Menjadi Seorang Introvert itu…

Menjadi Seorang Introvert itu…

menjadi seorang introvert, salahkah menjadi seorang introvert, keuntungan menjadi seorang introvert, cara menjadi seorang introvert, seorang introvert

Via: lonerwolf.com

Bagaimana kamu bisa menentukan introvert, ambivert, atau ekstrovert-nya seseorang?

Caranya bisa bermacam-macam, ya. Mungkin sebagian dari kamu menyimpulkan ke-introvert-an dari ciri-ciri umum seorang introvert, dari pendapat orang-orang, dari tes-tes psikologi, dsb. Ada juga yang mencampuradukan semua cara itu.

Daku pribadi kebetulan hanya menerka-nerka diri sendiri, lalu mencoba tes-tes psikologi online. Hasilnya memang… introvert. Kalau memakai “mazhab” Myers–Briggs mah, daku itu masuk kategori INFJ (versi Personality Hacker) dan INFP (versi 16personalities). Nah seharusnya info ini rahasia, tapi tak apa, khusus untuk kamu yang bersedia mampir ke blog ini. Hehe…

Pada akhirnya..

Apapun cara dan hasilnya, ujung-ujungnya kamu harus menerima kepribadian diri sendiri.

Menjadi orang introvert bukan hal yang aneh. Kamu tak akan sendirian. Banyak introvert yang bertebaran. Mereka juga memiliki introvert problems yang umum dirasakan. Misalnya tidak lihai berbasa-basi, butuh waktu cukup lama untuk beradaptasi, kurang nyaman diinterogasi tentang hal-hal pribadi yang dilakukan teman se-skuad, enggak bisa tahan lama berada di tengah-tengah pesta, dlsb.

Cukup ribet enggak, sih?

Nah berikut ini 18 gambaran dari seperti apa menjadi seorang introvert itu. Jom!

#1. Menjadi seorang introvert itu… memiliki “dunia” lain

Secara fisik, kamu tinggal di bumi ini. Tetapi pikiran dan perasaanmu kadang seperti memiliki “semesta” tersendiri. Semuanya terpendam di dalam. Dan, kamu begitu selektif, tak membongkarnya ke sembarang orang.

#2. Menjadi seorang introvert itu… iya sendirian, tapi tidak merasa kesepian

Kontras dengan ekstrovert yang “anti sendiri”, maka introvert justru tak merasa bermasalah  kalau sendirian. Malah kamu bisa berpuas diri ketika harus makan, menonton film, ngopi, dll, sendiri. Bagimu, kesendirian itu jauh lebih baik ketimbang ditemani dengan orang yang enggak bikin nyaman.

#3. Menjadi seorang introvert itu… tenang

Suasana hening itu menjadi suasana yang indah dan damai. Kadang meski bibir diam saja, pikiran kamu mah tetap ramai lancar. Hanya saja kamu tak buru-buru memuntahkan isi pikiran atau perasaanmu. Kalem.

#4. Menjadi seorang introvert itu… kompleks alias rumit

Di satu sisi, kamu ingin menyendiri dan tak mau diganggu sama-sekali. Di sisi lain, kamu tak mau orang-orang di sekitar jadi menjauh.

Sebenarnya kamu memiliki banyak hal untuk diungkapkan atau dibagikan. Tetapi, kamu seakan bisu dan bungkam seribu bahasa ketika diberi media untuk bicara.

Di satu momen, kamu senang bersosialisasi dan akrab dengan manusia lainnya. Di momen lain, kamu tak ingin beranjak dari zona nyaman dan terus mengisolasi diri di zona nyaman (misalnya kamar). Dan, masih banyak lagi.

#5. Menjadi seorang introvert itu… berpikir terlalu keras dan… banyak

Kamu tidak bisa menjadi sosok yang berkata dan berbuat dengan spontan. Kerap ada jeda, keraguan, pertimbangan, dan kegalauan. Seringkali segala sesuatunya digodok dulu dalam kepala sebelum tumpah menjadi sepatah atau dua patah kata. Kamu juga cenderung memikirkan sesuatu yang kadang tidak terpikirkan oleh orang lain.

#6. Menjadi seorang introvert itu… sering jadi korban salah-paham

Hanya karena jumlah sahabatmu bisa dihitung dengan jari, kamu dianggap sebagai seseorang yang terbukti tidak bersahabat. Hanya karena tak banyak bicara, kamu dianggap terlalu pendiam dan pemalu. Hanya karena lebih nyaman sendirian, kamu dianggap aneh/ misterius/ berbahaya. Hanya karena langka terlihat di keramaian, kamu dianggap anti-sosial. Yah, begitulah.

#7. Menjadi seorang introvert itu… kualitas, bukan kuantitas, yang menjadi prioritas

Kamu lebih respect terhadap obrolan singkat bermakna, ketimbang dengan ocehan berjam-jam yang kurang jelas juntrungannya. Kamu cenderung memilih segelintir sahabat yang terpercaya, ketimbang dengan segerombolan teman yang sebenarnya tak saling tahu lebih dalam.

#8. Menjadi seorang introvert itu… damai

Yang lain sedang “panik” karena merasa ketinggalan zaman, kurang populer, belum berpenampilan ala sosialita atau eksmud, dsb. Kamu malah santai-santai saja dengan kesibukanmu sendiri. Tak ada rasa resah-gelisah karena tak jadi pusat perhatian dunia.

#9. Menjadi seorang introvert itu… sengaja mengisolasi diri sendiri

Sebagian pengguna media sosial lain sibuk membagikan isi pikiran, poto terbaru, lokasi secara real time, momen piknik, dan bahkan hal-hal privat mereka. Kamu sendiri justru menepi. Hanya satu atau dua postingan yang dibagi.

menjadi seorang introvert, kelebihan orang introvert, orang introvert adalah, orang introvert lebih berbahaya, sifat orang introvert, apa menjadi orang introvert itu jelek, salahkah menjadi seorang introvert,

Via: indiatimes.com

#10. Menjadi seorang introvert itu… apa adanya

Kalau sudah merangkul introversi diri sendiri, kamu tak akan lagi jadi sosok yang berpura-pura sebagai ekstrovert. Sudah naluri kamu untuk merasa “enggak apa-apa kalau enggak tampil mengesankan bagi orang banyak”. Selama nyaman… mau pakai piyama, jeans butut, atau kaus murah juga enggak masalah.

#11. Menjadi seorang introvert itu… sulit berkata lancar ketika teleponan

Kamu kerap terbata ketika harus berbicara lewat telepon. Bukan karena baru pertama kali memegang ponsel, tetapi kadang kikuk saja dan takut salah bicara. Kalau teleponannya sama orang yang memiliki hubungan dekat, kamu cenderung ingin bertemu langsung agar bisa melihat mimik muka mereka.

#12. Menjadi seorang introvert itu… tegaan

Undangan atau ajakan untuk hang out sebenarnya begitu menyenangkan. Kamu bisa bersenang-senang, makan-makan, ngegosip, dsb. Yang lain pasti mengantisipasi momen itu. Tapi kamu sedikit lain. Kalau enggak tertarik, kamu akan tegas menolaknya.

Kalau orang asing ngajak berbincang juga sebenarnya menyenangkan. Tetapi kalau kamunya sedang moody, kurang nyaman, dan tak tertarik, kamu kadang lupa soal sopan santun. Kamu secara tidak langsung akan menunjukkan rasa tidak suka dengan berlagak jutek, atau menjawab apapun sesingkat mungkin. Bahkan sebagian dari kamu tega memasang headset! 😀

#13. Menjadi seorang introvert itu… canggung!

Waktu serasa berdetak lebih lambat ketika kamu seangkot dengan orang yang enggak dikenal, lalu dia terus ngajak ngobrol. Kamu begitu kikuk. Ingin rasanya untuk segera sampai ke tempat tujuan dan bersembunyi di balik semak-belukar. Ups! Maaf yang satu ini berlebihan.

#14. Menjadi seorang introvert itu… pendengar yang baik

Introvert akan memilih untuk mendengarkan ketimbang dengan menceritakan tentang diri sendiri. Kamu siap menumpahkan perhatian. Mendengar lewat telinga, lalu dikelola di hati dan pikiran. Mungkin kamu juga akan kesulitan mengemukakan solusi yang tepat, tapi setidaknya kamu mendengarkan secara total. Tidak menyalahkan si pencurhat, tidak curhat balik, atau tidak mengabaikan. Dan percayalah, menjadi pendengar yang baik itu bukan perkara mudah.

#15. Menjadi seorang introvert itu… kadang khawatir dengan sifat sendiri

Jangankan orang lain, dirimu sendiri pasti sempat bingung dengan karakter introvert. Cukup kompleks dan sulit dipahami. Kamu sering gelisah kalau orang-orang di sekitar bakal salah-sangka, enggak mau dekat lagi, menghindar, dsb. Tak heran kalau kamu akan sangat bersyukur ketika akrab dengan sosok yang menerima dan memahami keadaanmu.

#16. Menjadi seorang introvert itu… sehat

Poin ini didapat kalau kamu sudah legowo dengan kepribadianmu sendiri. Kamu nyaman dan bangga menjadi introvert. Maka, semuanya enggak jadi soal besar.

#17. Menjadi seorang introvert itu… menantang

Dahimu mengerut ketika ada anggapan kalau introvert enggak bisa berbuat apa-apa untuk sekitar. Kamu dianggap egois, menenggelamkan diri di zona nyaman, dan tak berpeluang sukses. Hal itu menjadi tantangan tersendiri.

Kamu pun bertekad untuk mewujudkan mimpi walau tak harus dikenal orang. Kamu bisa menjadi seniman, penulis, pengarang lagu, pengusaha, dsb. Bahkan ada juga introvert yang memiliki nyali untuk ikut wawancara kerja, audisi ajang pencarian bakat, menjadi musisi, menjadi selebritis, instagramer, dsb.

#18. Menjadi seorang introvert itu… sebenarnya sulit untuk dikata-katakan

Tidak, bukan. Introvert bukannya anti-manusia. Introvert bukannya ingin sendirian selamanya. Introvert bukannya enggak senang diundang ke sana- ke mari. Introvert enggak kesepian. Introvert bukan pertapa. Introvert… argh.

Intinya, introvert mah lebih sering mengalami “peperangan”. Iya, ‘kan? Hehe… Menjadi Seorang Introvert itu… #RD