Kita Akan Pilkada Pada Waktunya, Tapi Pilkada Pasti Berlalu

Posted on

Kita Akan Pilkada Pada Waktunya, Tapi Pilkada Pasti Berlalu

Kita Akan Pilkada Pada Waktunya, Tapi Pilkada Pasti Berlalu, pilkada DKI jakarta, pilgub DKI jakarta
Via: epp-cd.eu

Same sh*t, different people and party…

Sebagian dari kita pasti ingat spot menjengahkan dari perhelatan Pilkada; janji yang tak terbukti.

Karena hal ini, banyak kalangan yang memilih untuk golput dan merelakan hak suaranya begitu saja. Mereka sudah mual, sebab ketika masa kampanye sering menelan janji dan program yang manis. Tetapi begitu pemilihannya usai, janji dan program manis itu seperti raib. Akhirnya mereka menanamkan pikiran,

Ah semua pejabat sama saja, cuma beda orang sama partai saja.

Itu hak mereka, ya. Tetapi kalau dipikir-pikir, alangkah lebih baik untuk tetap memilih. Tetap manfaatkan hak untuk bersuara. Setidaksempurna apa pun pilihannya. Well, enggak ada calon pemimpin yang tanpa noda, ya.

Apatis atau tidak peduli sama-sekali, termasuk dalam hal berpolitik, ternyata tidak lantas membuat kita jadi kece.

Dengan mencoblos salah-satu pasangan, paling tidak kita sudah ikut merancang masa depan negara, provinsi, kabupaten/ kota, atau desa. Pilih saja sesuai dengan kecenderungan hati. Kalau bisa sambil diiringi doa agar pilihan kita juga mendapat ridho-Nya, dan menjadi pemimpin yang amanah.

Pokoknya apatis atau tidak peduli sama-sekali, termasuk dalam hal berpolitik, tidak lantas menyelesaikan masalah.

~

Pilkada… pilkada… pilkada…

Ya, hari ini adalah puncak dari Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Tetapi yang ikut hectic sepertinya hampir seluruh warga Indonesia. Keberisikannya terasa sekali. Di media berita atau media sosial saja sudah sudah begitu ramai.

Debat yang tiada ujung-pangkal, perang postingan, saling sebar kejelekan lawan, saling sebar kebaikan pilihan, meme yang bertebaran, dsb.

Apalagi kalau di Jakartanya, ya?! Pasti heboh juga.

~

Kita Akan Pilkada Pada Waktunya, Tapi Pilkada Pasti Berlalu, jangan golput ketika pemilu, pilkada DKI jakarta, pilgub DKI jakarta, tinta pilkada,
Via: arahjuang.com

Tetapi tak dipungkiri, Pilkada DKI memang sangat seru, sangat serius, dan… sangat mengerikan.

Nah, daku bukan warga Jakarta, jadi tidak akan ikut memperkeruh suasana dengan menuding si anu yang pantas menang, sementara si anu harus kalah.

Hanya saja Pilkada DKI yang berjalan selama dua putaran ini sudah menjejakkan isu-isu yang sangat serius dan sensitif. Ya, SARA, alias Suku-Agama-Ras-Antar Golongan.

Hmm… meski awam agama, daku pribadi memandang kalau masalah agama atau keyakinan itu sangat sakral. Sekali tersenggol, masalahnya bisa fatal.

Selain itu, kita juga harus menyaksikan “sampah-sampah” berserakan. Khususnya di media sosial, di mana masing-masing pendukung saling memuntahkan fitnah, berita hoax, poto/ video editan, dsb. Banyak juga yang sekadar menjadi sumbu bagi dua kubu yang sedang menggebu-gebu. Semuanya panas. Kata-kata dan postingan sarat akan kebencian.

Belum lagi dengan postingan yang memprovokasi, yang kadang diawali oleh para pesohor itu sendiri. Yang lain pun ngikutin. Dan yang memprihatinkan, banyak pendukung yang musuhan beneran.

Maksudnya, kalau para kandidat ‘kan dinyatakan musuhan dalam ajang kompetisi Pilkada saja. Termasuk ketika mereka berdebat dan saling serang dengan senjata berupa argumen atau program. Tetapi mereka masih bisa berjabat tangan, berpoto selfie, atau duduk bersama di luar. Masih akur.

Sementara para pendukungnya ada yang sampai saling bertukar kata-kata kasar atau kotor, saling ancam,  saling block atau unfollow media sosial, dsb. Fiyuh…

Tetapi syukurlah, tidak semua netizen menelannya mentah-mentah. Banyak juga yang menyikapinya dengan bijak dan elegan. Jika mendukung salah-satu paslon, mereka mempromosikan rencana baiknya, serta menyebarkan apa pun itu keunggulan paslon. Tetapi di saat yang sama, mereka tidak menjatuhkan paslon lain.

Ada yang bilang, lilin kita tak akan menyala lebih terang kalau kita berhasil meniup lilin orang lain sampai padam.

Semoga Pilkadanya menghasilkan pemimpin yang ideal.

~

Nah jika Jakarta sudah memilih gubernur mereka, sebentar lagi tinggal Jawa Barat dan daerah lainnya. Tampaknya Pilgub Jabar juga akan seru. Banyak calon-calon potensial yang sudah pasang badan.

Calon “kerusuhan” dan headlines berita juga sudah tercium. Perbedaan dan perpecahan juga pasti tak terhindarkan.

 Ya, Pilkada akan datang pada waktunya. Tetapi nanti juga Pilkada akan berlalu. Semoga peperangannya juga berlalu. Dan, semua pihak bisa fokus pada pembuktian aneka janji yang sudah disebarkan. Kita Akan Pilkada Pada Waktunya, Tapi Pilkada Pasti Berlalu. #RD


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *