Bunuh Diri Orang Terkenal Menjadi Peringatan: 13 Cara Mandiri Menghadapi Depresi

Posted on
selebritis bunuh diri, selebritis bunuh diri di puncak karier, kenapa artis bunuh diri, jonghyun bunuh diri, mengatasi depresi secara mandiri
Image via: fstoppers.com

FYI, daku menulis postingan ini sambil mendengarkan lagu Fireflies dari Leona Lewis.

~

Gangguan obsesif kompulsif, mood disorder, Seasonal Affective Disorder (SAD), self-injury, Post Traumatic Stress Disorder, dan aneka gangguan mental lain seharusnya tidak dipandang sebelah mata.

Kasus bunuh dirinya Kim Jong hyun SHINee menjadi semacam ‘wake up call’ tersendiri, khususnya soal kesadaran akan sakit secara kejiwaan (mental illness) dan depresi. Kabar mengerikannya, beberapa media mulai memberitakan rumor tentang fans sang pelantun Lonely yang mulai terpengaruh. Ada yang menyakiti dirinya sendiri, ada yang mogok makan dan minum, sampai dilarikan ke RS.

Sebagian dari kamu mungkin mengutuk dan meremehkan; idola Kpop udah punya segalanya malah (maaf) tolol sekali mengakhiri hidupnya. Atau, fans lebay banget sih cuma gara-gara idolanya meninggal malah larut dalam kesedihan.

Nah, fenomena itu saja sudah menjelaskan betapa kuat dan hebatnya pengaruh depresi atau sakit secara mental. Mudah-mudahan hal ini tidak dianggap tabu dan sepele. Terbukti “kelainan” ini tidak sembuh dengan mudah oleh uang, dokter terpintar, RS termahal, ketenaran, multitalenta, status sosial, power, fans, pasangan, sahabat, dan bahkan keluarga.

Ya, tentu semua itu bisa membantu, tetapi tetap saja akarnya ada di hati dan pikiran si penderita.  Depresi itu sudah membuat objektivitas dan realita yang ada jadi lemah. Sementara persepsi tampil lebih kuat.

Depresi juga bisa menjadikan laki-laki berotot kuat atau perempuan cantik powerful yang hampir punya segalanya, malah lemah tak berdaya dan tak punya harapan. Puncaknya, dia pun tega merenggut nyawanya sendiri. Benar-benar berbahaya dan terkutuk, bukan?

Berikut ini beberapa cara natural, daku ulas dari Lifehack, yang diharapkan bisa mengurangi penderitaan akibat depresi. Jom!

depresi, pengobatan depresi, penyebab depresi, faktor penyebab depresi, gejala depresi ringan, akibat depresi, mengatasi depresi, ciri ciri depresi terselubung
Image via: phillyvoice.com
  1. Belajar Terbuka

Banyak orang yang menelan stress dan depresinya sendirian. Mereka memolesnya dengan tampilan baik-baik saja dari luar, namun ternyata berantakan dari dalam. Keengganan untuk terbuka bisa jadi karena malu, takut akan stigma, khawatir dianggap lebay, atau merasa percuma karena orang lain tak akan ada yang paham.

Padahal ketika menanggungnya sendirian, kamu akan meningkatkan rasa terisolasi, putus asa, dan depresi berat. Kombinasi ketiganya bisa jadi bom waktu yang berisiko tinggi bahkan mematikan.

Tak ada salahnya untuk terbuka dan memberi kepercayaan pada seseorang atau sesuatu. Teruslah bersosialisasi. Jika belum bisa terbuka secara utuh pada keluarga, sahabat, atau pasangan, niatkan diri untuk belajar mengekspresikan rasa pada tulisan blog, puisi, karya seni, dsb. Kamu akan sangat beruntung jika dikelilingi orang-orang positif yang mendukungmu untuk memerangi depresi.

  1. Menghindari Obat-obatan (Tanpa Resep) dan Minuman Keras

Alkohol, obat penenang, zat depresan, dsb, seakan mensabotase harapan dan hidup seseorang. Bisa dibilang, semua itu hanya menjadi the temporary escape atau pelarian sementara. Setelah efeknya reda, keadaan justru semakin buruk. Pantesan, agama pun melarang penyalahgunaan obat dan cairan beralkohol.

Baca Juga: 20 Catatan Utama Seputar Penyuluhan dan Pencegahan Narkoba

  1. Tetap Aktif

Dalam keadaan depresi, kamu cenderung merasakan segala hal. Kamu bingung dan lelah. Energimu benar-benar terserap, padahal kamu baru bangun tidur, belum ngapa-ngapain. Ketika kamu tak memaksakan diri untuk proaktif, jiwamu akan dilahap oleh depresi, rasa bersalah, pesimistis, atau kesia-siaan.

Tetap bergerak dan aktif bisa membantu meningkatkan suasana hati dan rasa percaya diri. Kalau mengadaptasi slogan NIKE sih, ‘Just Do It’, lakukan saja.

  1. Meningkatkan Gaya Hidup yang Lebih Sehat

Life style itu termasuk olahraga rutin, istirahat cukup, hubungan harmonis dengan orang lain, terpenuhinya kebutuhan untuk refreshing, atau juga makan makanan halal dan baik. Peneliti bilang, konekasi antara ‘eating well and feeling well’ itu sangat kuat.

Bagaimana pun, kesehatan fisik bisa memengaruhi keadaan jiwa. Kamu terlihat keren, percaya diri, bisa mengontrol berat badan, bisa menjaga kesehatan, dsb.

  1. Mengatasi Trauma dan Rasa Minder Masa Silam

Seringkali, orang yang terlihat baik-baik saja di masa sekarang, ternyata masih terpengaruh dengan keadaan buruk di masa lalunya. Dulu pernah menjadi korban bullying, pernah ditolak, pernah dilecehkan, pernah menyaksikan pertengkaran parah orang tua, dsb.

Baca Juga: 7 Tanda Kalau Kita Terlihat Kuat Dari Luar Tapi Rapuh Dari Dalam

Tentu saja, kamu tidak bisa mengedit apa yang sudah terjadi. Namun kamu masih bisa mengendalikan diri ketika menghadapi apa yang terjadi itu. Kalau masih belum ‘move on’ dari trauma dan minder jaman dulu, ada kemungkinan pengaruhnya masih bersarang, bertahan, dan terus berkembang.

  1. Tak Perlu Terlalu Galak, Maafkan Diri Sendiri

Rasa bersalah yang amat dalam menjadi ‘plak’ dalam jiwa yang depresi. Kamu merasa bersalah karena pernah gagal, pernah khilaf, pernah kehilangan seseorang yang berharga, karena tidak bisa menjadi anak yang berbakti, tidak bisa menjadi partner yang ideal, tidak bisa mempertahankan hubungan, tidak menjadi orang tua yang mencukupi semua kebutuhan buah hati, dsb.

Tersesat dan terjebak dalam penyesalan bisa menggiringmu pada depresi. Rasa optimis terhadap hidup jadi lumpuh. Padahal semestinya kesalahan masa lalu bisa menjadi pelajaran berharga untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Selanjutnya: #7. Memperbanyak Rasa Syukur

2 thoughts on “Bunuh Diri Orang Terkenal Menjadi Peringatan: 13 Cara Mandiri Menghadapi Depresi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve − seven =