Tidak Menulis Tiap Hari itu Tidak Apa-Apa

Posted on

Tidak Menulis Tiap Hari itu Tidak Apa-Apa

tidak menulis tiap hari, belajar menjadi penulis, langkah langkah jadi penulis, cara menjadi penulis online, menjadi seorang penulis blog, menjadi penulis artikel
Via: verywell.com

Sebelumnya, daku sempat curhat karena “merasa ada yang tidak beres” ketika tidak memosting tulisan selama tiga mingguan. Daku merasa sangat bersalah, hampa, gagal, dan seperti “sudah berkhianat”. Bagaimana pun, daku sudah bertekad untuk tetap menulis. No matter what!

Lagipula, daku masih sedang dalam tahap belajar menulis. Orang bilang, daku harus terus menulis tiap hari. Tulislah, walau satu kalimat.

Nah ketika vakum itu, ada beberapa kekhawatiran yang timbul. Khawatir kalau rasa cintaku pada menulis akan terusik, kalau performa blog akan merosot, kalau pembaca jadi kecewa, kalau sampai antusias menulisnya jadi berkurang. Apalagi kalau daku sampai menganggap keadaan ini sebagai hal yang “wajar”.

Lagi-lagi, suka teringat sama orang-orang yang bilang, jika pengin belajar menulis ya harus menulis tiap hari. Atau, jika pengin blognya bagus ya harus posting tiap hari.

Hanya saja…

Tak semua saran bisa cocok dalam semua keadaan.

Ada kalanya kita harus memaklumi situasi. Tak perlu menyalahkan diri sendiri, orang lain, waktu, kesibukan, dll, atas berkurangnya intensitas menulis kita. Banyak hal di luar kendali yang kerap terjadi. Tak perlu minta maaf akan hal itu.

Tak perlu menancapkan semua saran sebagai pedoman yang mau tidak mau harus ditaati. Sehingga kita masuk dalam level “kalau tidak ditaati akan kena dosa besar dan gagal total”. Bagaimana pun ketika terlalu tertekan, ada rasa untuk ingin memarahi dan menghukum diri sendiri. Bisa-bisa, kita justru jadi minder, lelah, patah semangat, dan terpicu untuk menyerah.

Rekanku pernah bilang,

“Kalau daku sedang kerja, lalu capek, daku akan meninggalkan pekerjaan itu sejenak dan beristirahat. Enggak akan memaksakan.”

~

Tetapi hal ini juga jangan sampai dijadikan alibi untuk menunda-nunda eksekusi ide yang ada. Jika leluasa untuk menulis tiap hari, tentu seyogyanya kita memanfaatkan kesempatan itu. Jika tidak, tak perlu dipaksakan atau terus jadi bahan pikiran.

Apa pun gaya kreativitas dan produktivitas kita, semoga passion dan antusias menulis masih tetap terjaga. Aamiin… Tidak Menulis Tiap Hari itu Tidak Apa-Apa. #RD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 + 15 =