5 Hal yang Harus Dipertimbangkan Introvert Ketika Ingin Menjadi Freelancer atau Tenaga Lepas

Posted on

5 Hal yang Harus Dipertimbangkan Introvert Ketika Ingin Menjadi Freelancer atau Tenaga Lepas

freelance adalah, yang dipertimbangkan sebelum menjadi freelancer, introvert freelance, cara mendaftar freelancer,c ara menjadi freelancer pemula, cara mendapatkan pekerjaan freelance, penghasilan freelance
Image: labourbeat.org

Kalau dibikin survey, mayoritas introvert memang bukan sosok yang mendambakan sorotan dan jadwal hangout yang padat. Mereka lebih memilih bekerja “di belakang layar”, santai, fleksibel, nyaman sendirian, dan tidak terkekang aturan. Karena itu, banyak introvert yang merasa kurang cocok bekerja di perusahaan besar, atau bekerja sama dengan banyak orang.

Kadang mereka terpaksa bekerja karena butuh, padahal ada rasa jengah tersendiri. Mereka mendambakan suasana kerja yang nyaman bagi introvert. Dan di saat yang sama, mereka bisa berpenghasilan besar. Kalau sudah nekad, mereka bisa keluar dan mencari profesi lain.

Banyak yang kemudian banting stir ke ranah entrepreneurship atau kewirausahaan. Banyak juga yang memilih karier seperti arsitek, web developer, seniman, atau juga freelance. Dan mendengar kata ini, rasanya hidup dan perjalanan karier kita akan serba indah.

Freelance identik dengan jalan usaha yang tidak mengikat kita dengan bos, majikan, atasan, leader, dan semacamnya. Pekerjaan ini juga tidak menetapkan masuk dan pulang jam berapa, harus mengenakan seragam yang mana, harus bikin tim dengan siapa, harus memasarkan produk ke mana, harus merayu siapa saja, dsb. Pokoknya bebas, bisa menghasilkan uang, bisa memiliki quality time dengan orang-orang tersayang, dll.

Tetapi jangan tergesa-gesa dulu. Pertimbangkan saja hal-hal berikut ini. Jom!

#1. Interaksi itu Akan Selalu Ada

Kalau ke luar dari pekerjaan lama karena tak tahan harus terus berinteraksi, maka mohon maaf, freelancer pun tak akan lepas dari urusan dengan pihak lain. Sebagai tenaga lepas, kita tetap harus berkomunikasi dengan klien atau mitra kerja. Sebut saja penulis, potografer, blogger, dll. Mereka juga harus mendiskusikan proyek, bertransaksi, negosiasi, promosi, dll.

Kabar baiknya, kita memiliki kebebasan untuk memilih atau menerima ajakan. Tak yang memerintah, sebab kita sendiri yang menjadi bos dan penentunya. Kita juga bisa melakukan lobi terkait gaji, tempo kerja, media komunikasinya, dll. Sebab, banyak yang bisa menjalin kerja sama dari interaksi via email, telepon, atau media sosial saja.

#2. Masih Bisa Ketemu Deadline atau Tenggat Waktu

Menjadi freelance bukan berarti akan terhindar dari yang namanya deadline. Ada beberapa freelancing yang tetap mempertemukan kita dengan tenggat waktu. Misalnya seorang reseller harus mendistribusikan orderan customer di waktu yang tepat agar mereka puas dan tetap bertahan. Seorang penulis juga seringkali diberi tempo untuk menyelesaikan pekerjaannya. Intinya, jiwa disiplin dan sikap menghargai waktu harus tetap tertanam.

#3. Tetap Bekerja untuk/ dengan Orang Lain

Meski kita sudah memiliki toko online, kedai, atau blog sukses, bukan berarti kita akan lepas dari semua orang. Bukan berarti kita tidak akan butuh siapa pun. Justru kita “digaji” oleh pembeli/ pelanggan, pengunjung blog, pemberi job review, dll.

#4. Tidak Terjamin

Tak ada yang mendaftarkan seorang freelancer menjadi peserta BPJS. Tak ada juga yang menjamin asuransinya. Untuk itu, salah-satu tantangan berat bagi freelance adalah kemampuan untuk berdiri di kaki sendiri.

#5. Lingkungan yang Memandang Sebelah Mata

Kalau memiliki jiwa cuek, mental kuat, optimisme, dan rasa percaya diri, poin ini tentu tak akan menjadi masalah besar. Tetapi banyak juga orang yang sangat memerhatikan pendapat masyarakat terhadap dirinya. Bagaimana pun, freelance seringkali diasumsikan sebagai seorang pengangguran banyak acara, tak punya status sosial tinggi, atau hanya tenaga serabutan yang enggak jelas juntrungannya.

Tidak bekerja di bawah telunjuk orang lain pasti asyik. Keadaan inilah yang sangat diimpikan oleh introvert kebanyakan. Rasanya hidup ini ideal…

Tetapi begitulah, risikonya juga tidak main-main. Banyak hal yang harus kita pertimbangkan sebelum memetik keputusan. 4 Hal yang Harus Dipertimbangkan Introvert Ketika Ingin Menjadi Freelancer atau Tenaga Lepas. #RD

 

2 thoughts on “5 Hal yang Harus Dipertimbangkan Introvert Ketika Ingin Menjadi Freelancer atau Tenaga Lepas

  1. Kalau memang introvert ingin main-main ke dunia freelance sih enggak salah buat belajar test MBTI juga, di mana untuk memudahkan pekerjaan freelance, introvert bisa belajar mengembangkan E-nya. E ini dipake buat berhubungan dengan rekan bisnis kita nantinya. Bagus tuh 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 5 =