Dunia Sudah Keras dan Kejam Padamu, Apa Kamu Akan Begitu Juga Pada Dirimu Sendiri?

Posted on

Dunia Sudah Keras dan Kejam Padamu, Apa Kamu Akan Begitu Juga Pada Dirimu Sendiri?

sendirian, dunia begitu kejam, keras terhadap diri sendiri, kata kata kejamnya dunia, kejamnya dunia misteri ilahi, dunia memang kejam, kejamnya hidup, dunia itu kejam,
Via: magazinefuse.com

Kapan kamu akan mencoba lebih lembut pada dirimu sendiri?

Sebagaimana yang kamu rasakan, dunia memang bukan tempat bermanja-manja. Dunia menghujankan banyak pertanyaan, persoalan, ujian, rasa sakit, dll. Tak jarang kalau kamu dibikin menangis, tersungkur, berprasangka buruk terhadap Sang Pencipta, bikin pikiran dan hatimu sendiri cekcok.

Dari dulu dunia memang sudah keras, bikin susah, dan tidak tegaan. Dan tanpa terasa, kamu memperparah keadaan dengan mempersulit diri sendiri.

Sudahlah… tugasmu bukan untuk mencari jawaban dan memecahkan semua masalah.

Sudahlah… menjalani kehidupan yang tak sesuai dengan harapan bukan berarti kamu ini gagal total. Setidaknya hargai ikhtiar diri sendiri. Hargai juga kekuatan untuk tetap bertahan dan menghadapi semuanya.

Sudahlah… tak perlu membanding-bandingkan kehidupan diri sendiri dengan orang lain. Mereka tampak memiliki segalanya, menjalaninya dengan mudah, dan menikmati hidup ini. Tetapi itu hanya penampakannya saja. Kita tak pernah tahu.

Sudahlah… tak perlu menyesali, memarahi, dan menyalahkan diri sendiri atas semua hubungan percintaan yang cacat atau gagal. Kamu menyaksikan sendiri, bagaimana pasangan yang terlalu manis dan mesra pun bisa bercerai berai. Semua itu menjadi proses penyaringan, sampai kamu menemukan siapa pemenang yang layak.

Sudahlah… redakan dendam atas semua penolakan yang kamu terima. Menyakitkan, memang. Kamu sudah berjuang dan memberikan yang terbaik, namun yang didapat hanyalah gelengan. Tertolak. Tetapi harus dicamkan, kalau penolakan itu tidak berarti kalau kamu ini sangat buruk, sangat tak pantas, dan sangat kekurangan. Penolakan bisa jadi merupakan ‘si buruk rupa yang mengantarkan aneka hadiah terbaik’. Penolakan membuat kamu lebih tegar, penolakan menjadi cara Tuhan untuk melindungi hati, penolakan menjadi belokan yang mengarahkanmu pada jalan terbaik, dan penolakan menjadi motivator besar untuk mengubah diri menjadi lebih keren lagi.

Sudahlah… tak perlu menenggelamkan diri dalam lautan rasa salah. Tak apa untuk bilang ‘tidak’ ketika hati sendiri memang membisikkan kata ‘tidak’. Hilangkan rasa tak enak karena bisa menyinggung atau mengecewakan seseorang. Kamu tak bisa selalu bilang ‘iya’ hanya karena kasihan dan tak enak. Terlalu sering mengorbankan diri sendiri tentu akan jadi siksaan abadi.

Sudahlah… kesempurnaan itu tak pernah ada. Kamu tak bisa menjadi anak yang sempurna, orang tua yang sempurna, pasangan yang sempurna, sahabat yang sempurna, tetangga yang sempurna, dan manusia yang sempurna. Kamu ini hanya manusia biasa. Maafkan segala kesalahan dan kekhilafan dirimu sendiri. Terus berusaha menjadi yang terbaik, tetapi tak perlu memberi hukuman berat pada diri sendiri ketika khilaf, salah, atau lupa.

Sudahlah… kamu sudah memiliki banyak musuh. Tak perlu menambahnya. Jangan sampai kamu juga menjadi musuh bagi diri sendiri.

Dunia sudah mengutus banyak hal, yang kemudian menjelma menjadi musuh nyata. Dunia terus menantang dan memberondongkan ujian. Dunia tak mau tahu. Sekalipun kamu sedang capek, sedang bad mood, sedang jengah, sedang sakit, atau sedang mengeluh dengan menjerit-jerit. Apa dunia peduli?

Kalau semua itu ditambah dengan kerasnya kamu terhadap diri sendiri, bagaimana?

Perjalanan masih panjang. Kamu harus belajar untuk menerapkan apa yang orang-orang sarankan; dekati Tuhan, bersabar, menerima, lembut terhadap diri sendiri, tetap teguh berusaha, dan iringi dengan doa. Semua itu bisa menjadi senjata andalan ketika dunia memasang badan untuk mempertajam serangan. Dunia Sudah Keras dan Kejam Padamu, Apa Kamu Akan Begitu Juga Pada Dirimu Sendiri? #RD


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *