11 Tips Trik Menulis yang Aneh, Unik, dan Menarik

0
SHARE

11 tips menulis yang aneh unik dan menarik, penulis, tips menulis novel, tips menulis blog, tips menulis artikel, tips menulis cerpen, tips menulis puisi,
Via: davidhayes.ca

#6. Sistem “Potong Atas & Bawah”

Setiap kali menulis, kita sudah tahu inti yang akan disampaikan itu apa. Namun kadang kata pembuka atau basa-basi di awalnya sampai memakan waktu lama. Demikian juga ketika mencapai ending. Rasa bingung kadang menghantui. Kalau begitu, kita bisa menerapkan sistem ini. Kita pangkas atau hilangkan saja awalan dan akhirannya. Biarkan isi atau pertengahannya, sebab bagian inilah yang jadi bagian vitalnya. Isi tulisan seperti ini juga bisa memicu komentar para pembaca.

#7. Dokumentasikan Sesi Menulis Kita

Wew, yang satu ini cukup merepotkan. Kita disarankan untuk mencatat:

  • Hari, tanggal, dan jam menulis
  • Dapat berapa kata? Dan, butuh waktu berapa lama?
  • Bagaimana perasaannya, sebelum atau sesudah menulis? Apa tadinya semangat, lalu tiba-tiba drop? Atau justru tadinya malas, lalu tiba-tiba jadi ceria? Dsb.
  • Apa hasilnya? Apakah 1 artikel? Atau 1 draft untuk karya fiksi?
  • Apa pelajaran yang bisa diambil?

Tips ini membuat kinerja kita jadi ekstra banyak. Namun ada hikmahnya juga. Kita jadi meluangkan waktu untuk menganalisis proses menulis sendiri. Mungkin tiba-tiba sadar, oh daku lebih lancar nulis di waktu subuh, atau oh dalam sejam, daku hanya bisa menulis se-anu kata.

#8. Pokoknya Buka Saja

Beberapa kali daku mesti menulis sesuatu yang referensinya sangat banyak. Berlembar-lembar. Mau di-skip, enggak bisa. Mau dibaca semua, semangatnya langsung rontok. Tapi di sisi lain pengin segera dieksekusi biar cepat kelar.

Rupanya trik ini bisa dicoba. Kita tinggal membuka dokumen atau referensi panjang itu, kemudian membacanya sekilas. Lalu kita bisa pilih 1 atau beberapa kalimat saja, yang paling mudah atau dikuasai. Dari temuan itu, kita bisa mulai menulis. Hanya fokus tentang kalimat-kalimat pilihan itu. Selanjutnya kita bisa melakukan improvisasi, dan siapa tahu jadinya malah satu paragraf.

Baca Juga :  Post Card Dari Seorang Penulis

#9. Buat Aturan Terbatas

Tips ini juga sedikit aneh. Ketika ingin menulis, kita justeru diberi saran yang cukup menantang. Daku jadi ingat puisi atau prosa buatan Mimih. Jadi beliau itu membuatnya berdasarkan huruf awal dari sebuah kalimat atau ungkapan. Misalnya RUMAHKU RUMAHMU; R-nya apa, U-nya apa, M-nya apa, dsb. Kita juga bisa menerapkan aturan lain. Entah itu satu kalimat harus 5 kata, enggak boleh menggunakan kata sifat, hindari kata yang berawal dari d, dsb. Ini contoh saja. Tapi tanpa disadari, aturan-aturan semacam ini bisa membuat tulisan kita selesai.

#10. Kenang Kembali Haters Kita

Pujian atau komentar positif terhadap tulisan sering membuat kita terlena. Sementara kritikan atau justru cercaan haters bisa jadi “penyakit yang baik”. Alihkan dulu perhatian kita dari mereka yang selalu mendukung. Ketika menulis, kita fokus pada mereka yang sudah menyepelekan, menertawakan, atau membuat kita down.

Dedikasikan setiap tulisan untuk mereka, bahwa apa yang mereka bilang tentang kita itu tidak benar. Bahwa kita bisa membuktikan diri dengan lebih baik. Kita bisa menyajikan tulisan yang baik, yang layak dibaca setiap orang. Perkataan musuh atau pembenci memang tidak menyenangkan, namun terkadang hal itulah yang memicu kita untuk terus belajar segalanya. Tentang kualitas tulisan, tentang sikap rendah hati, serta tentang pengendalian diri untuk tidak jadi pendendam.

#11. Tak Perlu Taat akan Tips Menulis

What the heck?

Well, seperti yang disinggung di awal, kita semua sudah kenyang akan aneka cara atau strategi menulis. Harus ini, harus itu. Semuanya tentu demi kebaikan kita sendiri. Namun jangan sampai kita “mual” duluan sebelum mengetikkan satu huruf pun. Kita terlalu disetir EYD, kata-kata kiasan, tanda baca, komentar pembaca, dsb. Jangan-jangan malah menyerah duluan sebelum terjun ke medan tempur? Karena itu, biarkan saja semuanya mengalir. Menulis saja dulu. Menulis terus. Tata bahasa atau aturan lainnya bisa menyusul kemudian.

Baca Juga :  Resensi Novel “Surya Mentari dan Rembulan”: Cinta Segitiga dan Petualangan Pemuda Tana Toraja

~

Kita dan tulisan kita tak bisa memuaskan semua pembaca. Ada saja yang menganggapnya biasa, standard, atau justru buruk. Tak apa. Yang kita butuhkan hanya konsistensi dalam menulis.

Menulis jadi proses belajar yang tiada henti. Dan demikianlah nasihat atau tips enggak biasa tentang menulis. Daku pribadi belajar banyak ketika sharing postingan yang satu ini. Hehe… 10 Tips Trik Menulis yang Aneh, Unik, dan Menarik. #RD

1
2
SHARE