12 Rahasia Orang yang Kuat Dari Luar Tapi Sebenarnya Rapuh Dari Dalam

4
SHARE
kuat tapi rapuh, kuat dari luar tapi rapuh di dalam, terlihat kuat dari luar, rapuh tapi tegar, dari luar terlihat kuat padahal dalamnya rapuh
Image via: weeklygravy.com (krysten ritter)

Kuat dari luar tapi rapuh dari dalam?

Hmm … jadi ingat telur, ya? Bagian cangkangnya bisa jadi keras, namun isinya ternyata lembut.

Rupanya manusia ‘telur’ ini eksis, bahkan mungkin kamu – kita – juga termasuk di dalamnya.

Sekilas, manusia yang ‘kuat tapi sebenarnya rapuh’ itu tampak keren, tangguh, karismatik, berwibawa, terkesan arogan, bagai es, bagai batu, dsb. Awalnya kamu seperti sulit atau hampir mustahil untuk didekati. Tetapi begitu mengenalmu lebih dalam, barulah orang tahu … raut wajah luarmu menyimpan kisah yang sangat berbeda.

Sosok kamu tidak ubahnya sebagai manusia yang hangat bagai kopi di kala senja, dan lumer bagai harum manis kembang gula.

Intinya, sebelum mengetuk palu dan menghakimi yang enggak-enggak, sebaiknya pelajari dulu daftar rahasia para manusia yang kuat dari luar namun rapuh dari dalam.

1Kamu enggak lihai mengekspresikan perasaan

Image via: in.askmen.com

Kurang mampu mengungkapkan emosi bukan berarti kamu enggak punya perasaan sama sekali. Hanya saja, kamu memang sulit menyatakan emosimu yang sebenarnya. Wajahmu datar, postingan media sosialmu membosankan, dan kata-kata yang terucap juga terkesan berantakan.

Kamu enggak bisa dipaksa soal hal ini. Mengekspresikan emosi adalah kekuranganmu. Namun bukan tidak mungkin kamu bisa menyatakannya dengan cara lain. Misalnya dengan perbuatan, dengan tulisan, dengan lagu, dll.

Baca juga: 7 Tanda Kalau Kita Terlihat Kuat Dari Luar Tapi Rapuh Dari Dalam

2Kamu lebih suka membangun ‘tembok’ untuk dirimu sendiri

Meski dicap sebagai manusia tangguh, namun kamu juga sebenarnya memiliki rasa minder. Kamu punya sesuatu yang ditakutkan, yang mungkin saja meninggalkan rasa trauma.

Pengalaman sakit hati dan kecewa mendalam membuatmu kapok. Sehingga kamu membangun benteng, agar orang lain tidak mudah masuk dalam kehidupan – apalagi dalam hati kamu.

Rasanya gelisah kalau kamu sudah nyaman dan terbuka pada seseorang. Kamu takut orang tersebut, suatu hari nanti, akan menyakiti atau meninggalkanmu seperti yang sudah-sudah.

Kamu enggan mengalami masa kelabu itu lagi, di mana ada seseorang yang mengangkatmu ke awang-awang lalu membantingmu dengan penuh kekejaman.

4Kamu merasakan sakit, tapi jarang menunjukkannya

Sebagai manusia, tentu saja kamu bisa berdarah dan merasa sakit hati. Apalagi kalau ada orang yang menganggap buruk niat baikmu, merendahkanmu, bahkan menghinamu. Namun kamu lebih sering pasang muka ‘enggak apa-apa’. Padahal hatimu tak lagi lecet, melainkan terluka parah.

5Kamu bisa jadi ‘gudang masalah’

Hanya karena jarang menangis, anti mengeluh, dan tidak hobi update status galau, bukan berarti hidupmu sepi tanpa masalah. Tetapi, kamu selalu berpikir kalau mengeluh saja tidak akan membuat masalah auto-teratasi.

Kamu juga berpikir kalau mempublikasikan keluhanmu tidak menjamin masalah jadi selesai. Maka kamu lebih memilih untuk berpikir dan mempertimbangkannya sendiri.

6Kamu kurang mampu mengakui kelemahan

Ada keraguan dan ketakutan tersendiri kalau kamu harus memperlihatkan kelemahan. Kadang kamu khawatir orang lain akan memanfaatkan kelemahan itu. Makanya hidupmu akrab dengan topeng-topeng yang menunjukkan kalau kamu itu selalu gagah perkasa.

7Kamu tidak mudah terbawa emosi

Ya, hatimu lembut. Tetapi kamu panik sendiri ketika merasa rindu, sayang, dan butuh seseorang. Kamu merasa sudah melemah dan tidak menjadi dirimu sendiri. Tak jarang kamu langsung mengedepankan akal dan mengesampingkan hati. Kamu tidak ingin ‘dikuasai’.

8Keras terhadap diri sendiri

Ekspektasi kamu terhadap dirimu sendiri biasanya tinggi. Kamu begitu fokus menjadi orang yang lebih baik, lebih sukses, lebih dewasa, dll. Kamu berambisi ingin menampilkan yang terbaik. Kadang kamu sampai lupa istirahat, lupa memanjakan diri, dan mungkin tenggelam dalam depresi.

9Kamu blak-blakan, tapi memang peduli

Kadang-kadang kamu itu terlalu to the point. Orang yang belum mengenalmu mungkin akan menganggapmu sebagai sosok kritikus tajam, kasar, dan enggak tegaan. Padahal kamu memang tidak ingin basa-basi. Kamu sebenarnya sangat peduli.

Ketika ada sahabat yang curhat karena pasangannya selingkuh, kamu tidak akan menghiburnya dengan kata-kata manis madu yang bikin diabetes. Kamu mungkin akan langsung saja menyarankan untuk putus dan melarang sahabatmu untuk menangisi orang yang selingkuh.

Baca Juga :  36 Pikiran yang Membuat Kita Selalu Bersikap Positif

Atau ketika sahabatmu minta tolong tapi kamu tidak bisa menolongnya, kamu akan langsung menolak atau menjawab ‘tidak’. Bukan berarti kamu tidak peduli. Kamu hanya tidak ingin membuang waktu. Kamu juga bukan tipikal pemberi harapan palsu.

10Total menjalin hubungan

Jangankan hubungan asmara, hubungan persahabatan pun jadi sesuatu yang penting bagimu. Betapa tidak, kamu sudah melakukan ‘penyaringan’ terhadap siapa saja yang bisa melewati pagar pembatas hatimu. Kamu begitu selektif memilih kawan-kawan karibmu.

Ketika sudah memiliki sahabat, walau pun segelintir, kamu akan berusaha menjadi figur terbaik. Kamu suportif, solider, atau berusaha selalu ada untuk sahabatmu. Penampilan luarmu saja yang jutek, sebenarnya kamu begitu perhatian.

11Kamu membutuhkan koneksi dan cinta sejati

Mulutmu boleh saja mengoceh ‘cinta itu enggak penting’ atau ‘cinta itu cuma mainan anak kecil’. Namun jauh di dalam hati, sebenarnya kamu juga berharap kalau cinta sejati itu memang ada, bukan dongeng belaka.

Untuk urusan ini, kamu mungkin malu atau gengsi mengakuinya. Kamu akan terus menyangkal. Oleh karena itu, sebenarnya kamu perlu seseorang yang enak dijadikan tempat curhat. Kamu perlu konsultasi. Sebab, sifat mandiri dan egomu berpotensi membuat urusan cinta jadi tidak pernah rapi. Selalu berantakan.

12Kamu butuh pertolongan orang lain

Kamu punya reputasi sebagai sosok yang mandiri. Kamu bisa berdiri di atas kakimu sendiri. Namun bukan berarti kamu tidak butuh orang lain. Sesekali kamu juga perlu pertolongan.

Masalahnya, kamu sering kesulitan untuk mendekati dan mengungkapkan rasa butuh itu. Mungkin kamu malu, gengsi, atau takut dituding sebagai makhluk manja nan cengeng.

Maka, kamu perlu seseorang yang mendeteksi masalahmu, meski pun kamu belum cerita apa-apa. Sayangnya, orang seperti itu masihlah langka.

Baca Juga :  12 Quote Bahasa Inggris dan Artinya Tentang Diam dan Sikap Tenang

Bagaimana? Semua itu adalah rahasia kamu, bukan?

Kamu adalah sosok yang kuat sekaligus rapuh. Mendekatimu adalah misi yang sulit. Seseorang perlu menembus tembok beton menuju hatimu yang sangat terlindung itu.

Namun sebenarnya kamu sangat bersyukur jika ada seseorang yang tidak mudah menyerah untuk berteman denganmu, atau menjalin hubungan spesial denganmu. Meski tidak diakui secara langsung, kamu memang butuh semua itu. 12 Rahasia Orang yang Kuat Dari Luar Tapi Sebenarnya Rapuh Dari Dalam. #RD

SHARE

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × one =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.