4 Pelajaran yang Datang Kalau Kita Memalsukan Tanggal Lahir di Media Sosial

4 Pelajaran yang Datang Kalau Kita Memalsukan Tanggal Lahir di Media Sosial

ulang tahun, hari ulang tahun, ulang tahun palsu, ulang tahun di media sosial, potografi ulang tahun, seni ulang tahun

Gambar: Stock Photo

Di hari ulang tahunmu, orang yang kamu kenal atau tidak, berbondong-bondong mengucapkan “selamat ulang tahun” disertai doa dan harapan. Apa kamu senang?

Di era media sosial seperti sekarang, kamu tanpa sadar jadi lebih terbuka. Kamu seringkali membagikan isi pikiran, suasana hati, pekerjaan, poto terbaru, pasangan terkini, anggota keluarga, lokasi, dll. Kalau tidak bijak dan hati-hati, kamu bisa terjebak jadi sosok yang oversharing. Apa-apa dibagikan, termasuk informasi yang semestinya privat.

Salah-satu info diri yang kerap disebar yaitu tentang tempat tanggal lahir.

Ketika pertama kali membuat akun Facebook di tahun 2009, daku menuliskan tanggal lahir asli. Tetapi tak lama kemudian, daku mengubahnya menjadi 07 Agustus, yang menjadi tanggal lahir palsu. Tanggal tersebut cukup awet daku pakai. Dan tiap tahunnya, ada saja akun – dikenal atau asing – yang mengucapkan selamat hari ulang tahun di tanggal itu.

Awalnya iseng belaka, tetapi lama-lama ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik di dalamnya. Apa saja? Jom!

#1. Kepercayaan Di Media Sosial

Ketika diminta mengisi berbagai keterangan di profil atau biografi media sosial, ada yang memilih jujur total, banyak juga yang ngarang… total. Kamu bisa dengan mudah memalsukan nama, alamat, pekerjaan, status, memosting poto editan, dll, termasuk dengan membangun penciteraan. Tak semua orang akan tak memercayainya. Kemungkinan seseorang untuk terjebak cukup banyak.

Ketika memalsukan tanggal lahir menjadi 07 Agustus, daku hanya memiliki maksud untuk menjaga privasi. Tetapi tanpa sadar, daku juga telah melakukan kebohongan publik.  Apalagi ketika mayoritas teman-teman dumay memang memercayainya… begitu saja. Dalam hati, daku tertawa miris, apalagi setelah beberapa teman dekat menghubungi japri. Lalu setelah daku ubah kembali menjadi tanggal lahir asli, ternyata ada yang menyadarinya, dan menanyakan, ‘bukannya lahir bulan Agustus, ya? Kok jadi Juni?’. Nah lho?!

#2. Ngetes Orang-Orang

Kadang daku kaget sendiri ketika kronologi Facebook tiba-tiba penuh di tanggal 07 Agustus. Oh pantesan, hari ini adalah hari ulang tahun settingan versi media sosial. Kontras dengan hari jadi asli, yang dinding/ kronologinya justru sepi. Hanya segelintir orang yang mengucapkan.

Menyedihkan, sih, tetapi ada hikmah besar di dalamnya. Kamu jadi bisa menebak, mana orang yang beneran tahu dan peduli tanggal lahir aslimu. Mereka tak terkecoh oleh tanggal lahir palsumu. Senang dan merasa spesial jadinya.

ulang tahun, ulang tahun perempuan, ulang tahun anak, hari ulang tahun, ulang tahun palsu, ulang tahun di media sosial, potografi ulang tahun, poto anak kecil lari dengan balon

Gambar: Krista Campbell Photography

#3. Mengurangi Kesibukan di Media Sosial

Karena tanggal lahir benerannya disembunyikan, media sosialmu jadi senyap pemberitahuan. Tak banyak orang yang mengirim ke dinding, ke inbox, atau ngetag. Di hari spesial itu pun, kamu bisa leluasa melakukan aktivitas ulang tahun sesuai keinginan sendiri.

Beda kondisinya ketika notification medsosmu ramai di hari ultah asli. Kamu akan sangat sibuk. Kamu harus membubuhkan tanda like atau merespons mereka satu per satu. Belum lagi kalau kamu kepincut untuk upload poto, kue, hadiah, screenshot ucapan paling berkesan, dlsb.

#4. Terhindar Dari Kebahagiaan Semu

Ada rasa senang, puas, dan terharu ketika orang-orang yang tidak saling kenal dengan kamu pun mengucapkan dan merangkaikan kata-kata indah untukmu. Selama hari ultahmu, sekitar 24 jam-an, kamu merasa menjadi sosok yang spesial dan disayang banyak orang. Semakin lama, semakin banyak saja nama akun yang meluangkan waktu untuk mengirimkan kata-kata, gambar, gif, atau video bertemakan birthday. Tanpa sadar, kamu juga terus menghitungnya. Semakin tinggi jumlahnya, semakin puas rasanya.

Tetapi momen itu tidak dirasakan dalam jangka waktu lama. Keesokan harinya, keadaan kembali menyepi. Tak ada aksi saling balas like atau komentar. Interaksinya seakan mampet di momen ultah saja.

Kadang jadi lucu sendiri, tanpa disadari, kamu jadi mengukur kebahagiaan hari jadi dari jumlah akun yang mengucapkan selamat ulang tahun. Kalau banyak yang mengucapkan, senyumanmu jadi melebar. Tetapi kalau hanya sedikit yang mengucapkan, kamu bisa merengut seharian.

~

Ngomong-ngomong, apa kamu sendiri suka memerhatikan siapa yang ulang tahun dan mengirimkan ucapan pada orang-orang? Hehe… daku angkat tangan. 4 Pelajaran yang Datang Kalau Kita Memalsukan Tanggal Lahir di Media Sosial. #RD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *