Kapan Fake Smile Alias Tersenyum Palsu itu Dianjurkan atau Justru Dilarang?

Posted on
tersenyum palsu, fake smile, fake smile adalah, arti fake smile, senyum palsu psikologi
Via: hiveminer.com

Ada yang familier dengan ungkapan “fake it until you make it?”

Kalau diartikan, “fake it until you make it” adalah “berpura-pura saja (dulu) sampai kamu benar-benar mewujudkannya”. Anjuran semacam ini biasa kita dengar. Entah itu untuk meningkatkan kepercayaan diri, melejitkan gerak bisnis, merangsang rasa bahagia, dsb.

Kita pura-pura tenang padahal aslinya sedang panik, kita pura-pura percaya diri padahal aslinya sangat grogi, kita pura-pura berani padahal aslinya ciut, kita pura-pura ‘jantan’ padahal aslinya pecundang, termasuk juga pura-pura senyum padahal hati sedang bersedu-sedan.

Kontroversi Fake Smile aka Tersenyum Palsu

Ketika sedang sedih, ada orang yang  merekomendasikan untuk tersenyum palsu saja, nanti lama-lama juga jadi tersenyum asli. Namun ada juga yang bilang kalau sedih ya sedih saja, tidak perlu disamarkan dengan senyuman settingan atau apa. Nah, bagaimana ini?

Kebetulan sekali daku menemukan ulasan Mbak Elizabeth Scott, MS via Verywell. Senyum palsu ternyata bisa mendatangkan dua efek sekaligus; ya positif, ya negatif. Senyum palsu bisa benar-benar bikin mood baikan, bisa juga justeru sebaliknya, keadaan kita malah tambah parah.

Kabar pentingnya, kita sendiri yang lebih tahu kapan saatnya untuk berpura-pura, dan kapan saatnya untuk real saja atau apa adanya.

Jika merasa hampa atau tiba-tiba down, kita bisa mensiasatinya dengan tersenyum. Sebuah studi sempat menerapkan hal ini pada para partisipan, lalu mereka mengaku merasa baikan. Perasaan positif pun langsung datang.

Hal ini dikarenakan adanya komunikasi antara tubuh dan pikiran. Jadi kalau fisik kita mengekspresikannya, maka emosi pun akan terasa lebih intens. Misalnya lagi ketika kita duduk atau berdiri tegap, maka rasa percaya diri seakan naik begitu saja. Demikian juga ketika tersenyum, suasana hati seperti langsung tentram. Bahkan kalau kita sampai menggunakan jari atau pensil di bibir!

kapan waktu yang tepat untuk tersenyum palsu, waktu untuk fake smile, tersenyum palsu, fake smile, fake smile adalah, arti fake smile, senyum palsu psikologi
Via: hiveminer.com

Tetapi ketika kita beranggapan kalau tersenyum sama dengan bahagia, atau tersenyum jadi satu-satunya cara agar terlihat baik-baik saja, maka upaya fake smile tidaklah dianjurkan.

Senyum palsu juga tidak disarankan apabila kita melakukannya untuk menahan-nahan rasa kecewa, marah, atau memendam dendam. Apalagi kalau kita terlalu sering melakukannya, sehingga kita sudah terbiasa untuk pura-pura tidak kecewa atau tidak marah. Hal ini tentu menimbulkan emosi yang bukan sebenarnya. Ambigu.

Untuk mengundang senyuman palsu yang bisa diolah jadi senyuman asli atau natural, kita bisa menerapkan beberapa cara. Misalnya dengan mengingat kembali hal-hal lucu, fokus terhadap sesuatu yang sangat kita syukuri, menonton tayangan komedi, bercanda bersama mereka yang memahami, atau sekadar jalan kaki dan menyapa orang-orang dengan senyuman.

Tersenyum Natural Lebih Baik

Kalau ada pilihan untuk tersenyum asli, tentu kita tak perlu melakukan fake smile. Bagaimana pun, senyuman memberikan sejuta faedah. Kesehatan fisik dan mental jadi terjamin. Senyuman yang tulus ikhlas juga biasanya akan menular. Orang-orang di sekitar bisa ikut menyunggingkan bibir.

Intinya, kita bisa tersenyum palsu dengan syarat dan ketentuan berlaku. Tersenyum palsu saja ketika kita memerlukan booster mood, kebahagiaan, atau sikap positif. Fake smile ini bisa memberikan efek hebatnya jika suasana hati kita tidak sedang keruh atau kacau.

Namun sebaiknya tak perlu memaksa tersenyum palsu jika tujuannya untuk menekan perasaan sendiri, untuk menyembunyikan duka, atau menjadikan fake smile senjata satu-satunya untuk ‘menipu’ dunia bahwa kita baik-baik saja. Kapan Fake Smile Alias Tersenyum Palsu itu Dianjurkan atau Justru Dilarang? #RD

3 thoughts on “Kapan Fake Smile Alias Tersenyum Palsu itu Dianjurkan atau Justru Dilarang?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × four =