Ketika Introvert Melakukan Solo Traveling, Apa Enaknya dan Ke Mana Destinasinya?

Posted on
solo traveling, introvert solo traveling, solo traveling indonesia, destinasi solo travelling, destinasi traveling sendiri, enaknya solo traveling, introvert liburan sendiri, pengalaman solo traveling
Via: worldofwanderlust.com (cut)

“Bawa daku pergi dari sini…”

~

Eh, bukan. Daku enggak sedang mengiklankan Kota Meikarta, kok. Tetapi memang sih, postingan ini terinspirasi dari Film Elysium (2013). Hehe… ada yang ‘klik’, enggak? Mirip-mirip gimana, gitu.

Elysium menggambarkan keadaan umat manusia di tahun 2154 mendatang. Bayangkan, di waktu itu kita hanya terbagi menjadi dua. Ada kaum (maaf) blangsak yang tinggal di bumi, alias di planet yang sudah menjelma menjadi tempat kumuh. Penuh oleh penyakit, kemiskinan, peperangan, dan polusi parah.

film elysium, elysium dan kota meikarta, elysium vs earth
Via: flixchatter.net

Sementara yang tajir tinggal di suatu tempat bernama Elysium, yang lokasinya ada di luar angkasa sana. Bisa dibilang tempat itu jadi ‘miniatur surga’. Udaranya lebih bersih, warganya makmur, kesehatannya terjamin, dan suasananya damai. Pantas saja kalau sensasi tinggal di Elysium itu menjadi harapan semua orang. Hhh…

Baik, kita turun lagi ke bumi, ya. Hehe

Pernahkah kamu merasa sumpek dan ingin ‘kabur sendirian sejenak, dua jenak, atau beberapa jenak’?

solo traveling cewek, introvert solo traveling, solo traveling indonesia, destinasi solo travelling, tips menjadi solo backpacker
Via: businesstoday.com.tw

Sayang sekali, sampai saat ini daku harus mengubur impian (lagi) untuk solo traveling alias jalan-jalan sendirian. Namun daku sempat mendapat kesempatan mengikuti pelatihan selama dua pekan. Well, bukan ‘solo traveling tulen’ sih, tetapi setidaknya daku pulang dan pergi sendiri. Daku juga sempat beberapa hari tinggal sendirian, alias tanpa roomate sama sekali.

Momen itu ternyata meninggalkan kesan yang mendalam. Jiwa dan ragaku benar-benar berkelana. Daku membawa koper dan tas sendirian, bertanya-tanya rute transportasi, mengobrol dengan teman sebangku di bus, memanfaatkan Google Maps di kota orang, meminta bantuan aplikasi/ jasa transportasi online, mencari tahu lokasi hotel, menikmati ranjang king size sendirian, ngopi sendirian, dsb.

Daku ada di suasana yang ramai, namun hati ini ternyata mampu merasakan damai.

Setidaknya, daku tidak sedang berada dalam rutinitas yang menjemukan.

Ternyata solo traveling juga menjadi salah-satu upaya ‘isi ulang’ bagi orang introvert.

Destinasi atau tujuannya sendiri tentu sesuai selera, ya. Kalau dianugerahi kesempatan dan bisa memilih, daku akan membidik Yogyakarta, Pulau Derawan, Kediri, Karimunjawa, Brunei Darussalam, Turki, Dubai, Irlandia, ups! pasti list-nya akan panjang. Hehe…

6 Manfaat Solo Traveling Bagi Introvert

Sebagian orang mungkin ada yang geleng-geleng kepala dengan ide ‘jalan-jalan solo’. Pasalnya misi ini tentu berisiko tinggi. Sangat tidak dianjurkan jika tidak siap, tidak nekad, dan tidak yakin. Orang yang biasa ke mana-mana ada temannya juga kemungkinan besar akan menolak ide ini.

Namun bagi introvert, ada beberapa kelebihan atau keuntungan jika bisa memiliki kesempatan untuk bersolo traveling. Kelebihannya tak hanya terpaku pada budget dan tingkat kerepotan belaka. Lebih dari itu. Jom!

  1. Kita Berkesempatan untuk ‘Egois’
solo traveling, solo backpacker, traveling mandiri, traveling sendirian, introvert traveling, introvert traveling sendirian, introvert solo traveling
Via: worldofwanderlust.com

Technically, kita sendirian, sehingga tak perlu orang lain atau tim untuk bertukar pendapat. Momen ini tentu menyenangkan, apalagi pada dasarnya introvert itu suka bekerja secara independen alias mandiri.

Kita sendiri yang menentukan arahnya ke mana, naik kendaraan apa, beristirahat di mana, menu makannya apa, rute perjalannya seperti apa, dsb. Kita memutuskan semua itu sendirian tanpa harus dijudge sebagai sosok yang selfish. Hmm… aroma kebebasan memang semriwing!

  1. Tak Ada Sesuatu atau Seseorang yang ‘Menguras’ Kita
solo traveling, cewek introvert traveling sendirian, destinasi traveling sendiri, enaknya solo traveling, introvert liburan sendiri, pengalaman solo traveling
Via: thoughtcatalog.com

Kalau di kehidupan normal… mungkin pekerjaan rutin akan menguras otak, tagihan ini-itu menguras dana, tuntutan atasan menguras kewarasan, perintah guru atau dosen menguras pikiran, desakan keluarga menguras perasaan, konflik pasangan menguras kesabaran, perseteruan teman menguras kenyamanan, dsb. Tetapi ketika solo traveling, semua itu pudar. Mood, keceriaan, kesehatan mental, dan ‘baterai hidup’ kita jadi terjaga.

Di momen ini kita mungkin akan sadar, kalau sesekali memang perlu menyendiri. Kita bisa menepi sejenak dari interaksi dengan manusia-manusia yang biasa dijumpai. Aktivitas ini benar-benar menjadi remedy alias obat mujarab untuk melonggarkan ketegangan dan memijat kepenatan.

  1. Menikmati Interaksi Intim dengan Orang-orang Baru
teman traveling, sahabat traveling, sahabat cewek traveling, cewek jalan jalan, wanita introvert traveling
Via: hannahebroaddus.com

Kalau dibandingkan, introvert lebih nyaman berinteraksi secara one-on-one. Kondisi ini bisa tercipta ketika kita bepergian sendirian dan bertemu seseorang, yang mungkin tengah menikmati me time juga. Tetapi ngobrol berduaan saja dan dengan topik yang menarik bisa bikin introvert betah.

Kita jadi berkesempatan untuk saling tukar cerita. Tak apa jika kita sekadar menemani dan menyimak cerita orang baru itu. Tentang dari mana ia berasal, apa saja pengalamannya, passionnya di bidang apa, dsb. Daku sempat merasakan sensasi ini ketika makan pempek di pinggir jalan berbau got, dan teman makanku adalah ‘om om preman’ yang ternyata menjadi penyalur pekerja kapal pesiar.

Sebagai introvert, daku memang lebih senang mendengar, menyimak, dan mengobservasi  ketimbang menjadi pusat perhatian. Setidaknya ada “7 Pelajaran Ketika Kita Bisa Mendengarkan atau Menyimak Curhat Seseorang”. Kebetulan sekali, teman ‘dinner-ku’ itu senang berbicara, sehingga dia yang mendominasi obrolan.

  1. Imajinasi jadi “Lebih Liar”
imajinasi traveling, ide ketika traveling, solo traveling, cewek introvert traveling sendirian, destinasi traveling sendiri, menulis pengalaman solo traveling, wanita introvert menulis pengalaman jalan jalan sendirian
Via: vogue.in

Sudah jadi rahasia umum kalau introvert itu ‘memiliki dunia sendiri’. Mulut dan tubuhnya boleh saja terdiam, namun di kepalanya pasti penuh ingar-bingar. ‘Dunia kita’ benar-benar dalem, kaya, dan mungkin sedikit rumit dari orang biasa.

Pengalaman untuk solo traveling memungkinkan kita untuk ‘melatih daya imajinasi’ agar lebih meletup lagi. Bukan tidak mungkin kalau sepulangnya dari traveling, kita akan ‘menelurkan’ karya. Ya buku, cerita singkat, jepretan poto, rekaman video, atau postingan blog. Kita juga bisa menemukan dan membangkitkan ide-ide kreatif.

  1. Jadi Momen “Menemukan Diri Sendiri”
manfaat traveling, manfaat solo traveling bagi wanita, manfaat solo traveling bagi introvert, enaknya solo traveling
Via: comparethemarket.com.au

Keruwetan hidup yang monoton bisa membuat kita stress, depresi, hilang arah, atau mungkin tak merasa jadi diri sendiri. Namun begitu solo traveling, kita seakan kembali ke ‘trek’. Kita jadi diingatkan tentang siapa diri kita, apa tugas kita, kenapa masih bertahan dengan semua ini, apa atau siapa yang patut diprioritaskan, dsb.

  1. Lebih Mengapresiasi Dunia
enaknya solo traveling bagi perempuan, cewek introvert traveling sendirian, hikmah solo traveling, manfaat solo traveling, yang didapat dari solo traveling
Via: matadornetwork.com

Perjalanan antar kabupaten saja bisa begitu mengesankan. Selalu ada hal-hal yang bikin takjub. Misalnya dengan adanya perbedaan logat atau bahasa, makanan khas, karakter umum warganya, dsb.

Kita juga seakan jadi ‘lebih peka’ akan keadaan sekitar. Kita tiba-tiba sangat bersyukur atas eksistensi pedagang asongan ketika merasa haus dan lapar di kendaraan umum, kagum serta merasa kerdil atas pemandangan dan lazuardi ciptaan Tuhan YME, bersyukur atas perkembangan zaman yang serba memudahkan dengan adanya aplikasi ini-itu, belajar maklum ketika kendaraan ngetem untuk meraup penumpang dan memberi kesempatan istirahat pada sopir, ikut tersenyum melihat raut harap para penumpang lain yang ingin segera pulang dan beristirahat, dsb.

Kita jadi merasa berterima kasih sebab masih punya ‘rumah’ berupa keluarga, atau mereka yang sangat kita kasihi. Rasa kangen menjalar, dan kita merasa lebih siap serta termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan membahagiakan bagi mereka.

Pelan namun pasti, kejenuhan rutinitas bisa memicu keinginan kita untuk ‘lari sejauh mungkin’. Mungkin di waktu itu kita tengah menyentuh titik yang sangat capek dan jemu. Opsi traveling pun bisa dipertimbangkan. Semoga lekas refresh dan menjadi pribadi baru yang lebih bermanfaat dan menyenangkan, ya. Ketika Introvert Melakukan Solo Traveling, Apa Enaknya dan Ke Mana Destinasinya? #RD

7 thoughts on “Ketika Introvert Melakukan Solo Traveling, Apa Enaknya dan Ke Mana Destinasinya?

  1. Suka banget!
    Bener sekali lah introvert memang gitu, nggak tau kenapa jalan-jalan sendirian itu asyik banget, bisa bebas nentuin pilihan, nggak bingung harus nuruti kemauan teman mau ke mana, egois ya, biarin. Hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × five =