14 Hal yang Pura-Pura Kita Benci Tapi Diam-Diam Malah Disukai

Posted on
  1. Cinta, Cinta, dan Cinta

Sebagian dari kita mungkin akan memutar bola mata ketika ada orang yang mengagung-agungkan cinta. Yang satu sibuk memuji karya-karya berbau romansa, yang satu mengkampanyekan ‘all we need is love’, yang satu sampai rela melakukan segalanya demi cinta, dsb. Kita menyebutnya lebay alay, atau mungkin bullshit belaka.

Tetapi diam-diam, ada rasa syukur juga ketika orang-orang yang mengandalkan cinta itu “belum punah”. Setidaknya dunia ini jadi memiliki harapan untuk damai dan harmonis.

  1. Masa Lalu Buruk

Mohon maaf kalau poin yang satu ini langsung mengubek kenangan pahit dan tidak mengenakkan. Well, kamu tidak sendirian. Pasti banyak orang yang memiliki sisi kelam di masa silam.

Kita tentu membencinya. Tetapi begitu dipikir-pikir lagi, kita juga jadi kebanjiran hikmah. Setidaknya kita sempat ‘lulus’ ujian, terdidik jadi lebih kuat, lebih tegar, dan lebih mengerti permainan hidup.

  1. Sesuatu yang Membuat Kita Menangis

Banyak hal yang bisa mengundang air mata atau isak tangis kita. Sebut saja kelakuan orang, postingan di internet, buku bacaan, film sedih, lagu galau, acara sungkem sama orang tua, momen ketika berdoa, dll. Kita mengaku benci untuk menangis, membuat tampilan jadi kurang enak dipandang, dan menciptakan citera lembek atau cengeng.

Namun setelah menangis, ada sensasi puas dan lapang tersendiri. Semua emosi itu membuat kita ‘gerak’, terguncang, dan bergejolak.

  1. Orang yang Terlalu Terbuka

Kadang-kadang kita bertingkah ‘sok risih’ karena ada orang yang terlalu terbuka pada kita. Apa-apa bilang, apa-apa update. Namun jauh di dalam hati, kita sebenarnya menyukai hal tersebut.

Kita suka diposisikan sebagai sosok istimewa, sehingga mereka hanya cerita pada kita saja, tidak pada yang lainnya. Lagipula, ada kebanggaan tersendiri ketika orang lain bisa terbuka soal kisah, passion, atau bahkan rahasia mereka. Kepercayaan itu sangat berharga!

  1. Dicemburui

Pernah merasa keki enggak sih ketika seseorang cemburu pada kita? Entah itu cemburunya pasangan sampai ada yang disertai sikap possesif, orang-orang terdekat, atau bahkan orang asing sekalipun. Kesannya… gimana, gitu?!

Tetapi diam-diam, selama tidak berlebihan, kita juga menyukainya… ‘kan?

  1. Diam dan Kesunyian

Momen sunyi, sepi, dan senyap kadang ambigu. Kadang kita membencinya karena dianggap terlalu kosong dan mengerikan. Tetapi kita juga sering berubah suka karena memberi efek ketenangan dan kenyamanan luar biasa. Lebih lagi dunia ini sendiri sudah sangat berisik. Di mana-mana terdengar bising. Jadi kalau suasana berubah senyap, ada suatu rasa yang terserap.

  1. Ketidaksempurnaan

Pernah membenci keadaan karena kita tak tahu semua hal? Karena kita tak bisa menjangkau apa yang diinginkan? Karena kita pernah kalah? Karena kita pernah gagal? Karena kita pernah lemah? Karena kita pernah hilang arah?

Terkadang kita membenci diri sendiri, membenci dunia, bahkan sampai khilaf menuding-nuding Sang Pencipta. Tetapi kalau hatinya sudah jernih, kita jadi malu dan dibikin berpikir sendiri. Kita memang hanya manusia… biasa. Ada Dzat yang Maha Sempurna, yang menjadi tempat kita berlindung dan berserah diri.

~

Selama memiliki rasa, kita bisa menyukai atau membenci aneka hal. Kita juga memiliki kebebasan untuk beropini atau mengekspresikan selera. Kita bebas berbuat atau merasakan apa saja, tetapi kita tak bebas dari konsekuensinya.

Tetapi pada akhirnya… ketika kita menaruh kebencian akan sesuatu, ingat-ingat kembali apa sisi baik dari sesuatu itu. Perlahan tapi pasti, barangkali kita akan mengaku juga kalau ternyata begitu menyukainya. Hehe…

All in all, list ini bisa bertambah.  14 Hal yang Pura-Pura Kita Benci Tapi Diam-Diam Malah Disukai. #RD


2 thoughts on “14 Hal yang Pura-Pura Kita Benci Tapi Diam-Diam Malah Disukai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 − three =