11 Tips Ala Orang Introvert Ketika Merasa Down atau Terpuruk

Posted on

11 Tips Ala Orang Introvert Ketika Merasa Down atau Terpuruk

merasa down, introvert merasa down, merasa terpuruk, merasa tidak berguna dalam hidup, ketika merasa terpuruk, merasa hidup tak berarti
Via: theintroverteffect.com

Siapa yang sedang merasa terpuruk dalam hidup?

Well, kamu enggak akan pernah sendirian. Bukan kamu saja yang tengah butuh motivasi atau penyemangat. Apalagi kalau kamu sosok introvert, yang memang memiliki kecenderungan untuk melankolis.

Pikiran introvert itu cukup sibuk, kadang-kadang sampai overthinking. Segala hal bisa jadi bahan pikiran. Tak ayal kalau introvert kerap merasa was-was, ragu-ragu, tidak percaya diri, dll. Lebih lagi kalau kita memang tengah menghadapi suatu permasalahan yang real.

Perasaan down atau tersungkur itu memang tak bisa kabur.

Lalu bagaimana cara mengatasinya? Kita diskusikan, ya. Jom!

  1. Tak Perlu Terobsesi untuk Sempurna dan Memiliki Segalanya

Wajar saja kalau kita ingin meraih aneka gelar, menguasai ini-itu, melakoni berbagai pekerjaan, pandai bergaul, hidup seperti orang kebanyakan, dll. Tetapi perlu waspada juga kalau semua itu jadi obsesi yang membuat kita lupa diri dan lupa untuk berbahagia. Apalagi kalau kita sampai terlalu perfeksionis, selalu resah, menyalahkan kekurangan diri, dan selalu menuding keadaan yang tidak mendukung.

‘Gara-gara gak punya uang, jadi deh gak bisa nerusin sekolah’, ‘gara-gara bersifat introvert, jadi deh gak punya banyak temen’, ‘gara-gara berkacamata, jadi deh gak lolos tes kerja’, dll.

Kita kadang terlalu fokus pada sesuatu yang belum dimiliki atau dikuasai, sehingga efeknya hanyalah sedih, kecewa, cemburu, dan marah. Coba kita belajar untuk lebih puas dan bersyukur atas apa yang dikaruniakan Tuhan YME. Bicara tentang materi memang tak akan ada kenyangnya.

Seorang pejabat, yang kita nggap sudah hidup makmur berkecukupan pun, ternyata terjerembab pada kerakusan yang mencelakakan dirinya dan keluarga. Padahal kebahagiaan itu tidak diukur dari banyaknya harta yang kita punya. Kita tak bisa menyimpulkan kalau Si A yang punya 3 mobil pasti lebih bahagia daripada Si B yang punya 1 mobil saja.

  1. Tetap Fokus Pada Rasa Bahagia

Bisa dibilang, bahagia itu adalah pilihan. Ketika membuka mata, dunia sudah memberi banyak opsi. Ada yang bikin kita galau, ada  yang bikin kita antusias, ada yang bikin kita gelisah, ada yang bikin kita minder, ada yang bikin kita sakit, ada yang bikin kita bahagia, dll. Kita hendak memilih yang mana?

Bahagia tidak datang ketika kita mendapat hadiah saja, ketika kita gajian saja, ketika kita menghabiskan waktu dengan orang tercinta saja, dll.

Kalau kita mau, dalam keadaan apa pun, bahagia itu bisa diperjuangkan. Di tengah keadaan keluarga yang kurang mampu, seseorang yang sangat kelelahan tetap merasa bahagia. Dia bersyukur sebab masih bisa melakukan sesuatu untuk orang-orang yang layak diperjuangkan.

Di tengah cacian dan ancaman haters, seorang selebritis yang sangat terpukul tetap merasa bahagia. Dia bersyukur sebab masih bisa berkarya dan menghasilkan pundi-pundi untuk keluarganya.

Nah, mereka lebih fokus atau konsentrasi pada sesuatu yang bikin bahagia, bukan pada sesuatu yang membuatnya frustasi atau  putus asa.

jangan lupa bahagia, fokus bahagia, tetap tersenyum, merasa down, introvert merasa down, merasa terpuruk, ketika merasa terpuruk, sendiri bahagia
Via: shutterstock.com
  1. Belajar Melepaskan atau Merelakan

Introvert cukup kesulitan untuk mengikhlaskan seseorang yang terlanjur disayangi/ dipercayai, lingkungan yang terlanjur akrab, hewan peliharaan yang terlanjur dikasihi, dll. Namun kita seharusnya hanya menggenggam, bukan mencengkeram. Kita juga tak seharusnya terlalu menumpahkan harapan.

Segala sesuatu yang keterlaluan itu tidak baik dan rentan menghadirkan kekecewaan.

Terus belajar untuk mempersiapkan diri kalau-kalau ada perubahan yang terjadi. Jangan sampai menetap di masa lalu. Hidup terus berlanjut. Siapa tahu kebahagiaan di masa depan tengah menunggu.

  1. Bicarakan Pada Seseorang

Seseorang yang amanah dan mampu menyimak curhat jadi salah-satu harta berharga bagi introvert. Ketika sedang merasa down, kita bisa meluapkannya secara bebas lepas, tanpa ada ketakutan kalau orang tersebut akan membocorkannya. Dengan demikian, setidaknya beban kita jadi berkurang.

Hanya karena merasa strong, bukan berarti kita tidak membutuhkan orang lain. Bukan berarti kita harus memangku semua masalah sendirian. Tak apa untuk menangis atau menunjukkan sisi lemah di hadapan seseorang yang paling memahami. Sungguh, ttak apa, Dear.

  1. Jaga dan Rawat Diri Baik-baik

Ketika merasa down atau terjatuh, kita biasanya abai pada keadaan diri sendiri. Tak peduli sudah makan atau belum, tak peduli olahraga, tak peduli mandi, dll. Kalau keadaannya sudah begitu, kesedihan dan kegalauan akan semakin dimanjakan. Apalagi kalau sampai nekat menyakiti diri sendiri. Setan atau Iblis bisa mudah merasuk.

Justeru kita harus bertindak tegas. Lekas cuci muka, mandi, solat, olahraga, masak, makan, atau bergeraklah. Dorong mood agar tidak melempem, melainkan baikan. Bisa juga kita manjakan diri dengan ngopi enak, makan cokelat, berendam, tidur seharian, dll. Mungkin kita hanya lelah dan perlu jeda untuk memulihkan energi yang ada.

Selanjutnya: 6. Menolong atau Membahagiakan yang Lain


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *