Ketika Orang Introvert Bersikap Nakal dan Banyak Alasan

Posted on

Ketika Orang Introvert Bersikap Nakal dan Banyak Alasan

introvert, orang introvert, introvert nyebelin, introvert ngeles, introvert banyak alasan, introvert banyak alibi
Via: aaronmorton.co

Entah dakunya yang ketinggalan atau memang iya, bahwa fenomena introvert itu semakin banyak dibahas orang. Termasuk daku, karena daku juga orang. šŸ˜€ *nyubit lawakannya Cak Lontong*

Sekarang banyak introvert yang mencoba muncul ke permukaan. Kami sudah berani dan legowo untuk mengakui atau menerima kondisi introversi yang ada. Kami juga, dengan referensi ala kadarnya, mulai sering sharing tentang kepribadian yang satu ini. Selain untuk memahami diri sendiri, kami juga berharap agar orang lain juga memakluminya.

Intinya, hampir sudah tidak ada sesuatu yang bikin canggung atau minder.

Daku rasa hal ini bagus juga. Jadi kita bisa merangkul keadaan diri sendiri, apa adanya. Tanpa perlu harus menjadi orang lain agar terlihat “umum” atau sama seperti “makhluk normal” lainnya. Jadi, kita enggak normal, nih? Maksudku bukan begitu, ya. Hehe… you know what I mean.

orang introvert, kelebihan orang introvert, tes introvert, orang introvert lebih berbahaya, keburukan orang introvert, kenakalan orang introvert
Via: learning-mind.com

Hanya saja, petaka terjadi ketika introvert bersikap nakal. Kita kerapkaliĀ “memanfaatkan” karakterĀ introvert ini sebagai alat untuk bikin alibi atau alasan. Istilah zaman sekarang sih,Ā ngeles.

Secara pribadi, hal ini sudah daku sadari. Namun tamparan keras baru terasa ketika membaca ulasannya seorang blogger bernama Alden Tan.

Dia mengaku merasa sangat bersalah karena sudah sering menjadikan kepribadian introvert sebagai alasan untuk setiap kesempatan. Misalnya ketika dia merasa “tak apa-apa” untuk hidup sendirian, lalu lama-lama menabur benih kebencian pada setiap orang. Lama-lama dia sadar kalau hidupnya membutuhkan pihak lain sebagai pendukung.

Untuk itu, introvert tidak seharusnya mengabaikan orang-orang yang ingin dekat dan memberi support. Selain bisa menyakiti mereka, kita juga akan semakin dijauhi, bahkan mungkin tidak dipedulikan. Hal tersebut tentu sudah “kurang sehat”. Kita bisa menderita kesepian dan kehampaan yang cukup menyesakkan.

Kalau memang kita memiliki kecenderungan untuk “menghindari manusia”, sebaiknya segera melakukan sesuatu. Kalau perlu, kita bisa konsultasikan ke ahlinya. Tak bisa sekadar ngeles, “Daku ‘kan emang introvert!”.

Momen lain yang membuat introvert sudah salah-kaprah yakni membiarkan diri untuk tidak bersosialisasi atau terlibat dalam kegiatan sosial. Misalnya “merasa tidak apa-apa” ketika tak ikut warga lain yang hendak kondangan, melayat, sama-sama memperbaiki jalanan desa, sama-sama mempersiapkan hidangan suatu perayaan, dsb. Semua itu kita hindari dengan alasan, “daku sudah introvert, enggak bisa berubah, titik.”

Introvert bisa saja tetap keras kepala. Hidup sesukanya. Monggo.Ā Tetapi taruhannya cukup berharga. Kita bisa kehilangan teman, tetangga, bahkan keluarga sendiri. Tentu tak mau, bukan?

Memang bukan perkara mudah. Tetapi kita memang tak bisa terus bersembunyi dan menjadikan introversi sebagai alibi. Kita perlu berubah, tumbuh, dan beradaptasi.

Fiyuh… mari sama-sama belajar! DemikianĀ Ketika Orang Introvert Bersikap Nakal dan Banyak Alasan. #RD


4 thoughts on “Ketika Orang Introvert Bersikap Nakal dan Banyak Alasan

  1. Wah, jleb bgt. Saya sering mengabaikan keberadaan orang lain dan menganggap sendiri lebih asik. Ujung2nya ngerasa kena batunya pas mereka pergi karena terabaikan. Hiks…

    1. Hehe iya Mbak, alarm buat diri sendiri juga. Bagi seorang introvert, waktu untuk “me time”-nya emang lebih banyak. Tapi bukan berarti kita harus “mengusir” yang ada di sekitar. Seperti kata Mbak, nanti kena batunya. šŸ˜€

  2. ngena banget nih artikel nya…
    sebagai seorang introvert, sering sekali kata “Introvert” digunakan sebagai alasan, padahal yang seharusnya dilakukan adalah membuang status “Introvert” tersebut! susah sih, tapi manusia adalah mahkluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam hidupnya untuk saling berinteraksi. aku juga sedang berusaha untuk keluar dari sifat Introvert yang membosankan ini!! šŸ™‚

    1. Membuang status introvert kayaknya memang susah dan kita bisa lelah sendiri. Tak apa, Muzaku, rangkul saja kepribadian tersebut. Tetapi jangan sampai “disalahgunakan”. Hanya karena kita ini introvert, bukan berarti kita harus mengurung diri serapat mungkin dan tak membiarkan orang lain masuk. Sebisa mungkin kita terus belajar tumbuh dan beradaptasi. Jangan sampai mempertaruhkan hubungan apa pun. šŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *