7 Pelajaran Ketika Kita Bisa Mendengarkan atau Menyimak Curhat Seseorang

Posted on
mendengarkan, mendengar dan menyimak, 7 Pelajaran Ketika Kita Bisa Mendengarkan atau Menyimak Curhat Seseorang, pengertian pembelajaran mendengarkan, tujuan mendengarkan, perbedaan mendengar dan mendengarkan
Via: tboslerwriting.com

Dalam Bahasa Indonesia, ada istilah mendengar, mendengarkan, dan menyimak. Sementara dalam Bahasa Inggris, ada yang disebut “hear” dan “listen”. Keduanya merupakan aktivitas serupa namun sangat berbeda.

Mendengar adalah momen ketika kita menangkap suara, baik bahasa atau non bahasa, yang mungkin saja tidak disengaja. Misalnya mendengar suara pintu diketuk, mendengar suara jangkrik, mendengar suara orang berbincang, dsb.

Sementara menyimak menjadi momen yang lebih dalam dan intim. Ketika menyimak, kita tak hanya mendengar, melainkan juga mencurahkan perhatian agar paham. Entah itu menyimak lirik lagu atau juga menyimak seseorang yang berbicara sampai kita paham maksudnya.

Well, apa kita mampu menyimak seseorang? Apa kita bisa fokus mendengarkan tanpa diusik oleh apapun?

Menyimak memang jadi sesuatu yang terlihat simpel namun juga rumit. Tak semua orang mampu mendengarkan dan menyimak. Mayoritas dari kita ingin didengarkan dan disimak, yang lainnya diabaikan saja.

Bagaimana pun, menyimak tak hanya mensyaratkan indera pendengaran. Menyimak membutuhkan kemampuan untuk menekan ego. Menyimak juga membutuhkan perasaan.

Lalu apa istimewanya? Setidaknya menyimak bisa memengaruhi hidup dan memberikan 7 pelajaran berharga. Jom!

  1. Rasa Nyaman Membuat Seseorang Jadi Lebih Terbuka

Ketika ada seseorang yang curhat, lalu kita menyimak dengan seksama, kemungkinan besar orang tersebut akan terus terbuka. Hal itu dikarenakan dia sudah merasa nyaman, merasa dihargai, merasa diterima dengan baik, dan merasa tidak apa-apa untuk menunjukkan sisi lemahnya di hadapan kita. Dengan demikian, dia akan mulai menunjukkan apresiasinya. Bukankah diberi kepercayaan itu merupakan apresiasi yang sangat besar?

  1. Guru dan Pelajaran Berharga Ada Di mana-mana

Semakin peka, aneka pelajaran semakin nempel pada diri kita. Dan, menyimak bukanlah perbuatan yang sia-sia. Ketika meluangkan waktu dan konsentrasi untuk menyimak curahan hati seseorang, kita akan belajar banyak, bahkan tanpa harus mengalaminya dulu. Kita akan belajar tentang kejamnya narkoba dari seorang pemakai obat yang mempercayakan ceritanya pada kita.

  1. Menyimak itu Mempererat Persahabatan

Mayoritas sahabatku memiliki kemampuan untuk menyimak yang sangat baik. Hal itu saja bikin daku sangat bersyukur dan bertekad untuk menjaga persahabatan dengan mereka. Bagaimana pun, skill untuk menyimak itu tak dipelajari di lembaga kursus, sekolah, atau perguruan mana pun. Sangat bernilai!

  1. Kebutuhan Di Luar Pangan, Sandang, dan Papan

Salah dua dari kebutuhan pokok manusia yaitu bisa diterima dan diakui. Dan, kita bisa membantu memberikan kebutuhan ini hanya dengan aktivitas menyimak. Tak perlu banyak kata atau pujian yang terlalu manis, orang yang didengar dengan sungguh-sungguh bisa merasakannya sendiri.

  1. Menyimak Mengajarkan Tentang Kepercayaan

Ketika menyimak, secara tidak langsung kita sudah menepikan ego. Kita tak lagi memikirkan diri sendiri, melainkan orang yang sedang disimak. Kegiatan ini tentu sulit dilakukan jika kita tak memakai hati dan ketulusan. Sebagai “imbalannya”, kita akan memeroleh kepercayaan yang sangat besar.

  1. Menyimak itu Mengajarkan Kita Tentang Bujukan

Orang akan cenderung lebih terbuka jika kita terbukti bisa menyimak semua perkataannya. Bukan tak mungkin, mereka juga akan lebih percaya dan menerima apa pun yang kita katakan. Kalau Si A bersikukuh ingin kabur dari rumah, bisa jadi nasihat untuk mengurungkankan niat itu tak akan pernah didengarkan.

Tetapi kalau kita bersedia menyimak alasannya untuk minggat, kemungkinan besar dia akan menyimak juga bagaimana pendapat kita. Momen itu bisa dimanfaatkan untuk menyelipkan nasihat yang sebelumnya bahkan selalu dihiraukan.

  1. Menyimak Mengajarkan Kita Tentang Pengendalian Diri

Mendengarkan dengan sungguh menjadi salah-satu bentuk penguasaan diri sendiri. Kita jadi belajar untuk mengendalikan diri agar tidak memotong pembicaraan orang lain, menjudge/ menghakimi, serta tidak langsung memberondongkan saran.

Hhh…, tetap saja, menyimak itu jadi tugas yang gampang-gampang super susah. Paling tidak, kita harus belajar untuk tidak banyak bicara dulu, ya. Demikian, 7 Pelajaran Ketika Kita Bisa Mendengarkan atau Menyimak Curhat Seseorang. #RD


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 1 =