggunakan atau menghabiskan waktu bersama”, quality time – katanya, tetapi faktanya kita begitu abai.

manajemen waktu, manajemen waktu adalah, alasan kenapa tidak terlalu mementingkan manajemen waktu, solat tidak konsentrasi, gangguan ketika solat, distraksi ketika solat

Via: Wikihow

Waktu dan Perhatian Harus Selaras

Manajemen waktu membuat hidup kita lebih terjadwal. Dalam waktu 24 jam, ada porsi untuk masing-masing agenda. Begitu bentrok, opsi untuk mengutamakan prioritas pun dipilih.

Keren sekali!

Tetapi ada hal yang patut dipertimbangkan juga, yakni perhatian. Yang satu ini memperlihatkan kehadiran fisik dan fokus kita dalam suatu momen.

Bisa jadi secara fisik, kita tengah di sini dan melakukan ini bersama si anu, tetapi fokusnya malah melancong.

Tampak sepele. Tetapi jika terus dibiarkan, hal tersebut bisa merugikan diri dan orang lain.

Kita menghabiskan waktu untuk ketemuan dengan sahabat sekitar 2 jam lamanya. Tetapi karena kurang perhatian, yang didapat hanyalah obrolan basa-basi dan mungkin poto selfie. Atau kita menghabiskan waktu sekitar 8 jam untuk bekerja. Tetapi karena kurang fokus dan terlalu memanjakan segala bentuk distraksi atau godaan, satu pekerjaan yang sebenarnya bisa selesai setengah jam malah molor jadi 4 jam.

manajemen waktu, manajemen waktu adalah, alasan kenapa tidak terlalu mementingkan manajemen waktu, manajemen waktu dalam pekerjaan, distraksi adalah, distraksi dalam pekerjaan

Via: nytimes.com

Perhatian VS Waktu

Pemirsa atau fans TV bisa melakukan demonstrasi besar-besaran jika iklan yang tampil di sela-sela sinetron mereka berdurasi sampai seperempat jam lamanya. Untuk itu, para pengusaha periklanan mengemas iklannya sesingkat mungkin. Namun mereka berusaha menggaet perhatian sebesar mungkin.

Perhatian memang sangat berpengaruh.

Orang tua mungkin akan lebih tersentuh ketika anaknya memijit betis sambil ngobrol face-to-face selama 15 belas menit, ketimbang anak lainnya yang satu ruangan seharian penuh, tetapi lebih fokus pada gadgetnya.

Jadi Maksudnya, Enggak Usah Menerapkan Manajemen Waktu, Gitu?

Enggak juga.

Maksudnya, pengelolaan waktu itu memang baik. Kita sudah tahu waktu dalam seminggu ada 7 hari, sehari ada 24 jam, dan sejam ada 60 menit. Waktu yang disediakan sudah cukup. Kita juga bisa mengelolanya sesuai schedule masing-masing.

Tetapi, apakah kita bisa mengelola perhatian dan fokusnya juga? Demikian, Alasan Kenapa Tak Perlu Terlalu Mementingkan Manajemen Waktu. #RD