5 Pelajaran Berharga Dari Putus Hubungan, Sakit Hati, dan Cinta yang Tak Bertahan Lama

Posted on
pelajaran dari putus cinta, hikmah putus cinta, pria lebih menderita karena, putus cinta bukan akhir segalanya
Image via: Hipwee.com

Hubungan spesial atau jalinan kasih itu selalu menarik. Kamu dibawa pada euforia di awal-awal jadian, lalu mengharu-biru karena semakin intim, dilanjut dengan aneka petualangan yang dilalui bersama, dst. Namun, cinta dan kesempurnaan itu musuhan.

Kalau ingin membuka hati, tetapi masih berekspektasi tinggi sekelas ‘hidup bahagia selama-lamanya’, lebih baik waspada.

Problem percintaan tak sekadar kangen, cemburu, kurang terbuka, kurang romantis, kurang perhatian, terlalu gombal, posesif, dsb. Puncaknya, kalau dirasa sudah tiada jalan diskusi, ya… putus. Dan, apa pun alasan di balik putusnya hubungan, rasanya pasti enggak enak dan serba sulit.

Mayoritas berpikir kalau tidak langgengnya sebuah hubungan menjadi tanda kegagalan. Well, tak sepenuhnya salah dan tak sepenuhnya benar.  Tetapi ada beberapa kasus yang menggambarkan kalau putus itu tak berarti gagal total.

Ada beberapa hikmah yang bisa dipetik dari cinta yang berakhir, rasa sakit hati, dan putusnya hubungan asmara. Jom!

1. Hubungan itu Mengajarkanmu Tentang Dirimu Sendiri

mengenal diri sendiri, pencarian jati diri, mengenali diri sendiri psikologi, cara mengetahui kelebihan dan kekurangan diri, tips memahami diri sendiri
Image via: all4desktop.com

Rupanya proses pencarian jati diri itu tak hanya berlaku bagi para remaja. Orang dewasa pun masih mengalaminya. Ketika putus, kamu mungkin mulai menyadari ketidakcocokan yang ada. Mulai dari ‘tidak cocok tingkat rendah’ seperti perbedaan selera rasa, tim sepakbola, hobi, dsb, sampai dengan ‘tidak cocok tingkat tinggi’ seperti perbedaan agama, prinsip, atau pandangan.

Seru sih, sangat seru, malah! Tetapi semua itu juga seakan memberitahumu tentang ‘siapa dirimu yang sebenarnya’. Ketika pacaran dengan sosok yang tertutup dan putus, kamu sadar dirimu lebih suka pada yang terbuka. Ketika pacaran dengan sosok kaya raya dan putus, kamu sadar kepuasan dirimu tak dijamin oleh materi.

Baca Juga: Dunia Sudah Keras dan Kejam Padamu, Apa Kamu Akan Begitu Juga Pada Dirimu Sendiri?

2. Hubungan itu Menunjukkan Sisi yang Bermasalah

berpikir, kata bijak berpikir positif, sisi yang salah, hikmah, salah paham, pelajaran
Image via: isciencemag.co.uk

Ketika pacaran, bukan tidak mungkin segala sesuatunya serba sensitif. Sampai-sampai kita kerap dibutakan. Sampai-sampai kita kerap salah melihat sisi mana yang sebenarnya bermasalah.

Ketika ta’aruf dengan seseorang yang memiliki teman lawan jenis yang banyak, kamu sempat beranggapan kalau jalan terbaik untuk melanggengkan hubungan yaitu dengan membatasi pergaulannya. Padahal masalah utamanya bisa jadi terletak pada rasa tidak percaya dan mindermu.

3. Hubungan itu Menempa Kita untuk Siap Sakit dan Kecewa

hati strong, hati kuat, perempuan strong, kata kata wanita strong, kata bijak wanita tegar, kata kata stay strong
Potografer: Chris Strong, via blog.kimknightrepresents.com

Poin ini menjadi titik mengerikan bagi orang-orang yang sedang menjalin hubungan. Hati para pecinta itu tak serta-merta penuh dengan rasa bahagia. Bagaimana pun, kamu sudah membuka pintu hatimu, lalu mempersilakan seseorang untuk masuk. Kalau dia ‘memecahkan’ sesuatu di dalamnya, kamu berpotensi untuk sakit hati.

Kamu juga sudah memberi amanah yang sangat besar. Kalau dia berkhianat, hatimu sangat rentan untuk hancur berkeping-keping. Lagipula, siapa yang bisa benar-benar menerawang masa depan? Segala kemungkinan bisa terjadi dan membuat buruk keadaan. Tetapi hubungan yang dijalani memang sudah memberi banyak peringatan.

4. Hubungan itu Berbisik, “Tak ada cinta yang sia-sia”

tak ada cinta yang sia sia, penantian yang sia sia, lagu penantian sia sia, pelajaran dari cinta masa lalu
Image via: Wallup.net

Begitu menjalani hubungan serius, mayoritas memasang target untuk menikah, dan mengisi waktu seumur hidup dengan pasangan sah. Jadi ketika harus putus, kamu merasa sedang memangku beban berat. Kamu tak hanya melepas momen kebersamaan dan menciptakan nostalgia, melainkan juga melepas masa depan yang sudah dibayangkan.

Kalau terlalu larut, kamu bisa terjebak pada rasa kehilangan dan penyesalan. Padahal hidup harus tetap lanjut. Kamu juga seakan lupa untuk menikmati proses dan perjalanan, bukan fokus pada tujuan akhir. Tak sia-sia, kok. Semuanya pasti berbuah hikmah.

5. Hubungan itu Berbisik, “Cinta masa lalu itu masih berperan penting”.

Cinta masa lalu, pelajaran dari mantan, hikmah dari cinta masa lalu, cinta masa lalu datang kembali, apa itu nostalgia
Image via: anapnoes.gr

Tanpa sadar, kita kerap membanding-bandingkan kisah cinta lama dengan kisah cinta kini yang sedang dijalani. Kalau berpengalaman menjalani Long Distance Relationship, kamu akan menyadari betapa pentingnya komunikasi dan kepercayaan ketika sedang jauh (secara fisik).

Pengalaman bersama para mantan secara tidak langsung sudah menjadi bahan pelajaran tersendiri. Termasuk ketika kamu merasa sudah menjalin ikatan percintaan dengan orang yang salah. “Kesalahan” ini juga tetap berpengaruh. Setidaknya, kamu jadi lebih bijak untuk tidak salah memilih (lagi).

Seringkali, keputusan untuk mengakhiri sebuah hubungan itu tak mudah. Namun terkadang ada keadaan yang tak terelakkan, yang membuat kalian mau tak mau harus berpisah.

Tak perlu sampai trauma, frustrasi, dan menutup hati. Cinta tak benar-benar hilang, melainkan berubah bentuk. Demikian, 5 Pelajaran Dari Putus Hubungan, Sakit Hati, dan Cinta yang Tak Bertahan Lama. #RD

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven + 13 =