Karya (Campuran) Archive

Cerpen; Air Mata Hati

Cerpen; Air Mata Hati “Dia ngeluarin air mata, Den! Bayangin!” senyum Devan tak pernah pudar ketika bercerita dengan sahabatnya, “Aninditaku pasti nangis karena terharu dan bahagia.” Sebagai sahabat, Alden juga lega mendengarnya. Devan yang beberapa bulan lagi

Puisi; Otak dan Hati

Puisi;  Otak dan Hati Samar-samar suara orang membuatmu meradang Mereka sedang makan bangkai, bau amismu yang tersebar Kamu sendiri tengah menyimak pertikaian hati dan otak Mereka masih bersama, tapi sering berbeda pendapat Otak tak punya hati, dan hati

Puisi; Cameo Di Mimpi

Puisi; Cameo Di Mimpi Meski dalam mimpi, daku melihat orang-orang yang lalu-lalang tetap berlarian, terburu-buru Sama seperti di dunia nyata, mereka menuding-nuding waktu ~ Katanya waktu itu serupa dengan iblis penggoda terdapat jebakan di balik detak detik

30 Cerpen Super Pendek yang Sedih dan Mengharukan

30 Cerpen Super Pendek yang Sedih dan Mengharukan Bicara karya fiksi terpendek, kita akan diingatkan pada karya Ernest Hemingway, ya. Dia pernah menuliskan 6 kata berisi “For Sale: Baby Shoes, Never Worn”. Karya tersebut bahkan diklaim sebagai

Puisi; Tentang Kita, yang Memalsukan Senyuman

Tentang Kita, yang Memalsukan Senyuman Kita tak bisa berkata-kata, Airmata sudah enggan keluar Tapi mereka terus bertanya Dan, kita juga sebenarnya ingin mengungkapkan kesedihan; Kita pun tersenyum ~ Mungkin mereka tahu, Pura-pura tidak tahu, Atau, justeru tak

Fanfiction; Hadiah Terbaik untuk Adik

Fanfiction; Hadiah Terbaik untuk Adik Characters: Park Chanyeol, Juniel, Kim Taeyeon, Jong hyun, dll. Status: On Going Genre: Family, Friendship, Romance Rating: T ~ “Juuun…” Chanyeol setengah berteriak, “niel…” sambungnya dengan nada mendadak rendah. Ia baru saja

Puisi; Perempuan yang Ingin Menghilang

Puisi; Perempuan yang Ingin Menghilang Menghilang Saat ini, aku ingin terbang menuju ketiadaan ~ Di sekelilingku banyak orang Tapi mereka tak bisa menjadi teman yang kuharapkan Aku dilingkari sumber kehangatan Tapi tak ada satu pun yang memberi

Puisi; Mereka Kira Aku Bukan Manusia

Puisi; Mereka Kira Aku Bukan Manusia Mereka datang dari arah yang bukan samping kiri, bukan samping kanan bukan dari depan, bukan dari belakang bukan dari atas, bukan juga dari bawahnya ~ Mereka memujaku karena aku berusaha tak

Puisi; Kamu Cemburu

Kamu cemburu, tentu saja, karena kamu memilikiku Walau aku selalu melihatnya manis dan lucu Kalau orang bilang, kamu itu pencemburu ~ Kamu hukum aku karena cemburumu Menjalarkan rasa bersalah Mencabut ketenangan, mengekalkan resah ~ Aku kadang senang,

Puisi; Kata Mereka, Kamu…

Puisi; Kata Mereka, Kamu… Kamu memiliki bahu yang beku Mulutmu miskin, tak banyak kata yang tersedia Kakimu kerasukan gajah, susah melangkah Hatimu… Mereka tidak, belum mengatakannya ~ Aku tak sengaja melintas di tengah kerumunan Di tengah bangkai-bangkai