Senangnya Tak Bisa Mengontrol atau Mengendalikan Cuaca

Posted on

Senangnya Tak Bisa Mengontrol atau Mengendalikan Cuaca

hujan, musim hujan, cuaca, kita tidak bisa mengendalikan cuaca, cuaca tak menentu, cuaca bikin galau
Via: Pinterest

Enggak, bukan. Daku enggak akan membahas lagu “Can’t Control the Weather” miliknya Fairground Saints. 😀

~

Kata orang, ‘sedia payung sebelum hujan’. Tetapi kalau tidak diingatkan atau tidak dipersiapkan sejak awal, daku hampir selalu lupa untuk membawanya. Konsekuensinya, daku harus bersedia basah kuyup dan kedinginan. Meski berangkatnya ditemani terik matahari, namun tak ada jaminan kalau panas itu akan bertahan sampai pulang.

Beberapa kali juga, ketika pergi ke luar, daku memperhitungkan kalau hujan akan mengguyur bumi. Sebagai persiapan, daku pun langsung mempersiapkan payung. Lalu begitu pulang, daku kadang ingin tertawa sendiri. Hujan yang diprediksi ternyata tak datang. Payung pun jadi pengangguran.

Ah, kita memang enggak bisa mengendalikan cuaca

Setebal apa pun dompet dan setinggi apa pun status di muka bumi ini, mau menyuap siapa agar langit yang sedang berwarna biru muda bisa secara tiba-tiba dipenuhi awan hitam dan petir sahut-sahutan? Begitu pun sebaliknya, mau memerintah siapa agar hujan deras diiringi angin kencang jadi reda seketika?

Daku (dan Mimih) selalu terkagum-kagum ketika ada media berita yang menyampaikan prakiraan cuaca. Lebih lagi kalau tebakan mereka bisa tepat. Di pagi hari, mereka bilang daerah anu akan hujan lebat. Lalu sore harinya, prediksi itu membawa bukti.

Memang sih ada yang bilang, seseorang bisa mengendalikan cuaca. Hmm… entahlah… yang jelas, kemampuan keren itu pasti tak lepas dari restu penciptanya, ya.

~

Sebagian orang, yang seakan baru hidup kemarin pagi, mungkin akan menggerutu. Bagaimana pun, ekspektasi cuaca yang tak sesuai realita sudah menggugurkan berbagai rencana. Mereka mengutuk hujan, mengumpat hawa panas, dan menuding-nuding musim yang seperti tak karuan.

Apalagi sekarang-sekarang ini, cuacanya seperti sulit ditebak. Sok misterius dan moody, begitu. Paginya hangat dan ceria, jelang siang justru dingin dan mendung.

Meski tanpa kita tahu, mungkin saja cuaca itu justru membawa berkah bagi pihak lain.

Dan di titik inilah, ketidakberdayaan kita akan cuaca selalu berhasil menjadi alarm sejati. Kalau kita memang hanya makhluk hidup biasa, yang kerdil, tak punya kuasa, dan hanya berstatus hamba-Nya.

Kita bisa menebak langit akan cerah berawan atau justru menghadirkan rintik-rintik hujan, namun kita tak bisa mendikte mereka.

Daku jadi teringat di suatu hari sekitar jam dua siangan, tepat ketika sudah siap-siap berangkat ke suatu tempat, lalu secara sporadis hujan datang menjitak-jitak. Waktu itu daku sempat kecewa dan mempertanyakan, kenapa alam tidak kooperatif dan membiarkan aktivitasku lancar.

Hingga akhirnya, tanpa peduli ganti pakaian, daku tersungkur di kasur. Tetapi lama-lama rileks juga; bisa tidur ditemani semilir angin dan suara rintik hujan di luar featuring selimut hangat nan nyman. Ah… Senangnya Tak Bisa Mengontrol atau Mengendalikan Cuaca. #RD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 2 =