9 Pengakuan Blak-Blakan Tentang Orang-Orang dan Kehidupan, Dalem!

Posted on
fakta kehidupan, kata mutiara kehidupan, kata mutiara semangat hidup, kata bijak kehidupan manusia, kata kata inspirasi, kehidupan adalah
Model: sahabatku yang tengah menimba ilmu di Yogyakarta. IG-nya: @iid_fariz

Apakah kamu tipikal orang yang brutal alis blak-blakan, atau justru sering “main aman”?

Jika dibuat rata-rata, mayoritas dari kita memang kerap bermain aman. Apalagi kalau kita mengemban amanat sebagai politikus, pejabat, selebritis, guru, atau posisi lain yang berkaitan erat dengan imej. Tentu kita semakin ekstra hati-hati. Sebagian malah memilih jalan penciteraan, agar khalayak umum tak memiliki celah untuk ‘mengintip’ kelemahan.

~

Suatu senja, daku melakukan blog walking ke beberapa ‘tempat’. Salah-satunya yaitu ke blognya Alden Tan, yang sudah lama daku lihat belum update. Kebetulan dia memosting beberapa tulisan. Satu diantaranya membahas ‘observasi mendalam tentang kehidupan yang dia buat selama 32 tahun di masa hidupnya’. Beberapa hasilnya cukup menarik.  Jom!

  1. Kadang-kadang, bahagia itu bukanlah pilihan dan tidak sesederhana yang dibayangkan

‘Daku memilih bahagia’ atau ‘bahagia itu sederhana’. Kedua istilah ini sering menjadi jargon yang diletupkan orang-orang. Namun tak semua pihak bisa menerimanya.

Katakanlah hal ini pada anak-anak Afrika yang kelaparan, pada penduduk Rohingya yang teraniaya, pada para perempuan korban pelecehan, dan orang-orang malang lain yang kurang mampu menerima kata-kata manis saja. Mereka sepertinya tak akan begitu terpengaruh.

  1. Secuek-cueknya kita, rasa peduli itu tetap ada

Kita setuju-setuju saja, dan bahkan ikut menggaungkan ‘kampanye’ untuk jangan memerdulikan apa yang orang lain pikirkan. Inilah hidupku dan urusanku. F*ck those sh*ts. Tetapi jauh di palung hati terdalam, kepedulian itu tetap ada.

Kita tetap mempertimbangkan pandangan orang lain. Namun untuk hal-hal tertentu, kesadaran ini memang baik. Kita memang harus tahu batasan diri. Jangan mentang-mentang ’emang gue pikirin’, kita jadi hidup sebebas-bebasnya. Padahal kita tahu, ujung-ujungnya, tak ada yang bisa bebas dari konsekuensi atas perbuatannya.

  1. Definisi orang yang paling buruk

Mereka adalah orang yang amat sangat baik, ramah, dermawan, memiliki aura positif, dielu-elukan orang, taat hukum, (maaf) religius, dsb. Namun semua itu hanya jadi tampilan luar. Topeng itu mereka pakai untuk mengelabui orang-orang, bahkan untuk meraup keuntungan. Padahal mereka menyimpan rahasia terdalam yang tak kalah buruk dan gelap.

  1. Orang yang tampil buruk dari luar

Sebaliknya dari nomor 3. Orang-orang ini memiliki citera yang kurang baik. Namun semakin dikenal, rupanya mereka menyimpan mutiara tersendiri di hatinya.

  1. Orang-orang yang mengagumkan itu masih ada, syukurlah, belum punah

Rasanya tak ada orang yang jahat dan kejam secara total. Dia pasti memiliki sisi baiknya tersendiri. Mungkin kitanya saja yang kurang peka, atau terlalu fokus pada kekurangannya.

Tetapi ada segelintir orang yang memang menyita perhatian. Ya, mereka itu manusia, dan tidak sempurna. Tetapi mereka begitu menakjubkan. Figur-figur seperti ini biasanya ‘kita angkat’ sebagai suri teladan, sahabat terdekat, dan idola sendiri.

sebuah renungan hidup, renungan tentang kehidupan, kata kata renungan sedih, kata renungan cinta, kata mutiara kehidupan, kata mutiara semangat hidup, kata bijak kehidupan manusia,
Model: Sahabatku yang tengah menimba ilmu di Yogyakarta. IG-nya: @iid_fariz
  1. Cinta itu datang dan pergi sesuka hati

Terlalu memuja cinta bisa membuat kita tak siap ketika cinta tersebut justru balik menyakiti. Tak perlu kaget dan larut dalam rasa sakit ketika cinta yang indah bisa pergi atau terpisah, bahkan dalam situasi yang tidak disangka-sangka. Tentu saja, kita akan merasa sakit hati. Tetapi waktu bisa membantu meringankan sakit itu.

Kita juga tak perlu terkejut ketika cinta itu datang secara tiba-tiba. Kita tak pernah tahu. Namun yang pasti, kita harus mensyukuri dan mengapresiasinya. Cinta bisa menjadi sumber senyuman malu-malu, bisa juga menjadi dalang di balik tangisan yang tersedu-sedu.

  1. Aneh tapi nyata, kita bisa cinta sekaligus benci pada orang yang sama

Pernahkah merasa seperti ini? Kita jatuh pada pesona seseorang, namun kita juga merasa benci pada orang itu. Memang kedengaran janggal, namun hal ini tak perlu dikhawatirkan.

  1. Uang selalu menjadi sumber masalah, kalau kita mengizinkannya

Ada orang yang tampak tenang dan seakan tidak memiliki masalah, padahal dia tidak punya uang. Banyak juga orang yang tidak punya atau kurang uang, lalu mereka tampak begitu tersiksa dan kesulitan. Ternyata kita memang berbeda-beda. Ada yang mengendalikan pengaruh uang, ada yang dikendalikan pengaruh uang.

  1. Kematian bisa mengubah cara pandang

Poin yang satu ini pasti sangat terasa oleh mereka yang pernah ditinggal mati orang-orang terdekat. Ya orang tua, saudara, sahabat, tetangga, dsb. Pasca kematian, segala hal tampak begitu konyol dan sepele.

Setinggi-tingginya karier, semelimpahruahnya uang, semegah-megahnya rumah, sesempurnanya keluarga, pada akhirnya kita akan saling meninggalkan. Tak ada yang dibawa ke alam yang kekal kecuali amal, dan mungkin sedikit kenangan, kalau kita memang sudah menjejakkan banyak memori di hati orang-orang.

Intinya kita bisa lahir, hidup, dan menyebar ke seluruh penjuru dunia, namun pada akhirnya tujuan atau tempat kembali kita sama. Kematian tidak pilih-pilih jiwa.

Hhh… 9 Pengakuan Blak-Blakan Tentang Orang-Orang dan Kehidupan, Dalem! #RD

4 thoughts on “9 Pengakuan Blak-Blakan Tentang Orang-Orang dan Kehidupan, Dalem!

  1. Saya memilih keduanya seperti saya butuh cahaya saat terjaga dan butuh gelap untuk tidur seperti saya butuh kenyang saat lapar dan butuh lapar setelah kenyang seperti saya butuh sakit saat sehat dan butuh sehat saat sakit jadi saya pilih keduanya kebahagiaan dan penderitaan karna saya membutuhkan keduanya. Kebahagiaan membuat tubuh saya sehat, membuat saya dan orang disekitar saya tersenyum tapi kebahagiaan juga membuat hati saya lemah, selalu membuat saya lengah, penderitaan membuat saya kurus, penderitaan membuat orang disekitar saya ikut susah, membuat saya susah tidur tapi penderitaan membuat hati saya kuat membuat saya lebih keatif, membuat saya semakin faham siapa dan bagaimana saya, membuat saya bisa merasakan betapa nikmatnya mendengarkan musik death metal saat hati sedang down.
    Kebahagiaan dan penderitaan adalah takdir sekaligus juga pilihan karna itu saya juga setuju sekaligus tidak setuju dengan ungkapan bahwa “Bahagia itu sederhana”. itu artinya kebahagiaan sebagai pilihan, ada banyak hal yang bisa menjadi sumber kebahagiaan dan penderitaan disekitar saya dan ungkapan itu benar bagi saya, saya masih memiliki tubuh yang sehat, fikiran saya masih waras, masih punya penghasilan yang bisa dibilang masih bisa dicukup cukupinlah, masih bisa makan 2 atau 3 kali sehari, masih punya teman dan kerabat yang masih menyayangi saya, saya hidup di Indonesia yang bukan negara konflik dan terlepas dari berbagai kesulitan yang saya alami sehari hari saya rasa masih tidak tidak ada apa apanya dibanding kebahagiaan yang saya rasakan jadi ungkapan “bahagia itu sederhana”. memang pada kondisi dan waktu tertentu memang benar tapi ungkapan itu tidak berguna saat penderitaan datang sebagai takdir karna itu saya tidak setuju dengan ungkapan itu karna walau sehebat apapun seseorang kalau sudah waktunya susah ya susah apalagi seperti yang ditulis diatas anak anak kelaparan, korban aniaya, korban pelecehan dll jadi ungkapan “Kadang-kadang, bahagia itu bukanlah pilihan dan tidak sesederhana yang dibayangkan”. itu berarti kebahagiaan dan penderitaan adalah takdir dan juga pilihan.

  2. Halo, apa kabar?
    Daku rindu komentar dari sosok Nemesia de Lumiere. Terima kasih sudah menuangkan pikiran dan pandangannya secara gamblang. Daku rasa daku paham maksudnya ke arah mana. Hehe…

    Yang jelas, komentar ini akan ditulis sebagai postingan di blog, boleh? Jika kurang berkenan, daku bisa menghapusnya. Tetapi daku rasa tulisan ini layak untuk dipublish ulang, bukan di kolom komentar, melainkan postingan khusus.

  3. Kabarnya baik! kamu juga gimana kabarnya? baik juga kan
    maaf yah! komennya kepanjangan.
    Oh..! silahkan aja kalo mau diposting, justru saya merasa komennya dihargai, makasih yah..! kebetulan saya juga suka baca tulisan” yang berbau psikologi, kehidupan dan kemanusiaan.

    1. Baik, terima kasih..
      Eh jangan minta maaf, jangan kapok, justru daku sangat berterima kasih. Kebetulan sudah jadi postingan, kok. Hmm.. iya begitulah, daku juga memiliki ketertarikan sama topik2 itu; psikologi, kehidupan, dan kemanusiaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 + sixteen =