14 Masa-Masa Sulit Bagi Orang Introvert

Posted on

14 Masa-Masa Sulit Bagi Orang Introvert

masa sulit dalam hidup, masa sulit orang introvert, ciri kepribadian introvert, semua tentang introvert, kelebihan dan kekurangan orang introvert, orang introvert membingungkan
Via: alpha.wallhaven.cc

Sulit atau mudahnya suatu hal tampaknya subjektif, ya. Kalau ada challenge untuk kenalan dan tahan ngobrol setengah jam dengan orang asing, yang ekstrovert pasti girang. Peluang menangnya besar. Sementara yang introvert bisa gelagapan. Belum juga terjun ke lapangan, pasti sudah gusar duluan.

Sebaliknya kalau ada challenge untuk diam di rumah seminggu full, yang introvert pasti langsung “pesta”. Sementara yang ekstrovert bisa merengut, membayangkan hari-hari tanpa chit chat sana-sini.

Nah, tingkat sulit atau mudah bagi introvert dan ekstrovert itu memang beda, ya? Hehe…

Kalau dibikin list, berikut ini momen-momen cukup sulit bagi introvert. Jom!

#1. Beradaptasi

Teman sekelas baru, teman kerja baru, roomate baru, tempat magang, tempat KKN, dsb. Menyesuaikan diri dengan sesuatu yang baru bisa cukup menguras. Kita akan kembali pada level yang canggung, sangat hati-hati, tak banyak bicara, dan kadang bikin jengah sendiri.

#2. Kurangnya Me Time

Mengatur waktu untuk menikmati kesendirian menjadi salah-satu kebutuhan primer bagi introvert. Me Time itu ibarat momen untuk recharge. Kalau durasinya semakin pendek, energi kita juga akan semakin tipis.

#3. Dikelilingi Banyak Orang (Apalagi yang Masih Asing)

Bertemu dan berkumpul dengan orang-orang memang fun, tapi introvert tak bisa lama bertahan. Kita biasanya cepat lelah ketika harus melihat wajah-wajah baru, mengingat nama-nama baru, bertahan dalam berbagai basa-basi, pertanyaan, atau obrolan kasual.

Kita juga kurang nyaman ketika harus berdesakan di pasar, menonton konser, berdiri di bus, atau tengah antri sesuatu. Ingin rasanya untuk segera merangsek ke luar, menghirup udara secara leluasa, pulang ke rumah, atau menikmati waktu bersama dengan orang-orang karib saja.

#4. Basa-Basi

Budaya small talk ini sebenarnya memiliki tujuan yang baik. Perbincangan akan semakin hangat dan hubungan akan semakin erat. Daku sangat mengapresiasi dan ingin melestarikan kebiasaan ini.

Namun tak tahu kenapa, orang introvert tidak begitu menikmati proses basa-basi.  Suka gimana gitu kalau ada “pembukaan” obrolan yang tidak to-the-point atau justru yang nyerempet ke ranah privat. Misalnya ‘lagi ngapain?’, ‘sibuk apa?’, ‘udah kerja apa masih kuliah?’, ‘kapan nyusul menikah dan nggelar hajatan sunatan?’, dst.

#5. Teleponan

Daku sempat terlibat “perseteruan” karena lebih menikmati texting ketimbang dengan teleponan. Soalnya suka kurang ekspresif atau hanya merespons dengan sepatah dua patah kata saja. Bukan, bukan berarti benci atau anti, ya. Tetapi suka kikuk saja.

Lebih lagi kalau banyak basa-basinya, atau kalau teleponan untuk membicarakan topik penting. Kayaknya lebih baik ketemuan dan berbicara lebih intim. Dengan demikian, kita bisa melihat langsung gesture atau raut muka lawan bicara. Sehingga kita bisa lebih berhati-hati dan mengontrol diri sebelum berbicara.

#6. Keep in Touch

Jangan salah paham dulu. Tetap menjalin hubungan menjadi sesuatu yang dianjurkan. Rasanya begitu senang ketika kita tidak saling melupakan. Introvert pun oke oke saja untuk tetap berhubung via media sosial, grup BBM, grup Whatsapp, dsb.

Namun ada kalanya kita tidak terlalu antusias untuk reuni atau bertemu langsung. Apalagi kalau mereka bukanlah sosok yang dulunya memiliki chemistry atau bonding kuat. Sehingga, mohon maaf, kita pun tidak rindu-rindu amat.

#7. Ice-Breaking

Aktivitas ini menjadi pembuka yang semestinya bisa mencairkan suasana dingin. Tujuannya untuk menghidupkan suasana, saling kenal, lebih rileks, dan menciptakan keseruan. Tetapi tetap saja introvert kurang begitu menyukai agenda semacam masa orientasi siswa, ospek, menyanyi sebelum belajar, permainan sebelum pemberian materi, dsb.

Poin ini menjadi ujian berat bagiku, yang kebetulan mengajar di lembaga kursus. Sebelum mengikuti kegiatan belajar dan mengajar, apalagi untuk pertama kali, ice-breaking menjadi proses yang diperlukan.

Selanjutnya: #8. Ada Orang Berbicara Ketika Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu


4 thoughts on “14 Masa-Masa Sulit Bagi Orang Introvert

  1. yeah, so true :”

    kegalauan ini juga terjadi pada kondisi ini:

    ketika kita terpaksa berada dlm grup diskusi dan mulai jenuh dgn diskusi2 yg semakin kemana2 dan bertele2 lalu kita memutuskan memberanikan diri menyampaikan analisis masalah dan solusi kita dlm ‘ruang publik’ yg melelahkan itu, lalu mereka menilai ide kita brilian ( padahal kita melakukannya dgn ambisi agar cepat selesai dan bisa segera pulang ke rumah buat recharge energy).

    and then, you know what will happen?

    setelah itu mereka (majority of extrovert) memasukkan kita ke dlam so many group discussions that hv so many issues to discuss about. hope we will produce another brilliant solutions.

    oh no! this is an exploitation! (i am screaming and crying inside)
    what a wrong decision i took before. 🙁
    no again.
    please my self, don’t talk anymore.

    true that we hv so many ideas and type of critical thinker when analyze an issue.
    but then, don’t judge us like to get around the situation when there are so many problems, so then we could analyze them in happy face.

    we love peace, not problems.

    1. “We love peace, not problem…”

      Ahaha betul sekali, Halimah. Well, terima kasih sudah menambahkan. Ceritanya keren, lucu, sekaligus menyebalkan, ya?! 😀

      Kebayang kamu ada di posisi yang sudah “kepalang basah”. Orang2 jadi tahu ide brilianmu, dan ketika kamu menyampaikannya, secara tidak langsung kamu terseret ke ruang diskusi yang lebih banyak. Fiuh!

  2. Yaaa. Semuanya “gue banget”. Dan, yang paling terasa membunuh adalah menghadapi orang baru yang sangat ekstrovert dan dipaksa keadaan harus dikelilingi orang ekstrovert. Dunia berasa berhenti dan waktu terasa panjang, haha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *