10 Tingkah Laku Khas Anak Broken Home, Orang Lain Sering Tak Menyadarinya

Posted on
anak broken home, kata kata korban broken home, catatan anak broken home, ciri ciri broken home, tingkah laku anak broken home
Image via: istockphoto.com

Ketika bertemu dan berkenalan dengan seseorang, kita biasanya tak akan langsung tahu kalau orang tersebut berasal dari keluarga yang (maaf) berantakan atau broken home. Kecuali kalau orang tersebut memang langsung memberi tahu.

Pasalnya, anak broken cenderung akan hati-hati dan bersikap seperti orang-orang dari keluarga yang baik-baik saja.

Lagipula, topik tentang keluarga memang sensitif dan mudah menguarkan luka. Anak broken home sebal juga membahas tentang perceraian, memori kanak-kanak, kekerasan dalam rumah tangga, dsb. Rasanya dunia tak perlu tahu. Sebab kalau pun semua orang tahu, toh keadaan keluarganya sudah terlanjur pecah.

Tetapi berikut ini menjadi gerak-gerik umum dari anak broken home yang sempat diulas Holly Riordan via Thought Catalog. Jom!

  1. Menghindari Topik Masa Kecil/ Masa Lalu
memori masa kecil, kata kata kenangan masa kecil dulu, gambar kenangan masa kecil, kangen masa kecil dimana, masa kecil dulu dan sekarang
Image via: Thedesignwork.com

Kamu lebih memilih diam ketika teman-temanmu bicara tentang liburan masa kecil mereka bersama orang tua, tentang ayah mereka yang membelikan keperluan sekolah, atau tentang poto bersama yang dipajang di ruang tamu.

Baca Juga: 20 Pelajaran Menarik dan Bermanfaat dari Masa Kanak-Kanak

Memang, ada poto-poto masa kecil kamu yang sedang senyum polos dan sumringah. Namun hatimu justru tersayat ketika melihatnya. Bittersweet. Kamu serasa ditampar kenyataan, bahwa keluargamu tak lagi sama.

  1. Over Protektif Terhadap Salah-Satu Orang Tua
sayang pada ibu, pose poto dengan ibu, ide poto dengan ibu, artikel tentang kasih sayang ibu, kasih sayang anak pada ibu, kasih sayang anak pada orang tua
Image via: collective-evolution.com

Sebenarnya kamu tak ingin dan tak bisa memilih antara ayah dan ibu. Tetapi mayoritasnya memang demikian. Anak broken home akan akrab dengan satu dari keduanya saja. Kamu juga akan merasa kecewa dan menyalahkan pihak lainnya.

Misalnya kamu ‘memilih’ ibumu yang single parent, dan melempar kekecewaan berat pada ayahmu. Kamu akan cenderung over protektif terhadap ibumu. Kamu akan melakukan apa pun demi membahagiakan dan membuatnya bangga. Sebaliknya, kamu butuh waktu demi ‘memaafkan’ dan menerima ayahmu.

  1. Skeptis Terhadap Pasangan Idaman/ Couple Goals
apa ada cinta sejati, apa itu cinta sebenarnya, apa itu cinta sejati, apa itu cinta pertama, puisi arti cinta sejati, apa arti cinta dan sayang, benarkah cinta sejati itu ada
Image via: goodstock.photos

Skeptis adalah sikap sangsi, ragu-ragu, dan cenderung kurang percaya. Jadi ketika ada dua sejoli yang dicemburui banyak orang karena kemesraan dan so sweet-nya, kamu tidak mudah terbuai begitu saja. Hal ini bukan karena iri/ dengki, melainkan ‘trauma’ dengan pengalaman masa silam. 

Biasanya kamu mudah suudzon. Ketika pasangan temanmu jarang mengabari, kamu menerka kalau dia sudah selingkuh. Ketika ada sepasang kekasih yang menikah mewah, kamu berasumsi kalau usia pernikahan mereka tak akan lama. Sangkaan ini memang salah. Tetapi kamu tak bisa menepis anggapan kalau cinta yang tampak sempurna itu, seiring waktu, akan pudar juga.

  1. Sudah Terbiasa ‘Mensensor’
diam lebih baik, diam lebih elegan, kata mutiara diam lebih baik, lebih baik diam daripada banyak bicara, lebih baik diam dan terlihat bodoh
Image via: Bollybite

Selain menghindari obrolan tentang keluarga bersama teman, kamu juga sudah terbiasa mengontrol diri agar tidak bocor pada sesama keluarga. Ketika bersama keluarga ayah, kamu tidak bawa-bawa ibu, apalagi hal-hal negatifnya. Demikian juga sebaliknya. Kamu ditempa untuk selalu diam seribu bahasa.

Baca Juga: 11 Alasan Kenapa Kita Harus Bersikap Diam Seribu Bahasa

Meski kamu tahu beberapa rahasia buruk, namun kamu menjaganya agar tidak terekspos. Kamu terdidik untuk hati-hati dan tak menambah masalah. Tetapi tetap saja, it sucks.

  1. Kamu Galau Ketika Memulai Hubungan Serius dengan Seseorang
hubungan serius, arti serius dalam hubungan, arti serius dalam pacaran, tanda wanita serius dalam hubungan, hubungan serius itu seperti apa, tanda pria serius ngajak nikah
Image via: en.survley.com

Kamu menjadi saksi, bagaimana kedua orang tua sempat hidup berdua dan bahagia. Lalu kamu juga ada di sana ketika keduanya memilih berpisah. Hal ini yang membuatmu over-thinking.

Ketika kamu bertemu dengan seseorang – yang diharapkan – akan menjadi soulmate atau pasangan hidup, muncul banyak pertanyaan di benakmu. Apakah kamu dan dia akan langgeng? Apakah segala masalah bisa dilalui bersama? Apakah bisa setia? Apakah akan berakhir dengan perpisahan juga?

Selanjutnya: #6. “Ngeri” dengan Pernikahan

4 thoughts on “10 Tingkah Laku Khas Anak Broken Home, Orang Lain Sering Tak Menyadarinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 1 =