11 Momen Di mana Orang Introvert Ingin Menyendiri dan Diam Di Rumah

Posted on
introvert sendiri, introvert sendirian, introvert punya dunia sendiri, introvert menyendiri, pribadi introvert, kelebihan introvert, sifat introvert
Via: Weheartit.com

Pernah tidak sih kamu merasa tak bernafsu untuk ke luar rumah atau berinteraksi dengan banyak orang?

Orang introvert memang selektif. Kami tidak bisa akrab berhahahihi dengan semua orang. Hanya sosok-sosok tertentu saja. Sosok yang kami izinkan masuk ke “lingkaran dalam”. Kami sangat cinta, percaya, dan sayang pada keluarga serta sahabat dekat itu.

Namun jatah energi untuk bersosialisasi cenderung terbatas. Kami seringkali membutuhkan me time yang lebih panjang. Terpaksa kami pun membatalkan atau tidak memenuhi ajakan orang-orang.

Sedih sih sedih, tapi bagaimana lagi… energi kami cepat terkuras, dan kami perlu “isi ulang”.

Lalu kapan saja seorang introvert tidak bisa diganggu, ingin menyendiri, dan diam di rumah saja? Jom!

menyendiri di rumah, menyendiri di kamar, alasan orang menyendiri, karakter orang penyendiri, introvert sendiri, introvert sendirian, introvert punya dunia sendiri
Via: Pinterest.com
  1. Ketika ada orang yang ngajak main dadakan/ sekarang juga

Introvert memang bisa spontan, tetapi kami lebih memilih untuk persiapan. Kami perlu waktu untuk mempersiapkan diri dan mental ketika hendak ketemuan, nongkrong, main, dll. Sebal juga kalau ada yang ngajak ke luar dadakan, sementara kami sudah menyusun rencana brilian lain. Entah itu membaca buku, menulis, atau menonton film sendirian.

Kalau ada pemberitahuan sebelumnya, setidaknya kami tidak terlalu kaget dan merasa bad mood. Tak heran kalau ajakan dadakan tersebut biasanya direspons dengan penolakan tegas. Rasanya lebih baik diam di rumah.

  1. Ketika rencana main cuma dua orang, eh yang datang malah tiga sampai rombongan

Ada yang bilang, ‘semakin banyakan semakin seru’. Kalau kami sudah mengetahui sebelumnya sih tidak masalah. Yang menyebalkan itu ketika kami berpikir akan hang out berdua saja, eh tiba-tiba ada lagi yang gabung tanpa pemberitahuan. Orangnya jadi banyakan, berisik, dan bikin kikuk.

Kami takut salah ngomong, takut keliru memilih topik, dan merasa tak leluasa. Apalagi kalau ada embel-embel berupa basa-basi, yang memang tidak begitu kami kuasai. Ditambah lagi kalau kami tidak bisa “mengikuti” interaksi mereka yang asyik sendiri. Ah, kami serasa ingin pulang dan mendekam di kamar saja.

  1. Pasca pulang lembur atau kerja seharian

Keputusan yang kurang tepat kalau kamu ngajak kami nonton atau makan pas pulang lembur. Itu pun kalau ada yang ngajak, ya. Hehe… apalagi kalau pekerjaan itu dipenuhi dengan tugas-tugas, ketemu si A si B, ada dramanya, dll. Rasanya kami sudah ada di puncak lelah.

Inginnya itu ya menuju ke tempat yang lebih senyap dan tenang. Di mana lagi kalau bukan rumah atau kamar? Lalu kami akan menutup pintunya rapat-rapat.

  1. Ketika banyak agenda pesta atau acara

Ada saat-saat di mana kami mendapat banyak undangan atau jadwal acara. Entah untuk menghadiri pesta pernikahan, ulang tahun, seminar, reuni akbar, dll. Kami langsung membayangkan ada di tengah orang banyak, penuh dengan senyuman basa-basi, serta sebisa mungkin menyamarkan wajah kikuk.

Aslinya, kami mendambakan acaranya cepat selesai. Kami benar-benar rindu rumah dan kesendirian. Ingin rasanya untuk segera menulis atau membaca buku sambil menyeruput kopi. Melamun sambil bermusik pun oke.

  1. Ketika bersosialisasi terus-terusan

Hari 1 reuni dengan teman TK, hari 2 ketemuan dengan teman SMA, hari 3 kumpulan dengan rekan kerja, dst. Kami menikmati kebersamaan dan nuansa fun itu. Tetapi tetap saja ada rasa lelah yang tak bisa diabaikan. Sungguh “ngidam” kesendirian dan kedamaian.

Dalam satu minggu, rasanya kami tak bisa ke luar nonstop 7 hari. Sebaiknya ada jeda. Kalau tidak, kami akan mogok main dan mengisolasi diri di rumah saja.

introvert sendiri, introvert sendirian, introvert punya dunia sendiri, wanita introvert sendiri, wanita minum kopi sendirian, wanita minum kopi santai
Via: shutterstock.com
  1. Ketika tahu ada pertemuan yang membutuhkan basa-basi/ obrolan ringan

Belum juga terjadi, mood bisa anjlok duluan. Kami agak malas ketika harus menyambut tamu atau kunjungan ke tempat kerja, standby di pesta pernikahan saudara, kumpulan-kumpulan tertentu, dsb. Apalagi kalau tercium aroma ‘yang kurang murni’ di tengah interaksi itu. Pokoknya canggung. Kami jadi tergoda untuk berdoa agar waktu cepat bergulir dan bisa segera pulang.

Baca Juga: 17 Cara Basa-Basi ketika Kenalan dan Pendekatan
  1. Ketika ada tontonan atau sesuatu yang ditunggu-tunggu

Kemungkinan besar kami sulit diganggu atau dibujuk untuk main ketika ada program TV kesukaan, ada jadwal perform musisi favorit secara live, atau rilisnya video klip yang tengah dinanti-nanti. Rasanya enggan deh untuk ketinggalan.

  1. Ketika berada di tengah-tengah kerumunan dalam waktu cukup lama

Tentu saja introvert bisa berbaur dengan orang banyak. Kami bisa bergabung dengan penonton konser lainnya, menikmati car free day-an, menyaksikan parade, dsb. Tetapi waktu kami tak banyak.

Lama-lama kami merasa penat dan ingin ‘istirahat’. Dengan kata lain, kami ingin menepi ke tempat yang lebih sepi. Atau solusi terbaik lainnya, kami ingin pulang.

  1. Ketika terjebak di dunia ekstrovert

Tentu saja kami mengagumi sisi-sisi keren dari seorang ekstrovert. Kami ingin juga seperti mereka dalam hal bergaul, luwes berbasa-basi, cepat beradaptasi, dan tetap berenergi sekali pun sudah bersosialisasi. Namun kami tersiksa juga ketika keluarga, sahabat, partner kerja, atau bahkan pasangan malah semuanya ekstrovert. Kalau sedang berkumpul dan mereka heboh sendiri, kami merasa tertinggal, dan ingin segera pulang.

  1. Ketika merasa tak punya privasi

Kami serasa tak bisa berfungsi dengan baik jika tak ada ruang khusus pribadi. Kurang nyaman rasanya ketika bekerja di tempat terbuka tanpa ada sekat untuk menyendiri. Kurang nyaman rasanya ketika berkumpul dan semua spot sudah penuh, tak ada ruang untuk ‘kabur’ atau memisahkan diri sendiri.

  1. Ketika kita ada di masa-masa “introvert hangover”

Kalau diartikan sih, hangover itu rasa tidak enak badan dan tersiksa pasca mabuk. Kepala sakit, lesu, mual, haus terus, terganggu dengan suara berisik atau cahaya. Ketika itu pasti inginnya cuma tidur, atau diam tidak ngapa-ngapain.

Introvert juga bisa mengalami gejala demikian ketika sudah merasa ‘mabuk berinteraksi dan bersosialisasi” dengan dunia yang terus bising nan sibuk ini. Di saat itu, level energi kami menyentuh titik bawah. Tak ada yang kami harapkan selain berdiam diri di rumah atau kamar.

Kalau kamu bukan kami, dan kamu bukan introvert, kamu kemungkinan tak akan paham. Tak apa-apa. Tetapi, ya beginilah kami. 11 Momen Di mana Orang Introvert Ingin Menyendiri dan Diam Di Rumah. #RD

4 thoughts on “11 Momen Di mana Orang Introvert Ingin Menyendiri dan Diam Di Rumah

  1. Ada yang bilang, ‘semakin banyakan semakin seru’. Kalau kami sudah mengetahui sebelumnya sih tidak masalah.

    Thats point, Mba! Bagi kami, tidak semenyenangkan itu. Sedikit tapi bermakna itu lebih menyenangkan. Hehe… Kalau ramai-ramai, biasanya saya lebih banyak diam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 + 2 =