Suka Sama Poto Selfie Sendiri Tapi Enggak Suka Sama Poto Selfie Orang Lain

Posted on

Suka Sama Poto Selfie Sendiri Tapi Enggak Suka Sama Poto Selfie Orang Lain

poto selfie, monalisa selfie, selfie parody, selfie paradoks, selfie paradox
Parodi Lukisan “Monalisa”, “The Girl With Pearl Earring” dan “The Scream” By: Kornelijakoneska via IG: @deeannrose

Berapa kali kamu poto selfie dalam sehari? Kenapa sih sampai hobi berpoto selfie?

Di zaman media sosial seperti sekarang, selfie menjadi istilah yang langsung meroket. Kita mengenal selfie sebagai poto yang diambil oleh diri sendiri, baik ketika sendirian atau pun bersama orang lain. Umumnya sih pake ponsel.

Dan, menghitung banyaknya hasil selfie yang diposting di internet pasti jadi tugas super berat. Di tahun 2014 kemarin, Google sempat memperkirakan kalau selfie via Android saja mencapai 93 juta. Kalau di tahun 2017? Woah… kebayang entah berapa kali lipat, ya.

~

poto selfie, artikel tentang poto selfie, tulisan tentang poto selfie, selfie psikologi, foto selfie terbaik, foto selfie kekinian, gaya selfie terkeren
Via: jennymcfarlaneferguson.wordpress.com

Paradoks Selfie

Kebetulan sekali daku menemukan tulisan menarik terkait selfie. Penulisnya bernama Sarah Diefenbach dan Lara Christoforakos. Bu Sarah menjadi “otak” penelitiannya, sementara LC bertugas merevisi manuskrip. Bu Sarah juga merupakan profesor di Ludwig Maximilian Universitas Munich, Jerman.

Pendeknya, mereka mengenalkan istilah selfie paradox atau paradoks selfie. Jadi, orang-orang yang berpoto selfie merasa kalau mereka BUKAN sosok yang narcissistic. Tetapi kalau orang lain yang berpoto selfie, maka orang lain itulah yang narsis. Nah…

Pernah enggak sih merasakan hal yang sama? Hehe…

Studinya melibatkan 238 partisipan online. Mereka berasal dari Jerman, Australia, dan Swiss. Hasilnya:

  • 77% mengaku sering berpoto selfie
  • 82% lebih memilih melihat poto biasa ketimbang poto selfie yang bertebaran di media sosial
  • 62-67% menyatakan kalau poto selfie memiliki efek negatif juga terhadap self-esteem atau harga diri seseorang
  • Para partisipan merasa kalau poto selfie mereka itu terlihat lebih natural atau murni, ketimbang dengan poto selfie orang lain, yang dianggap fake atau palsu.

Bu Sarah sampai bilang, “Penelitian kami menjelaskan alasan kenapa orang-orang leluasa berpoto selfie tanpa merasa narsis. Dan kalau semua orang merasa demikian (berpoto selfie tapi enggak ngaku narsis), enggak heran kalau nanti dunia ini penuh sama poto-poto selfie”.

Selfies… selfies everywhere.

~

tentang selfie, hukum selfie bagi wanita, bahaya selfie yang belum diketahui banyak orang, selfie menurut psikolog, selfie menurut psikologi, foto selfie kekinian, gaya selfie terkeren
Via: Playbuzz

Hasil studi di atas menunjukkan situasi yang paradoks. Jumlah selfie melonjak, tapi keinginan untuk melihat selfie orang lain malah melempem. Yang paling semangat biasanya memiliki niat untuk “promosi diri”, dan karena terlalu fokus, sampai lupa mengapresiasi postingan orang lain.

Kebiasaan berpoto selfie dan menyebarkannya menjadi semacam “kecanduan tanpa sadar”. Kita jadi merasa lebih puas, lebih percaya diri, lebih kece, dan lebih terhibur kalau mendapat respons positif dari netizen. Pokoknya diri ini serasa naik level, begitu.

Tetapi kita juga sadar akan bahaya yang mengancam. Baik itu terkait harga diri, pencurian dan penyalahgunaan poto selfie-nya, sampai adanya ilusi dalam diri sendiri. Ilusinya bisa berbeda-beda.

Intinya, kita bebas berpoto selfie gaya apa saja, tapi kita tak akan pernah bebas dari segala konsekuensinya.

Jadi pembelajaran untuk diri sendiri, nih, agar tetap belajar bijak. Demikian, Suka Sama Poto Selfie Sendiri Tapi Enggak Suka Sama Poto Selfie Orang Lain. #RD

Referensi:

http://journal.frontiersin.org/article/10.3389/fpsyg.2017.00007/full

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 1 =