Kegalauan Umat Ketika Ulama Wafat

Posted on

Kegalauan Umat Ketika Ulama Wafat

umat galau, kematian ulama, wafatnya ulama, ketika ulama meninggal, ketika ulama wafat
Via: photoextract.com

Innalillaahi wainna ilayhi rooji’uun… telah berpulang ke Rahmatullah, KH Hasyim Muzadi, allohummaghfirlahu…

~

Bapak KH Hasyim Muzadi sempat menduduki jabatan sebagai Ketum Nahdlatul Ulama (NU), dan kemudian diangkat sebagai Dewan Pertimbangan Presiden aka Watimpres era Bapak Jokowi. Berita sakitnya sudah bikin umat cemas. Was-was.

Puncaknya, beliau diberitakan wafat pada Kamis kemarin (16 Maret 2017). Kenyataan ini tentu begitu menyedihkan hati. Sontak saja, media mainstream atau medsos geger. Ungkapan duka dan doa bertaburan. Betapa tidak, kita sudah kehilangan ulama, guru, ayah, dan tokoh teladan. Beliau memang dikenal sebagai sosok yang moderat, namun tetap memegang akidah Islam dengan kuat.

Kematian ulama menjadi salah-satu musibah besar bagi umat. Dada kita gempa, terguncang karena begitu kehilangan. Apalagi di momen-momen seperti sekarang yang… argh.

Pada siapa lagi akan berguru? berkonsultasi? meminta nasihat? berharap perdamaian?  Meninggalnya Seorang Ulama; Padamnya Pelita Umat Manusia.

~

Meski sangat sulit, namun kita harus move on. Wafatnya ulama pasti disertai dengan warisan yang lebih berharga daripada harta. Ada warisan berupa karya tulisan, amal atau kontribusi bagi umat, serta keturunan yang akan meneruskan perjuangan.

Buku atau karya tulis menjadi salah-satu yang membuat kita abadi. Suatu saat, jantung bisa menyerah dan berhenti berdetak. Namun tulisan akan tetap hidup. Berdegup.

Daku comot tulisan Pak Rakhmad Zailani Kiki untuk Republika. Beliau mengingatkan kita pada nama Alm KH As’ad Humam, ulama asal Yogyakarta yang meninggal pada 02 Februari 1996, yang sudah menciptakan Buku Iqra (Cara Cepat Belajar Membaca Alqur’an). Lalu ada Alm Drs. Moh. Rifa’i yang menulis buku bersampul warna ungu dengan judul Risalah Tuntunan Shalat Lengkap.

Belum lagi dengan nama-nama ulama lain beserta karya mereka yang terus mendidik umat, sekalipun raga penciptanya sudah tiada. Insya Allah semua itu menjadi amal jariyah yang terus mengalir pada beliau. Aamiin…

Tetapi, umat sedang galau…

Apakah karya para ulama masih familiar bagi kita? Atau justru sudah sangat asing? Seyogyanya kita butuh pembimbing juga ketika menggali ilmu yang ditumpahkan dalam sebuah buku.

Umat sedang galau…

Kita tak tahu seberapa besar animo generasi penerus untuk menjadi the next ulama.

Umat sedang galau…

Para ulama yang menyeimbangkan konflik dan kekacauan perlahan dipanggil pulang oleh pemiliknya.

Umat sedang galau…

Ulama dikriminalisasi, difitnah, dan dibikin kabur imej serta peranan vitalnya.

~

Siapa pun ulamanya, yang ada di pelosok sekali pun, warta tentang wafatnya ulama akan selalu menjadi peringatan besar bagi kita semua. Kegalauan Umat Ketika Ulama Wafat. #RD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 − three =