8 Cara Supaya Kita Tidak Kepo atau Tergoda untuk Stalking Orang Lain

Posted on

8 Cara Supaya Kita Tidak Kepo atau Tergoda untuk Stalking Orang Lain

berhenti stalking, berhenti stalking mantan, cara berhenti stalking, cara berhenti stalking mantan, cara supaya kita tidak kepo, agar tidak kepo, ciri ciri orang kepo, berhenti ngepoin orang
Via: apogeesocialmediagroup.com

Siapa yang sering kita kepoin? Akun mana yang sering jadi objek stalking? Ngaku saja… hehe…

~

Postingan ini terinspirasi dari pembaca blog, yang mengaku kepo atau memiliki rasa ingin tahu berlebih, tetapi punya niat untuk mengurangi bahkan menghilangkan rasa kepo tersebut.

Well, yang punya akun media sosial pasti ‘terpycu dan terpelatuq’ untuk melakukannya. Oke enggak apa-apa kalau enggak ngaku atau merasa tidak suka melakukannya. Tetapi sepertinya mayoritas pengguna medsos memang demikian, ya?

Ada yang ngepoin gebetan, mantan, pasangan sendiri, teman sekolah, guru, saudara, tetangga, selebritis, pemilik online shop, selebgram, youtuber, blogger, sampai entah-siapa-dia yang tiba-tiba membetot perhatian.

Kadang kita tak sadar untuk mengklik profil seseorang, lalu berlanjut menggali informasi terkait mereka. Bahkan merambah pada profil lain, postingan lamanya, caption-nya, komentar-komentarnya, siapa yang difollow-nya, siapa yang dia tag atau mention, postingan mana yang disukainya, jam berapa kebiasaan online-nya, di mana lokasinya, dll. Orang kemudian menyebutnya sebagai aksi stalking, alias mamata-matai segala aktivitas seseorang di dumay.

Emangnya enggak boleh?

Siapa bilang? Silakan saja, tak ada yang mendikte kita, kok. Normal kalau penasaran. Tetapi segala sesuatu itu akan berubah jadi tak wajar kalau kadarnya berlebihan. Iya, ‘kan?

Banyak faktor yang membuat kita ngepoin atau stalking jejaring sosial seseorang. Mungkin sekadar hiburan, ketidaksengajaan yang berujung ketagihan, lagi enggak ada kerjaan, atau murni karena ingin tahu. Tetapi sebagaimana yang dirasakan, ngepoin atau stalking berlebihan itu enggak recommended. Lebih baik dikurangi.

Kalau terlalu larut bisa menghadirkan efek yang sangat buruk. Kita buang-buang kuota, menyia-nyiakan waktu, bikin mood swings, serta mengundang rasa-rasa yang negatif (sakit hati, cemburu, stress, depresi, dendam, dll). Nah…

Lalu bagaimana cara mensiasatinya? Kita diskusikan, ya. Jom!

Selanjutnya:

8 Cara Supaya Kita Tidak Kepo atau Tergoda untuk Stalking Orang Lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − nine =