1 Fakta Bittersweet Tentang Self-Healing alias Penyembuhan Luka Batin

2
SHARE
bittersweet artinya, arti bittersweet, maksud bittersweet, bittersweet life artinya, fakta bittersweet
Image via: scoopwhoop.com

Sesuai namanya, bittersweet, manis tapi pahit. Istilah ini bisa berlaku untuk semua hal. Tidak hanya untuk buah atau tumbuhan yang rasanya kecut, ada manis dan pahitnya.

Sensasi manis sekaligus pahit bisa berlaku untuk kehidupan, yang memberikan tawa sekaligus air mata. Untuk masa depan, yang memberikan kejutan sekaligus ketidakpastian. Untuk seseorang, yang menjadi sumber bahagia sekaligus duka cita. Untuk pekerjaan, yang memenuhi kebutuhan sekaligus kepenatan.

Ya, hidup ini bittersweet.

Rasa senang dan sedih bisa jadi satu.

Kamu bahkan bisa tersenyum sambil menitikkan air mata.

Demikian juga dengan proses self-healing alias upaya menyembuhkan luka batin, yang sudah saya bahas di artikel “9 cara untuk melancarkan upaya self-healing”.

Momen self-healing ini membuatmu jadi lebih kuat, sekaligus membuatmu lebih dekat dengan dirimu sendiri – bahkan Tuhanmu. Kalau lulus dalam tahap ini, kamu pasti naik level.

Tetapi, siapa yang ingin terus-terusan berada dalam lingkaran self-healing? Terluka, berobat, terluka lagi, berobat lagi, dll.

Sayang sekali … faktanya, self-healing itu tidak akan dilakukan 1x seumur hidup.

Kamu akan terus melakukannya berkali-kali. Mungkin waktunya berbeda-beda. Alasannya juga bermacam-macam.

Di satu momen, kamu mesti menyembuhkan luka batin karena dukamu terlalu dalam ketika orang-orang tersayangmu meninggal. Di momen lain, kamu mesti menyembuhkan luka batin karena kehilangan pekerjaan andalan untuk menopang hidupmu. Di momen lain lagi, kamu mesti menyembuhkan luka batin karena rancangan rencanamu gagal total karena tidak sesuai kehendak Tuhan,

Di momen berikutnya, kamu mesti menyembuhkan luka batin karena kekasihmu yang dulu sangat akrab tiba-tiba berubah jadi orang asing. Di momen berikutnya lagi, kamu mesti menyembuhkan luka batin karena pasangan hidup pilihanmu tidak sebaik ekspektasimu – tetapi kamu tetap bertahan karena terlanjur malu oleh semua orang.

Baca Juga :  Kok Lebaran Sekarang Enggak Ramai dan Meriah, ya?

Masih banyak lagi momen yang membuat batinmu lecet, mungkin terluka parah.

Hari ini mood-mu bisa hancur. Tetapi keesokan harinya, semangatmu begitu membara. Di waktu berikutnya, kamu bisa tertawa lepas. Tetapi tak lama kemudian, kamu malah menangis sesenggukan.

Seringkali, semisterius dan setidakpasti itu, ya.

Rupanya, bukan pencegahan dan rencana hebat saja yang menjadi kunci untuk menghadapi hidup ini – hidup yang tidak terprediksi ini.

Kamu bisa saja mencegah kucingmu agar tidak cepat meninggal dengan cara memberi makanan berkualitas, menyediakan perawatan mahal, rutin kontrol ke dokter hewan, dll. Tetapi ketika penciptanya ingin kucing itu pulang, ia tetap meninggal. Kamu tak punya daya apa-apa.

Demikian juga dengan aneka rencana hebatmu. Semuanya tidak bisa kamu perjuangkan ketika Tuhan tidak atau belum mengizinkan.

Perlu sikap fleksibel, ketangguhan, dan kemampuan untuk menerima apa adanya. Sialnya, semua itu sangat sulit. Tetapi mau bagaimana lagi. Kamu hanya diwajibkan untuk berikhtiar maksimal. Tetapi untuk urusan hasil sih sudah masuk ranah Tuhan. Manusia tidak lagi berdaya.

Setiap saat kamu terluka lagi, kamu mesti mengobatinya lagi, dan melanjutkan sisa hidup lagi.

Tetapi kabar baiknya, lingkaran yang seakan tak pernah usai ini hanya sementara. Kamu pun akan ada titik akhirnya.

Semoga ada pada pencapaian yang memuaskan, ya.1 Fakta Bittersweet Tentang Self-Healing alias Penyembuhan Luka Batin. #RD

SHARE

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nine + 19 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.