Reuni Sebagai Ajang Silaturahmi, Bukan Membanding-bandingkan Diri

Posted on

Reuni Sebagai Ajang Silaturahmi, Bukan Membanding-bandingkan Diri

reuni, reunian sekolah, manfaat reuni dalam islam, kata kata reuni, reuni pamer, acara reuni, reuni ajang perselingkuhan, reuni ajang pamer, reuni membanding bandingkan diri
Via: cungklik.com

“Enggak mau dateng ke acara reuni, ah! Malu… daku enggak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi…”

“Ah, daku mah kismin. Kaleng kue Monde juga isinya rengginang alot. Enggak pede mau datangnya juga…”

“Reuni? Mau sih mau, tapi daku mah apa atuh…

Pernahkah ada teman kita yang berkata demikian tiap kali musim reuni datang? Atau, mungkin kita sendiri juga tidak datang reuni karena alasan tersebut? Well…

~

Salah-satu tips ampuh untuk menghancurkan rasa percaya diri seseorang yaitu… membandingkannya dengan orang lain.

Ketika reuni, temu kangen, halal bil halal, dsb, fenomena membanding-bandingkan ini kerap terjadi. Sesuatu yang biasa dibandingkan itu tak jauh dari penampilan, prestasi atau pencapaian, harta, pasangan, keturunan, jumlah followers medsos, dan apa pun itu. Kalau kita larut pada sesuatu yang belum dimiliki atau merasa apa yang sudah digenggam itu tak sebanding dengan yang lain, kemungkinan besar kepercayaan diri itu bisa anjlok.

Lebih lagi kalau kita langsung “menghakimi” bahwa kehidupan mereka itu lebih sempurna, lebih bahagia, dan lebih jauh dari drama. Sementara kehidupan kita begitu mengiris, dramatis, dan paling blangsak sejagat. Wew.

Lalu kita mulai menuding Sang Pencipta yang sudah menyusun semua skenarionya, menuding keluarga yang tak memiliki relasi penting, menuding sekolah yang dinilai enggak ngefek, menuding negara yang dianggap tidak memudahkan, menuding budaya sogok-menyogok, menuding budaya titip-menitip, menuding segala ujian yang menghalangi impian, dll.

Sampai kita lupa, bahwa tak semua orang memeroleh kesuksesan dari jalan instan. Banyak juga yang meraihnya lewat perjuangan panjang dan pengorbanan besar. Mungkin lebih berliku dari kisah hidup yang kita alami saat ini.

Reuni dan Pamer Diri

Jangan dulu nengok kiri kanan, kita bisa tanya diri sendiri. Ketika ada rencana untuk reuni akbar, di palung hati yang paling dalam, sebenarnya kita memang kangen dan ingin bertemu dengan kawan-kawan. Tetapi di sisi lain, kita juga begitu memikirkan segala hal, termasuk sesuatu yang sekiranya bikin kita percaya diri.

Ada sosok yang tidak berpikir njelimet. Yang penting dia berpenampilan oke dan merasa pede, lalu berangkat demi bernostalgia bersama dan menyambung tali silaturahim. Ada lagi sosok yang berpikir negatif. Dia merasa kurang oke dan pede, sehingga menggunakan seribu alasan untuk tidak datang, dan terpaksa memendam kerinduan. Lalu ada juga yang berpikir kalau reuni bisa menjadi momentum untuk memamerkan diri. Dia pun pusing dengan kostum, kendaraan, perhiasan, dll. Figur yang terakhir inilah, yang kerapkali menciderai niat dan tujuan utama dari sebuah reuni.

Apalagi kalau dalam kegiatan reuninya terdapat acara terselubung bertajuk “saling sharing pengalaman dan kesuksesan masing-masing”. Ujung-ujungnya, masing-masing saling membandingkan. Ada yang menganggap diri sudah sukses karena sudah jadi dokter, ada yang sudah jadi pengusaha dengan omzet besar, ada yang sudah jadi PNS, dll. Katanya sih agenda saling sharing itu bertujuan untuk menginspirasi atau memotivasi. Tetapi risikonya itu sangat tinggi, Bro-Sist. Bisa-bisa yang merasa belum sukses dan tidak memiliki status sosial apa-apa tidak akan pernah datang ke acara reunian. Teganya…

Kalau merunut kembali pada istilah REUNI, re diartikan sebagai “kembali”. Misalnya dalam kata replay, yang berarti memainkan kembali. Atau remake, yang berarti membuat kembali. Atau juga rearrange, yang berarti menyusun kembali. Sementara uni atau union bermakna sebagai “persatuan atau bersatu”. Jadi reuni itu intinya bersatu kembali. Ngumpul dan bernostalgia bersama dalam suasana nyaman.

Bukan pamer diri, pamer poto selfie, ajang balas dendam pada mantan, dsb. Bukan. Reuni Sebagai Ajang Silaturahmi, Bukan Membanding-bandingkan Diri. #RD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen + eighteen =