Olahraga itu Jangan yang Muluk-Muluk, Jalan Kaki Saja Sudah Cukup!

Posted on
olahraga, jalan kaki, olahraga jangan yang muluk muluk, olahraga cukup jalan kaki, perempuan jalan kaki sendirian
Via: shutterstock.com

Bukan! Judul postingan ini bukan berasal dari pemikiranku pribadi, kok.

Ceritanya, adikku menderita syaraf kejepit. Hal ini sangat mengusik aktivitas dan produktivitasnya. Kami pun berobat ke Pak Mantri, Pak Dokter, lalu dokter spesialis syaraf. Tetapi rasa sakit yang dideritanya tak kunjung sembuh. Polanya selalu sama; tiap kali obatnya habis, rasa nyeri kembali terasa.

Sampai kemudian, seseorang (Pak A) yang memiliki problem sama membagikan ceritanya. Dia berobat ke tempat terapi khusus di wilayah Kuningan, Jawa Barat. Karena penasaran dan berniat untuk ikhtiar mengobati diri, kami pun pergi tempat tersebut pada hari Rabu.

nyeri saraf kejepit, terapi saraf kejepit kuningan jawa barat, terapi saraf, olahraga, jalan kaki, nyeri
Via: simplyhealth.com.au

Rupanya Pak A tak berlebihan ketika mengatakan kalau terapisnya ada 3 orang, pasiennya antria, proses terapinya lama, dan datangnya harus pagi-pagi, sebab nanti bisa “tertangani” sore hari atau bahkan keesokan harinya. Kebetulan kami datang pada pukul 9 pagi. Lalu begitu hendak mendaftar sesuai arahan para penunggu pasien lain, seorang terapis yang biasa dipanggil Koh mengatakan kalau kami mendapat nomor urut terakhir. Huft.

Daku lihat kiri-kanan. Begitu menemukan kursi plastik yang kosong, daku dan adik duduk. Kami bergabung dengan para pasien dan para pengantarnya. Dari obrolanku bersama yang lain, daku jadi tahu kalau sebagian besar dari mereka sudah datang dari subuh. Jam 6 pagi pun sudah dikategorikan “kesiangan”. Pantesan langsung divonis nomor urut terakhir!

Sesekali pandanganku “jalan-jalan”. Ada pasien yang tergolek tak berdaya di kursi rodanya, ada yang terus mengelus kakinya sambil nyengir, ada juga yang terus berbincang dengan raut muka seperti tak ada keluhan apa-apa. Tetapi begitu ia berdiri hendak ke toilet, cara berjalannya jinjit dan dia tampak menahan sakit. Yang lelaki, yang perempuan, yang tua, dan yang muda semua ada.

Kalau di rumah mah serasa menderita sendiri…

~

jalan kaki, program jalan kaki, jalan kaki untuk kesehatan, manfaat jalan kaki, jalan kaki olahraga murah meriah
Via: stuff.co.nz

Sekitar jam 2 lebih, adikku mendapat giliran. Koh membalurkan minyak khusus, dan sesekali dia juga mengoleskan lidah buaya. Dia kemudian mengurut, dan menggunakan bambu untuk dipukul-pukulkan ke area punggung sampai belakang lutut. Adikku sempat mengerang ketika bagian paling sakitnya kena “geprakan” bambu. Tetapi spot itu justru jadi sasaran. Koh terus memukulkan bambunya dengan ritme stabil. Sementara mulutnya terus menjepit rokok dan mengepulkannya.

Seperti yang dilakukan terhadap pasien lain, Koh juga mengajak mengobrol dan bercanda. Mungkin kepribadiannya memang begitu. Mungkin juga bertujuan agar pasien dan pengantarnya “terdistrak”.

Dia berbasa-basi dulu dengan menanyakan kami dari mana, tahu tempat terapinya dari siapa, penyebab nyerinya apa, sudah berobat ke mana saja, dll. Sampai kemudian dia juga memberi berbagai tips, yang beberapa diantaranya malah terkesan out of the box. Misalnya saja, “daku enggak menyarankan olahraga futsal, badminton, atau olahraga lain yang indoor. Ya mending main sepak bola saja di lapangan luas”.

Lebih jauh, dia meminta adikku agar tidak dulu mengangkat sesuatu yang berat-berat. Menurutnya, kita memang harus menggerakkan badan. Tetapi olahraga yang dipilih tidak perlu terlalu ribet. Tak wajib angkat beban, menjadi member ngegym, fitness, futsal, dsb. Kalau kondisi kaki memungkinkan, olahraga yang sangat disarankan cukup dengan jalan kaki.

Kalau dilansir dari Alodokter, kita disarankan jalan kaki selama setengah jam perharinya. Namun kalau belum terbiasa, kita bisa melakukannya selama 10 sampai 15 menitan dulu. Jalan kaki sendiri bisa menjadi tips kesehatan paling sederhana, mudah dan murah.

Jalan kaki bisa menyehatkan jantung, menurunkan kolesterol, menurutkan berat badan, mencegah diabetes tipe 2, sistem kekebalan tubuh jadi meningkat, stress berkurang, mengurangi osteoporosis, mengurangi risiko asma, radang sendi, stroke, juga aneka kanker. Woah! Pantes Si Koh bilang Olahraga itu Jangan yang Muluk-Muluk, Jalan Kaki Saja Sudah Cukup! #RD

2 thoughts on “Olahraga itu Jangan yang Muluk-Muluk, Jalan Kaki Saja Sudah Cukup!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × 1 =