Cerita Tentang Orang-Orang Yang Paling Beruntung

Cerita Tentang Orang-Orang Yang Paling Beruntung

orang yang beruntung, perempuan yang beruntung, cerita orang yang beruntung, orang beruntung menurut islam, orang beruntung dalam surat almukminun, orang beruntung dalam alquran

Via: Entrepreneur.com

Lihatlah betapa beruntungnya Si A. Dia sudah memiliki mobil sendiri. Dompetnya tebal, penuh dengan uang dan kartu kredit premium. Makannya di restoran mahal. Kalau bosan, dia tinggal beli tiket ke luar.

Tapi A pernah bilang, ‘betapa beruntungnya B. Dia sudah memiliki anak dan pasangan bahagia’.

Dan, lihatlah betapa beruntungnya Si B. Dia menikahi orang yang dicintainya. Mereka bahkan sudah dikaruniai buah hati. Keluarga masing-masing pihak juga sangat mendukung rumah tangga mereka.

Tapi B pernah bilang, ‘betapa beruntungnya A. Dia masih sendiri, muda, kaya, dan bebas dari tanggung-jawab berat’.

~

Lihatlah betapa beruntungnya Si C. Dia masih muda, berpenampilan menarik, dan mampu mengenyam pendidikan tinggi. Sudah pasti, masa depan gemilang ada dalam genggamannya.

Tapi C pernah bilang, ‘betapa beruntungnya D. Kerjaannya hanya bermain dan berpesta. Postingan-potingan di media sosialnya sangat seru dan menyenangkan’.

Dan, lihatlah betapa beruntungnya Si D. Kehidupannya terlihat begitu fun. Dia populer dan memiliki banyak teman. Hampir semua orang mengenal dan menyapanya. Mantannya juga banyak. Dia berstatus jomblo, paling lambat hanya seminggu saja.

Tetapi D pernah bilang, ‘betapa beruntungnya C. Dia memiliki passion, cita-cita, serta hobi yang jelas dan bermanfaat. Gaya hidupnya terdidik, tertata, dan bermakna. Dia juga tidak dikelilingi oleh teman yang hanya ada di waktu bahagia, lalu menghilang di kala duka’.

~

Lihatlah betapa beruntungnya Si E. Hobinya main video games, sampai-sampai dia jadi sangat mahir. Kerennya, dia menjadi youtuber sukses, hanya dengan membuka kesempatan pada orang-orang untuk menyaksikan permainannya. Uangnya melimpah, teman-teman komunitasnya juga sangat menyeganinya.

Tetapi E pernah bilang, ‘betapa beruntungnya F. Dia bisa ke luar rumah, terkena cahaya matahari, dan bisa menggerakkan tubuhnya. Komunikasinya dengan orang-orang juga terlihat lancar. Bahkan dia terlihat memiliki banyak sahabat dan seorang belahan jiwa yang setia’.

Dan, lihatlah betapa beruntungnya Si F. Dia sudah memiliki pekerjaan. Pagi pergi, petang datang, dan di akhir bulan mendapat uang. Selain sudah memiliki pasangan, rekan kerjanya juga banyak.

Tetapi F pernah bilang, ‘betapa beruntungnya E. Waktunya fleksibel dan tak pernah bertemu dengan yang namanya deadline. Dia juga bisa menghabiskan lebih banyak quality time di rumah. Belum lagi pekerjaannya tidak mengundang rekan-rekan kerja, yang kebanyakan tersenyum di depan, tetapi saling tusuk di belakang.

~

Orang-orang banyak yang fokus membidik sisi beruntung dari orang-orang lainnya.

Lalu ada seorang lagi…

Dia tengah terkapar di kasur. Semua orang yang familiar di matanya terus mengelilinginya. Ada keluarganya yang memiliki latar belakang beragam, rekan kerjanya yang memiliki banyak utang, tetangganya yang berbaju compang-camping, kerabatnya yang diamanahi anak kelainan mental, dan orang-orang lain yang panca inderanya masih berfungsi normal.

Pandangannya kabur. Dia tahu dan bisa merasakan, waktunya untuk bernapas tinggal sebentar. Dia pun merenung dalam hati,

‘mereka semua sangat beruntung. Mereka masih memiliki kesempatan yang lebih panjang. Ah, andai saja ada tambahan waktu…

~~~

Well, cerita di atas hadir setelah daku mengunjungi alden-tan.com yang sempat membahas The Lucky Guy.

Ukuran beruntung atau tidaknya seseorang memang agak sulit. Pandangan kita pasti berbeda-beda. Tetapi kalau menurut Surat Al Mukminun (1-9), orang-orang yang termasuk beruntung digambarkan sebagai berikut:

  • Mereka yang beriman
  • Mereka yang mampu sholat dengan khusyuk
  • Mereka yang mampu menjauhkan diri dari perbuatan atau perkataan sia-sia
  • Mereka yang mampu menunaikan zakat
  • Mereka yang mampu menjaga kemaluannya
  • Mereka yang mampu bertanggung-jawab akan janji atau amanah
  • Mereka yang mampu memelihara ibadah sholatnya

Hhh… ternyata orang yang paling beruntung itu, menurut Alqur’an, bukanlah mereka yang selama ini kita pikirkan. Bukan mereka yang kekayaannya tak tertampung, bukan yang parasnya bikin kagum, bukan yang keturunannya banyak, bukan yang nikah berkali-kali, bukan yang diganderungi penggemar, bahkan bukan pula mereka yang masih (sebatas) hidup.

Jadi selama ini, sudah beruntungkah kita? Cerita Tentang Orang-Orang Yang Paling Beruntung. #RD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *