Belajar Dari Tiang Listrik; Kuat dan Tegar Sekaligus

Posted on
save tiang listrik, tiang listrik, tegarlah seperti tiang listrik, kuat dan tegar sekaligus
Via: @Ipporight

Daku dan seorang teman perempuan pergi ke tempat fitness. Kami masih mengenakan sandal, sebab tadinya hanya berniat untuk jalan-jalan pagi saja. Sampai kemudian ada seorang lelaki berotot yang menyarankan agar kami memakai sepatu.

“Takut cidera,” katanya begitu.

Daku sempat berpikir kalau makhluk kekar itu saja takut lecet atau luka di kakinya. Hehe… tapi memang prosedur amannya demikian, ya. Kita mesti memikirkan keselamatan diri juga.

Tapi daku, mau tak mau, jadi ingat kebiasaan dulu. Daku dan teman-teman masa kecil biasa lari atau jogging di jalanan kampung tanpa alas kaki. Kami pun sering bermain di lapangan tanpa sandal. Kaki telanjang bersentuhan dengan aspal, tanah, atau jalanan semen.

Rasanya sudah biasa kaki ini kena tekanan. Sudah tegar.

Tetapi semakin tumbuh besar, orang-orang semakin merekomendasikan agar kami pakai alas kaki. Takut kena duri, takut kena pecahan kaca, takut luka. Hmm… padahal kami merasa lebih kuat secara fisik, tetapi rasa gusarnya malah semakin tinggi, dan perlindungan ini-itu pun semakin digalakkan.

Jadi, Kuat apa Tegar?

Sebagian dari kita berpikir kalau seiring dengan kekuatan besar, akan muncul mental tegar yang lebih besar juga. Padahal tidak selamanya demikian. Kita bisa jadi strong, tapi belum tentu tough. Ada orang yang memerlukan otot besar untuk menjadi kuat. Ada juga yang tak berotot sama-sekali, tetapi ia bisa tangguh.

Sering juga kita jumpai orang-orang yang tampak macho namun meringis ketika tangannya teriris, mengeluh ketika kurang uang, galau berat ketika putus cinta, mendekam di kamar ketika menghadapi penolakan, dsb. Mereka kuat secara fisik, tetapi rapuh secara mental. Kurang tangguh.

Baca Juga: 7 Tanda Kalau Kita Terlihat Kuat Dari Luar Tapi Rapuh Dari Dalam

Tak menutup kemungkinan ada seseorang yang kuat sekaligus tangguh. Namun sikap keren itu tak muncul secara instan. Dia pasti sudah ditempa dulu dengan ujian fisik mau pun mental.

Dia sosok yang terbiasa mengangkat beban berat, berjalan jauh, olahraga, mengendalikan stres, menghadapi kenyataan sulit, sabar, dsb.

Menjadi kuat sekaligus tegar itu menjadi skill tersendiri, yang tentunya tidak mudah. Ada proses agar terus terasah.

Belajar Dari Tiang Listrik

Ah, judul postingan ini memang karena terinspirasi oleh beberapa hal yang mendadak ngetrend. Ada tiang listrik, bakpao, gegar otak, fortuner, dsb. You know what I mean lah. Hehe…

Tiang listrik yang sedang ramai dibicarakan itu, secara fisik, sangatlah kuat. Ketika dia ditabrak Toyota Fortuner yang gagah pun bergeming. Tidak roboh, bahkan tidak juga miring.

Kuat sekaligus tegar, ‘kan? Belajar Dari Tiang Listrik; Kuat dan Tegar Sekaligus. #RD

2 thoughts on “Belajar Dari Tiang Listrik; Kuat dan Tegar Sekaligus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 4 =