10 Alasan Kenapa Kita Tidak Wajib Peduli Apa Omongan atau Pikiran Orang Lain

10 Alasan Kenapa Kita Tidak Wajib Peduli Apa Omongan atau Pikiran Orang Lain

10 Alasan Kenapa Kita Enggak Wajib Peduli Apa Omongan atau Pikiran Orang Lain
Pict: MetaPicture via IG: @deeannrose

Apa Bro-Sist termasuk orang yang peduli omongan atau pikiran orang lain?

Memang, sudah lumrah bagi manusia untuk ingin dipandang baik. Penginnya… orang lain itu menerima dan menyukai kita. Namun di waktu bersamaan, kita jadi terjebak dalam pikiran sendiri. Kita jadi penasaran dan bertanya-tanya sendiri,

“Pikiran orang lain terhadap kita itu bagaimana, ya?”

“Mereka suka ngomongin daku di belakang enggak, ya?”

“Apa sih yang biasa mereka katakan tentangku?”

Jika tidak dikendalikan, sikap seperti ini akan memberi pengaruh negatif. Kita seperti terpenjara. Mau begini, mau begitu, ragu-ragu. Takut orang akan berkata anu, atau berpikiran anu. Hubungan kita dengan mereka pun akan sedikit kaku.

Padahal dibandingkan dengan terlalu banyak memikirkan orang lain, masih banyak hal lain yang perlu diperhatikan. Lagipula ada beberapa alasan kenapa kita jangan sampai terlalu memerdulikan apa yang orang lain katakan atau pikirkan.

Apa saja? Jom!

#1. Merekanya Sendiri (Sebenarnya) Tidak Peduli Dengan Kita

Orang yang peduli bukan mereka yang berkasak-kusuk tentang kita. Bukan juga yang buru-buru menghakimi kita. Mereka bisa saja amat sangat perhatian, sampai tahu banyak hal tentang kita, tapi semua itu tak menjamin rasa peduli. Sebab orang yang peduli itu tidak hanya banyak komentar, tapi juga menawarkan uluran tangan atau solusi pasti.

~

#2. Hidup & Urusan Kita, Bukan Hidup & Urusan Mereka

Kita sudah dikaruniai mulut dan otak, sehingga berhak berbicara atau berpikir apapun. Namun apa yang orang lain pikirkan tentang kita tak berhak mendeskripsikan siapa kita sebenarnya.

Jika kita A, tapi orang lain menduga B, biar saja… kita tetap A. Kita yang menjalani kehidupan, menghadapi masalah, memutuskan dan menelan konsekwensinya. Bukan mereka.

Baca Juga :  5 Tahap Berduka, di Awal Saja Sulit Menerima

~

#3. Mereka Tak Tahu Apa Terbaik untuk Hidup Kita

Untuk apa memerdulikan orang-orang yang bahkan tak tahu yang terbaik? Sebab pada akhirnya, hati kita sendiri yang tahu… mana yang terbaik. Orang-orang lain hanya menyediakan opsi atau pilihan ganda, ada juga yang justeru mengacaukan semuanya.

~

#4. Apa yang Menurut Orang Lain “Benar”, Bisa Saja “Salah” Menurut Kita. Vice Versa

Kita semua memiliki keunikan, selera dan pilihan tersendiri. Kita tak mesti mengikuti apa kata publik. Misalnya orang lain menganggap kalau menjadi pejabat atau pekerja kantoran itu adalah ambisi yang mesti dicapai. Kalau kita enggan, tak perlu dipaksakan. Jalani saja apa yang sedang berlangsung, selama itu baik dan benar.

~

#5. Mereka Bisa Jadi Virus untuk Mimpi yang Sedang Dibidik

Cita-cita atau keinginan kita kadang dianggap “enggak banget” oleh orang lain. Kalau kita terus-terusan khawatir akan pikiran mereka, semua itu akan menjadi ganjalan sendiri di tengah perjalanan. Kita bisa termakan omongan mereka, dan akhirnya tak sampai di tujuan yang diinginkan.

#6. Dikendalikan itu Tak Enak

Terlalu memusingkan pendapat orang cenderung membuat kita ragu-ragu. Mau berkata, bersikap, menulis, dsb, mesti mempertimbangkan apa kata dunia dulu. Kita seperti didikte. Mending kalau satu hati.

~

#7. Pikiran Orang Bisa Berubah

Perubahan adalah salah-satu hal yang tak terhindarkan. Termasuk juga berubah pikiran atau pandangan. Jika orang lain sempat berpikiran buruk, kita bisa mengubahnya tanpa mesti berkoar-koar atau memaksanya. Pembuktian secara nyata, walau perlahan, tentu lebih efektif.

~

#8. Hidup Terlalu Singkat untuk Memusingkan Pendapat Mereka

Biarkan mereka beropini. Kita juga mesti membiarkan diri untuk berbuat sesuai keinginan, untuk menjadi seseorang yang diidamkan. Tentu selama hal itu tak merugikan atau membawa madhorot. Sudah sering kita dengar kalau hidup itu hanya tempat persinggahan. Rasanya tak bijak juga kalau kita singgah hanya untuk depresi akan pikiran orang.

Baca Juga :  12 Ilustrasi tentang Depresi dan Kandungan Makna Di Dalamnya

~

#9. Kita Menuai Hasil Dari Apa yang Ditanam

Kita tidak memanen hasil dari pikiran orang. Apa yang didapatkan murni sesuai usaha dan doa kita sendiri. Tak perlu menjadi orang lain demi disukai atau dianggap baik oleh mereka. Sebab kalau boleh jujur, diri sendirilah yang tidak menyukainya.

~

#10. Kita Tak Berkewajiban untuk Membahagiakan Semua Orang

Kenapa kita tidak harus membuat semua orang senang? Sebab hal itu memang tidak mungkin dilakukan. Argumen kita tidak selamanya disetujui, penampilan kita tidak selamanya disukai, tingkah-laku kita tidak selamanya dikagumi, dll. Tak perlu merepotkan diri untuk mencapai titik sempurna, kalau memang kita sangat tersiksa ketika melakukannya.

~

Terlalu peduli pada perkataan dan pikiran orang lain membuat hidup jadi penuh beban. Tentu hal tersebut memberi pengaruh buruk. Kita jadi terlalu fokus pada apa yang ada di otak orang lain, sampai melupakan apa isi hati sendiri.

Sebisa mungkin kita beri kesempatan untuk merasakan kebebasan berekspresi dan menjadi diri sendiri. Yang patut kita pusingkan hanyalah… restu atau ridho Ilahi. Demikian, 10 Alasan Kenapa Kita Tidak Wajib Peduli Apa Omongan atau Pikiran Orang Lain. #RD

You May Also Like

10 Comments

  1. saya sendiri juga begitu, tidak terlalu memikirkan dengan apa yang mereka bicarakan. tapi ada satu cerita yang membuat saya harus mengambil sikap yaitu : dimana mereka membicarakan diriku seputar blog. mereka bilang, kalau diriku gada kerjaan dan tiap hari hanya nulis dan mainan hape mulu (2014) 🙁

    1. Duh, Kangjum. Kita senasib, terutama yang dikatain kurang kerjaan, nulis mulu dan main HP terus. Hehe
      Karena itulah unek-uneknya ditulis di sini, nih ^^

  2. Aku juga merasakan hal yg sama, dihakimi dan di cap sebagai org yg gak produktif. Penilaian mereka hanya based on apa yang mereka lihat, tidak lebih.

  3. orang itu kebanyakan mandang jeleknya..
    kalo ada butuh aja pura2 baik dan ramah…cuuhh najis..
    baik kok kalo ada butuhnya,,

    1. Kadang ada yang memang seperti itu. Mungkin orang lain juga memandang demikian pada kita. Hehe… tapi yang baik2 juga ada, kok. ^^

Comments are closed.