10 Tanda Sudah Waktunya “Putus Persahabatan” dengan Seseorang

10 Tanda Sudah Waktunya “Putus Persahabatan” dengan Seseorang

putus sahabat, ayat putus persahabatan, hukum putus persahabatan, punca putus kawan, ayat sedih putus kawan, kata kata putus persahabatan, persahabatan yang putus, kata kata persahabatan yang renggang, kata mutiara putus persahabatan
Via: servedfreshcollection.com

“…padahal dia sosok yang sudah dianggap saudara. Nginep di rumah juga sudah sering. Sampai suatu ketika mau acara empat bulanan kehamilan, dia yang sudah siap-siap untuk bermalam, tiba-tiba pamit mau pulang. Yang bikin kaget, alasannya itu… karena dia mau lamaran. Lha, masa mendadak? Tetapi waktu itu, meski dengan penuh tanda tanya, percaya saja. Dan, dia pun pulang…

Semenjak kejadian itu, selanjutnya tak ada pertemuan. Jarak rumah juga memang lumayan jauh. Belum lagi ditambah kesibukan pekerjaan. Tetapi kalau hubungan via telepon masih tak putus. Dan dalam rentang waktu itu, dia menyampaikan kabar yang bikin emosi kayak roller-coaster…

Dimulai dari berita pernikahan, kehamilan, keguguran, dan ketiadaannya di rumah lama. Namun atas dasar penasaran, suatu hari rumahnya didatangi. Ada hikmahnya. Saat itu tahu, kalau faktanya dia ada di rumah. Faktanya, dia juga masih berstatus “belum kawin”. (Mungkin) tak pernah ada lamaran, tak ada pernikahan, dan apalagi kehamilan sampai keguguran. Kami pun… putus.”

~

Kisah nyata tersebut menjadi inspirasi tersendiri bagiku untuk menulis postingan ini. Bahwa ternyata, kata “putus” itu eksis juga dalam kamus persahabatan. Entah bagaimana rasanya. Bagaimana peliknya.

sahabat, poto sahabat, pose poto sahabat, kata-kata untuk sahabat, mutiara kata sahabat, arti sahabat, sahabat sejati, kata kata putus persahabatan, persahabatan yang putus, kata kata persahabatan yang renggang,
Via: thefrisky.com

Pasti pengalaman itu menjadi bagian cerita hidup yang pahit. Tetapi keputusannya untuk “memutuskan jalinan persahabatan” patut kita hormati juga. Mungkin ia memang enggan “mengulur rasa sakit” akibat dibohongi sahabat sendiri, yang motifnya saja belum jelas. Mungkin ia merasa kalau status mereka lebih baik berubah menjadi teman biasa, atau sebatas seseorang yang dikenal. Phew!

Setidaknya berikut ini ancaman yang bisa memutuskan ikatan persahabatan. Jom!

#1. Bertepuk Sebelah Tangan

Singkatnya, kita menganggap dan memperlakukannya sebagai sahabat (bahkan saudara), sementara dianya sendiri pada kita tidaklah demikian. Kita sangat peduli, sedangkan dia tak acuh. Jika hubungan seperti itu sudah berlangsung sangat lama dan mulai menyiksa, ada baiknya untuk menyamakan perlakuan. Kecuali kalau kita memang ikhlas untuk “tak menerima balasan” ala persahabatan.

Baca Juga :  6 Keuntungan dari Sikap Sedikit Bicara Banyak Mendengar

#2. Membuat Kita Seperti Tak Jadi Diri Sendiri

Bisa direnungkan sendiri, selama bersahabat, apakah kita bisa menjadi diri sendiri? Atau justru penuh dengan kepura-puraan? Dalam beberapa sinetron, sering ada “persahabatan” yang terlihat “sakit”. Si anu pura-pura menjadi orang kaya demi masuk dalam lingkar persahabatan elitnya. Dia merasa tak nyaman untuk terbuka mengenai kondisi yang sebenarnya, sehingga ia seperti “orang lain” di antara sahabat-sahabatnya sendiri.

#3. Menusuk Dari Belakang

Kepercayaan menjadi salah-satu pondasi penting suatu persahabatan. Kalau sudah retak bahkan hancur, rasanya semua tak akan sama lagi. Demikian juga ketika ada sahabat yang ternyata menusuk dari belakang. Ternyata dialah yang menyebarkan rahasia terdalam kita. Ternyata dialah yang sudah merenggut kebahagiaan kita.

#4. Menyesatkan

Sahabat bisa menjadi gambaran imej seseorang. Jika sosok terdekat kita memang alim, tak perlu heran kalau nanti orang-orang akan menganggap kita alim juga. Aamiin… Sebaliknya kalau sahabat kita bertingkah layaknya tokoh antagonis dalam film, bukan hal aneh jika orang-orang akan menganggap kita jahat juga. Tetapi yang perlu dikhawatirkan itu kalau sang sahabat justru menggiring kita pada keburukan… bersamanya.

#5. Pencemburu

Ada film Korea yang menceritakan bagaimana persahabatan yang didambakan bisa rusak karena suatu kecemburuan. Jadi tokohnya cemburu karena sang sahabat sudah berhasil menggapai cita-cita, sementara dirinya sendiri stuck di situ-situ saja. Bukannya mendukung, ia malah merasa iri dan bahkan pengin balas dendam. Tak ayal kalau ia sangat kelelahan, dan malah berakhir sendirian tanpa ada dukungan. Niatnya saja sudah begitu.

bertengkar dengan sahabat, ngambek dengan teman dekat, bertengkar dengan pertemanan, bertengkar sama sahabat, sahabat yang bermakna, kata kata berantem sama sahabat, cara mengatasi sahabat yang sedang marah sama kita, kata kata bertengkar sama teman
Via: nytimes.com

#6. Menjadikan Masa Lalu sebagai Jebakan

Yang satu ini sering terjadi pada sahabat masa kecil atau masa sekolah. Sahabat kita ingin tradisi persahabatan lama tetap dilestarikan. Curhat face to face, jalan-jalan, makan-makan, dsb. Bagus, memang. Tetapi hal tersebut bisa jadi gangguan tersendiri kalau dia tak bisa memaklumi, kalau kita ini hidup di “masa kini”, bukan “masa lalu” lagi.

Apalagi kalau dia sampai “menuduh” kalau kita ini sudah berubah dan tak menghargai persahabatan. Padahal semua tradisi itu bisa saja pudar dengan sendirinya, dan berubah status sebagai memori indah. Bagaimanapun, kita sudah mulai menemukan jalan masing-masing. Ya sudah menikah, sudah bekerja, sudah memiliki kesibukan lain, dsb.

Baca Juga :  13 Tips Menjadi Lebih Percaya Diri

#7. Sudah Tak Memberi Efek Positif

Sekeras apapun mencari sosok sempurna, kita tak akan pernah menemukannya. Sebab, kesempurnaan itu sendiri memang tak pernah ada. Sejelek apapun, sekonyol apapun, se-cupu apapun, atau sekurang apapun sahabat, normalnya ia tetap akan memberi efek positif pada kita. Entah dengan memberi hiburan, dukungan, uluran tangan, atau apapun yang baik-baik. Tetapi kalau mereka sudah tak berkontribusi apapun, dan hanya eksis ketika butuh bantuan, tak perlu merasa bersalah untuk menurunkan kadar hubungan.

#8. Sering Bermasalah

Konflik memang tak terhindarkan. Pasti selalu hadir di dalam semua hubungan. Tapi kalau kehadirannya bersifat konstan, kita bisa capek juga. Terus bertengkar, berdebat, perang dingin, dsb. Kenangan-kenangan baik nan indah bisa jadi tertutup semua. Lama-lama hal tersebut bisa jadi alamat, betapa tidak cocoknya kita untuk mempertahankan yang namanya persahabatan. Mungkin lebih baik menjalin pertemanan biasa saja.

#9. Membuat Kita Semakin Terjatuh

Semestinya sahabat itu saling support. Kalau mereka menampangkan muka ketika kita ada di puncak kesuksesan, seharusnya mereka hadir juga ketika kita terjerembab ke dasar kegagalan. Di saat terjatuh, cemas, takut, stress, atau dilema, seorang sahabat biasanya datang untuk menguatkan. Bukan justru menghilang, membuat kita semakin terkubur dalam. Lebih lagi kalau ia memang tahu keadaan kita.

#10. Tak Peduli Mau “Keep in Touch” atau Tidak

Segala sesuatu memang bisa berubah, termasuk kita dan para sahabat. Jika sudah terpisah jarak dan kesibukan, kita tak bisa berharap bisa bertemu atau bahkan “ngobrol via ponsel” secara rutin. Meski demikian, sahabat sejati tetap akan memikirkan dan mendoakan.

Sakit rasanya kalau kita menjadi pihak yang terus mempertahankan yang namanya “keep in touch”, sementara mereka tidak. Tiap kali ganti nomor ponsel, nama akun, atau mungkin alamat rumah, kita akan update. Tetapi mereka tidak. Cuek saja, seolah-olah hal tersebut tak penting. Semakin lama, situasi ini bisa membuat kita tak nyaman. Kita jadi merasa lelah sendiri, sudah terlalu memerdulikan seseorang yang ternyata terlalu mengabaikan.

~

Harap dimengerti kalau postingan ini tak berniat untuk memotivasi seseorang agar memutuskan silaturahim. Memiliki sahabat adalah salah-satu anugerah hidup. Tetapi dibikin sakit dan hancur karena sahabat juga bisa jadi cobaan berat.

Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya jika memang hal ini terjadi.

Baca Juga :  16 Ciri Utama Kita Sudah Berhasil Melewati Tahun 2016 Kemarin

Kalau ingin move on, kita bisa memulainya dengan melonggarkan hubungan tersebut. Kalau sudah toxic bisa berbahaya juga, bukan?  10 Tanda Sudah Waktunya “Putus Persahabatan” dengan Seseorang. #RD

You May Also Like

4 Comments

  1. Bagus sekali artikelnya. Saya sendiri baru ‘putus’ dgn sahabat yg sudah saya kenal berthn2 tp tgl lahir saya pun dia tak pernah ingat *hiks

Comments are closed.