12 Alasan Yang Bisa Menjadi Biang Kerok Kenapa Kita Cepat Lelah dan Jengah

Posted on

12 Alasan Yang Bisa Menjadi Biang Kerok Kenapa Kita Cepat Lelah dan Jengah

cepat lelah, mudah lelah, alasan kenapa cepat lelah dan jengah, tak bisa fokus
Via: my-family.club

Merasa lelah memang tak dapat kita hindari. Seceria atau seenergik apa pun, ada saatnya tubuh menunjukkan tanda-tanda untuk istirahat. Ingin diamati sejenak.

Tapi bagaimana kalau rasa capek dan enggak konek itu serasa datang terlalu cepat dan bahkan keseringan?

Padahal sudah tidur cukup, sudah makan, dan sudah ngopi. Kenapa tetap lekas lemas?

Mudah lelah atau sering kecapean bisa menjadi tanda yang kompleks. Alasan di belakangnya bisa begitu beragam. Namun ada beberapa hal yang bisa jadi merupakan biang kerok dari semuanya. Apa saja? Jom!

#1. Kita Dikelilingi Orang-Orang Toxic Alias Beracun

Orang-orang di sini bisa siapa saja; anggota keluarga, tetangga, teman, rekan kerja, atau siapa saja. Mereka menyebarkan racun lewat sikap atau pemikiran yang negatif. Sebagian ada yang cepat ngejudge, ada yang suka menjatuhkan, ada yang fake atau manipulatif, dsb. Kita bisa menjaga jarak demi kebaikan bersama.

#2. Kita Menyimpan Dendam

Memaafkan dan mengikhlaskan suatu kesalahan, apalagi yang besar, memang bukan perkara mudah. Namun yang satu ini bisa menjadi langkah yang keren untuk melanjutkan kehidupan yang lebih ringan. Bagaimana pun, dendam akan terus menjadi beban.

#3. Kita Berjanji, Tapi Belum (Tidak) Menepatinya

Janji menjadi utang. Jika tidak dibayar, ada pihak yang kita kecewakan. Nama kita juga jadi tercoreng. Selain itu, selalu ada rasa bersalah yang menyebabkan kita tidak tenang.

#4. Kita Belum Membayar Tagihan/ Utang (Uang)

Orang yang memiliki utang bisa terlihat tenang dari luar, namun ada kegelisahan yang tak terhindarkan dari dalam. Berapa pun nominal utangnya, sesuatu yang belum kita bayar itu selalu menjadi bayang-bayang yang meresahkan.

#5. Kita Terlalu Ingin Mengendalikan Hidup

Selama masih bernapas, selama itu juga kita terus memiliki keinginan dan target. Sudah sekolah, ingin menikah, lalu ingin punya usaha, lalu ingin punya rumah sendiri, lalu ingin punya anak, dsb. Sebagian orang ada yang terlalu fokus dan memastikan kalau semuanya berjalan sesuai rencana, sampai ia lupa untuk rehat sejenak atau refreshing. Begitu apa yang dicanangkannya meleset, dia lupa ada yang lebih berhak menjadi Sutradara bagi kisah hidupnya.

#6. Kita Membahagiakan Orang Lain, Sampai Mengabaikan Kebahagiaan Diri Sendiri

Berusaha membahagiakan orang lain memang suatu hal yang mulia. Mereka akan senang dan memuji keberadaan kita. Namun jangan lupa kalau kita juga harus membahagiakan orang lebih penting; diri sendiri.

#7. Mengabaikan Kesehatan

Karena merasa tidak sakit atau mengeluhkan apa pun, kita mengasumsikan kalau semuanya baik-baik saja. Namun kita kadang lupa, ada kode-kode tubuh yang perlu diperhatikan. Mungkin dari keadaan kita yang terlalu kurus, terlalu gemuk, terlalu kecanduan kafein, sering mengantuk, sulit konsentrasi, dsb. Selain mental atau emosional, merasa cepat letih juga bisa berhubungan dengan keadaan fisik seseorang.

#8. Kita “Berantakan”

Segala sesuatu dalam hidup, yang tadinya rapi dan berada di tempatnya, bisa berubah jadi tercecer berantakan. Meja kerja acak-acakan, banyak file “sampah” yang mengendutkan spasi memori, otak kusut, hati tak keruan, dll. Tanpa terasa, semuanya bikin jengah dan kacau. Harus segera beres-beres dan menata semuanya.

#9. Kita “Fobia” Malas

Semua ada masanya. Kapan kita bekerja, berolahraga, bersih-bersih rumah, dsb. Termasuk kapan kita “berhak” untuk bermalas-malasan barang sebentar. Tubuh, pikiran, dan perasaan juga memiliki hak untuk tidak diperas terus-terusan.

#10. Kita “Dipenjara”

Kita bisa menjadi narapidana tanpa harus berada di balik jeruji. Ada orang yang terpenjara karena menjadi budak di tempat kerja tapi tak berdaya untuk bicara, atau karena memiliki keluh kesah pada seseorang tapi tak berdaya untuk terus terang. Dan masih banyak lagi.

#11. Kita Pura-Pura

Tersenyum palsu demi menutupi air mata asli memang melelahkan. Kita tak bisa mengekspresikan apa yang terjadi di dalam hati. Kita terus menutupi luka yang diam-diam menggerogoti pertahanan diri sendiri.

#12. Hubungan Kita dengan Tuhan Sedang Renggang

Bagi orang yang memiliki keyakinan, pasti ada spot yang kosong dan hampa ketika renggang atau jauh dari Sang Pencipta. Hubungan yang mesra dengan pasangan, keluarga, sahabat, dan masyarakat tak akan lengkap tanpa kedekatan dengan-Nya. Pasti ada momen di mana kita merasa ada yang tidak beres, sekali pun segala sesuatunya sudah terlihat sempurna.

Kamu yang lelah, istirahatlah.  12 Alasan Yang Bisa Jadi Biang Kerok Kenapa Kita Cepat Lelah dan Jengah. #RD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × five =