1 Tips Menghadapi Komentar Akun Jualan di Instagram

0
SHARE
akun jualan instagram, akun jualan online, akun jualan, jualan di instagram tips, menghadapi komentar spam di instagram
Image via: shortstack.com

“… Tidak sulit bikin saya bahagia, cukup dgn tdk nge spam di IG saya. Thanks!”

Familier dengan kalimat di atas? Ya! Kalimat tersebut merupakan isi bio Instagramnya Raisa. Dia secara terang-terangan merasa risi dengan komentar spam di postingannya.

Tapi apakah ketegasannya berhasil mengusir komentar spam?

Tidak juga. Masih saja ada produk pemutih wajah, peninggi badan, pelangsing, dll, yang “merecoki” postingannya. Mungkin “intensitasnya” memang berkurang.

Tetapi itu sih hak penuh Mbak Raisa, ya. Dia punya wewenang utuh atas akunnya. Jelas sekali, dia merasa terganggu dengan komentar-komentar bernada jualan yang isi redaksinya hampir sama. Apalagi akunnya seperti (maaf) tidak jelas, begitu.

Mereka juga “menyerang” postingan apa pun, walau tidak nyambung blas. Jadinya, komentar-komentar seperti itu tumpang-tindih dengan komentar fans dan haters. Wajar kalau penyanyi sekelas Raisa jadi bad mood menghadapi spam di IG-nya.

Tetapi sejauh ini, belum ada “peraturan khusus” tentang komentar jualan di Instagram, ‘kan? Jadi para akun jualan sebenarnya memiliki hak juga untuk memasarkan dan mempromosikan produk atau jasanya. Tetapi lagi-lagi, kalau yang empunya akun tidak suka, sebaiknya tidak memaksakan juga.

Selain itu, sebenarnya ada etika-etika berjualan yang mestinya diterapkan.

Nah, kamu yang punya akun Instagram, apakah pernah mendapat komentar spam jualan?

komentar spam di instagram syahrini, akun jualan instagram, akun jualan online, akun jualan, menghadapi komentar spam di instagram
Image via: youthmanual.com

Sekarang ini hampir semua produk dan pelayanan bisa dipromosikan atau dijual di Instagram.

Isi postingan dan komentar yang jualan di IG begitu bervariasi. Namun mayoritas memang tidak lagi “menodong” dengan kalimat seperti ‘belilah produk X, niscaya anda akan anu’. Kata-katanya dirangkai semenarik mungkin. Biasanya mereka menggunakan kata-kata kunci yang bikin calon konsumen tertarik.

Misalnya dipancing dengan istilah ‘beli 2 gratis 1 cuma sampai akhir bulan ini’, ‘ini dia produk paling laris; barang mall tapi harga pasar tradisional’, ‘edisi terbatas nih, kak! ayo buruan beli sebelum kehabisan’, ‘segera miliki produk ini, Say, dan dapatkan wajah putih instan hanya dalam satu malam’, dst.

Baca Juga :  9 Hal yang Dibenci Murid dari Seorang Guru

Jualan di Instagram VS dicap sebagai spam

Jualan di Instagram itu keren dan berpotensi menguntungkan. Sudah banyak cerita sukses orang-orang yang mengangkat jualannya ke ranah IG. Omzet mereka memang tidak bisa disepelekan, sebab bisa menandingi bahkan mengalahkan gaji bulanan orang-orang. Salut!

Kalau punya produk atau jasa yang hendak dikenalkan dan dipromosikan ke publik, sebaiknya memang menggunakan medsos ini. Sayangnya, banyak akun jualan yang dianggap spam – baik oleh akun lain, mau pun Instagram itu sendiri.

Kenapa spam? Sebab rata-rata mereka gemar mengomentari postingan random secara bertubi-tubi, dan seringkali tidak disukai oleh pemilik akun yang jadi sasaran.

Selain itu, banyak akun jualan yang melakukan berbagai pelanggaran.

Misalnya dengan mengikuti ribuan akun lain dalam waktu singkat, memberikan komentar dengan kalimat yang itu-itu saja (spam), menulis hashtag yang terlalu banyak sampai ke kolom komentar, nge-mention banyak akun (lebih dari 5) dalam kolom komentar atau menjejakkan komentar secara cepat dari satu postingan ke postingan lain.

Cara-cara yang pernah “berjaya” ini, kini tidak direkomendasikan. Algoritma Instagram, dan mungkin media sosial lain, terus berubah serta berkembang. Akun-akun yang dianggap “mengusik” kenyamanan pengguna IG lain mulai diawasi ketat.

Bisa rugi sendiri kalau sudah dicap sebagai spam. Apalagi sampai kena blokir.

Apa tips menghadapi komentar akun jualan di Instagram?

jualan di instagram, postingan jualan di instagram, komentar spam di instagram,
Image via: verticalresponse.com

Akun Instagram saya sederhana. Pengikutnya tidak terlalu banyak. Jumlah likes dan komentar juga terbilang sepi. Untuk “meramaikannya”, kadang ada akun-akun yang “ngelapak”. Mereka menawarkan madu asli, obat-obatan, bisnis online, dll.

Sebagai pedagang offline dan online juga, saya hanya menerapkan 1 tips; yakni membiarkannya saja.

Kalau produk atau pelayanan tersebut tidak saya sukai atau butuhkan, ya tidak perlu direspons atau dibeli. Tidak perlu ada interaksi dan transaksi apa pun di antara kami.

Baca Juga :  Peristiwa Armageddon dan Kiamat yang Mendekat

Saya mengingatkan diri sendiri untuk mempersilakan orang-orang yang hendak jualan. Barangkali mereka adalah seorang ayah yang menjadi tulang punggung keluarga, seorang ibu yang jadi single parent, anak muda yang tengah membiayai sekolahnya sendiri, dll.

Ada rasa takut, kalau salah bertindak, saya malah memutus ikhtiar mereka dalam mencari rezeki. Apalagi kalau sampai menggalakkan aksi ‘menolak komentar jualan’, atau bahkan memblokir akun jualan. Enggak, deh.

Biar saja … kecuali kalau mereka sudah melampaui batas.

Tapi lagi-lagi, semua kembali pada sikap pribadi. 1 Tips Menghadapi Komentar Akun Jualan di Instagram. #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

13 + sixteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.