10 Pelajaran Positif Dari Perceraian Orang Tua Bagi Anak Broken Home

2
SHARE
sisi positif anak broken home, sisi positif dari perceraian orang tua, pacaran sama anak broken home, catatan anak broken home, diary anak broken home, broken home indonesia
Image via: ministrymatters com

Sudah terlanjur banyak yang menilai, kalau anak broken home itu “bermasalah”. Mereka kurang perhatian dan kasih sayang keluarga, efeknya jadi negatif. Sehingga anak broken home itu rawan menjadi sosok yang nakal, pembangkang, bahkan membawa pengaruh buruk bagi yang lain.

Stigma itu sering membuat anak broken home larut dalam jurang kegelapan. Namun tentu saja masih ada anak broken home yang berada pada ‘kehidupan lurus’, bahkan mungkin lebih istimewa ketimbang anak dari keluarga yang baik-baik saja.

Cukup jarang ada yang mengangkat sisi positif yang bisa diambil dari perceraian atau keadaan keluarga yang berantakan. Nah, seorang psikolog berlisensi bernama Dr. Benna Strober mengungkapkan, setidaknya ada 10 pelajaran positif bagi anak broken home dari perceraian orang tuanya:

1Melepaskan bisa jadi pilihan terbaik ketimbang mempertahankan

Image via: highswartz.com

Anak broken home menyaksikan sendiri, orang tua yang dulu saling mencintai pun bisa sampai pada titik perpisahan. Mereka mungkin sudah melihat betapa menderitanya ayah dan ibu ketika bertengkar, menangis, atau perang dingin. Lama-lama kondisi tersebut mengubah kesan sebuah rumah.

Ekspektasinya sih ‘rumahku surgaku’. Realitanya malah terbalik, ‘rumahku nerakaku’.

Maka, mereka bisa memaklumi kalau mempertahankan itu tidak selamanya jadi upaya terbaik. Mengerikan juga kalau rumah tangga yang hancur dipertahankan, sebab bisa menambah dosa masing-masing dan menyiksa batin. Sampai akhirnya orang tua mesti memilih opsi paling sulit sekaligus paling akhir, yakni perceraian.

2Bersikap lebih dewasa

Image via: shutterstock.com

Istilah ‘mantan suami’ dan ‘mantan istri’ memang ada, tetapi ‘mantan anak’ tentu tidak ada. Maka orang tua yang paham, meski pun sudah cerai, akan tetap memenuhi kebutuhan anak.

Begitu cerai, orang tua yang baik akan mengingatkan anak-anaknya, kalau tidak ada yang namanya ‘mantan ayah’ dan ‘mantan ibu’. Hal ini membentuk kedewasaan tersendiri bagi anak. Mereka tetap memperlakukan kedua orang tua sesuai ajaran agama.

Baca Juga :  17 Serba-Serbi Cinta Di Mata Anak Broken Home

3Berani ke luar dari zona nyaman

Image via: lifehack.org

Begitu keluar dari zona nyaman, di saat itulah kehidupan yang sebenarnya dimulai…

Orang tua ibarat panutan yang selalu diperhatikan anak-anaknya, termasuk anak broken home. Mereka belajar bahwa orang tua memasuki fase hubungan yang tidak mendatangkan kebahagiaan. Mereka belajar kalau orang tua berani ke luar dari ‘zona nyaman’ dan menanggung konsekuensinya sendiri. Sebab, semua orang layak merasa bahagia, tenang, dan tentram.

4Betapa sakralnya pernikahan

Via: kanal Youtube Key

Anak broken home mungkin sedikit ‘parno’ terkait komitmen, apalagi pernikahan. Mereka biasanya akan lebih hati-hati, karena kandasnya pernikahan orang tua menjadi pelajaran penting terkait asmara.

Bagaimana pun, banyak hal tentang cinta dan kehidupan yang sudah dipelajari anak broken home. Mereka juga tidak grusa-grusu dan mau menunggu. Pernikahan yang langgeng dan bahagia menjadi tujuan utama.

5Hubungan dengan saudara kandung lebih erat

Image: Band Kuinka via westword.com

Saudara kandung menjadi sosok yang ada di masa-masa proses perceraian orang tua. Posisi mereka juga sama, yakni sebagai anak broken home. Sehingga saudara menjadi orang yang paling memahami.

6Menambah rasa sayang terhadap orang tua

Cerita perceraian keluarga tentu beda-beda. Tetapi anak tahu, kalau orang tua memutuskan untuk bercerai, tentu karena sudah mempertimbangkan banyak hal. Salah-satunya yaitu untuk kepentingan anak.

Di awal-awal, anak broken home mungkin mungkin akan kecewa pada kedua orang tua. Tetapi setelah hati dan pikiran jadi jernih, ada kesadaran dan rasa sayang yang terus tumbuh pada orang tua. Apalagi kalau mereka mulai membuka diri atau curhat. Orang tua dan anak bahkan bisa saling menguatkan.

8Melatih kemandirian

Mereka sudah terbiasa untuk tidak menggantungkan diri pada orang tua, apalagi orang lain. Sehingga tidak ada mendikte senyum dan mood mereka. Selain itu, mereka juga lebih termotivasi untuk sukses dan berhasil. Semua upaya kerasnya demi ‘menebus’ penderitaan di masa lampau.

9Belajar komunikasi dan manajemen waktu

Meski sudah bercerai, namun anak broken home masih bisa berkomunikasi dengan kedua orang tua. Walau tinggal dengan salah-satunya, namun hubungan dengan yang lainnya tidak terputus. Kadang mereka sudah belajar sendiri bagaimana cara komunikasi dengan pihak ayah, lalu pihak ibu. Mereka juga terbiasa membagi waktu dan perhatian. Apalagi kalau sudah punya penghasilan sendiri. Mereka tahu

Intinya anak broken home sudah teruji dengan cara yang menyakitkan, namun juga meninggalkan kekuatan besar. Di balik masa gelap, selalu ada cahaya yang menyelinap.  10 Pelajaran Positif Dari Perceraian Orang Tua Bagi Anak Broken Home. #RD

SHARE

2 COMMENTS

  1. Wah gitu yah,tapi sedih juga kalau sampai terjadi perceraian. Semoga allah memberkahi setiap rumah tangga sehingga selalu bersatu dalam mendidik anak. Amiin.

    • Betul, Mbak, sedih sepertinya efek yang enggak bisa ditolak – sekali pun perceraian itu jadi jalan yang terbaik. Huhu..

      Aamiin … terima kasih ^^

Leave a Reply to Anisah Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

six − one =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.