Home » My Files » Kumpulan Artikel Menarik » 13 Kesalahan Dalam Tidur yang Sering Kita Lakukan

13 Kesalahan Dalam Tidur yang Sering Kita Lakukan

13 Kesalahan Dalam Tidur yang Sering Kita Lakukan

tidur, posisi tidur, kesalahan tidur, kesalahan tidur yang sering dilakukan, posisi tidur menghadap ke kanan, lukisan perempuan sedang tidur

By: Felix Vallotton

Tidur menjadi salah-satu momen dalam hidup yang menyenangkan, keren, dan sekaligus… menakutkan.

Menyenangkan, karena kita bisa rehat sejenak dari segala urusan hidup dunia. Badan jadi bugar dan pikiran lebih rileks. Pokoknya santai.

Keren, karena kita tengah berada di satu titik “antara mati dan hidup”.  Disebut mati karena kita terpejam, diam, tak beraktivitas, dan tak sadar. Disebut hidup karena kita masih bernapas, otak pun masih berjalan, dan demikian juga dengan organ tubuh seperti jantung atau paru-paru.

Dan menakutkan, karena kita benar-benar lepas kendali atas diri kita sendiri. Tak sadar ketika ngigau atau nglindur, mungkin berjalan, “bikin pulau”, ketawa sendiri, nangis sendiri, dsb. Kita juga tak benar-benar tahu, apakah esok akan kembali bangun atau justeru langsung menghadap Ilahi. Wallaahu’alam,’kan?

~

Sekarang kita tengah menjalani ibadah puasa Ramadhan. Sebagian dari kita mungkin ada yang mengubah siklus atau format tidurnya. Ada yang menyesuaikan dengan waktu sahur, waktu kerja, waktu untuk tidur siang, dsb.

Namun ngomong-ngomong, berapa jam sih waktu ideal kita untuk tertidur?

Ternyata beda-beda, ya. Kebutuhan waktu tidur seseorang dipengaruhi berbagai faktor, khususnya usia. Nah, para ahli dari National Sleep Foundation (NSF) di Amerika sana sudah mengumumkan jawabannya. Mereka juga bekerja sama dengan para ahli lintas bidang. Ada yang dari bidang neurologi, psikiatri, anatomi, dokter kandungan, dokter anak, dan geriatri atau dokter ahli lansia. Berikut katanya mereka:

  • Bayi 0-3 bulan, kebutuhan tidurnya selama 14-17 jam/ hari
  • Bayi 4-11 bulan, kebutuhan tidurnya selama 12-15 jam/ hari
  • Bayi 1-2 tahun, kebutuhan tidurnya selama 11-14 jam/ hari
  • Bayi 3-5 tahun, kebutuhan tidurnya selama 10-13 jam/ hari
  • Anak-anak 6-13 tahun, kebutuhan tidurnya selama 9-11 jam/ hari
  • Remaja 14-17 tahun, kebutuhan tidurnya selama 8-10 jam/ hari
  • Dari remaja menuju dewasa (baru) 18-25, kebutuhan tidurnya selama 7-9 jam/ hari
  • Dewasa 26-64, kebutuhan tidurnya selama 7-9 jam/ hari
  • Lansia (baru) 65 ke atas, kebutuhan tidurnya selama 7-8 jam
Baca Juga :  15 Tips Perkenalan, Mengajar dan Menyesuaikan Diri Bagi Guru Baru

~

Selain harus memerhatikan durasi tidur, kita juga musti peduli pada kualitasnya. Sebab, ada beberapa hal yang sering kita lakukan, yang ternyata mengusik kualitas tidur sehari-sehari. Apa saja? Daku sudah mengumpulkannya untuk Bro-Sist. Jom!

kopi, ngopi, poto kopi. ngopi sore hari, kopi senja, ngopi di senja hari, cangkir kopi couple

Via: creativescoops.com

#1. Kopi Senja

Ngopi di petang hari memang jadi kolaborasi yang epic. Tapi di waktu yang sama, ternyata dampaknya kurang baik. Di dalam kopi ada kandungan kafein, yang bisa mengundang insomnia. Kalau kopinya bergula, bahan makanan yang manis itu bisa bikin organ yang mustinya istirahat kembali bekerja. Tapi bagaimana kalau kita pengin snack atau ngemil? baiknya hindari kopi, dan memakan sesuatu yang ber-tryptophan. Misalnya telur, pisang, susu, dsb.

#2. Nightcap

Agar mempermudah mata untuk terpejam, seseorang musti meminum alkohol dulu, atau istilahnya “nightcap”. Metode ini biasanya membuat si peminum cepat mengantuk. Metode itu juga mengurangi yang namanya “sleep rem” atau gerakan mata yang cepat ketika tidur karena orangnya tengah dalam keadaan mimpi yang dalam. Namun sebagaimana yang kita tahu, efek alkohol lebih banyak negatifnya ketimbang positifnya. Kita pun menghilangkan ketergantungan, atau mengganti alkohol dengan minuman lain seperti teh herbal (camomile).

#3. Bergantung Pada Obat Tidur

Ingin tidur tapi tak bisa pasti jadi sesuatu yang menyiksa. Banyak orang, yang agar cepat mengatasinya, memilih jalan pintas dengan menenggak sleeping pill atau obat tidur. Padahal cara tersebut terbilang kurang efektif. Apalagi kalau kita sampai kecanduan atau ketergantungan. Ada baiknya untuk konsultasi dengan dokter dulu.

#4. Tidak Gosok Gigi

Iklan sikat dan pasta gigi di tv-tv memang benar adanya. Khususnya tentang himbauan mereka untuk sikat gigi sebelum tidur. Kalau kita melewatkannya, efeknya enggak akan baik.

Baca Juga :  5 Cara Utama agar Tetap Sehat Ketika Tinggal di Hotel atau Penginapan

#5. Tidak Cuci Muka

Setelah seharian beraktivitas, tanpa terasa banyak noda yang menempel di wajah. Apalagi kalau kita mengenakan make up. Tentunya semua itu musti dibersihkan dulu.

#6 Mengenakan Daycream

Namanya saja “daycream” atau pelembab yang khusus digunakan untuk siang hari. Jadi pelembab tersebut tak cocok dipakai di malam hari, sebab mataharinya sendiri sedang tidak memancarkan sinarnya. Kalau mau, kita bisa memilih yang “night cream”, karena teksturnya lebih ringan dan cocok.

#7. Gadget Sebelum Tidur

Dulu ada istilah “dongeng sebelum tidur”. Namun kini istilah tersebut bergeser jadi “gadget sebelum tidur”. Ada data yang menyebutkan kalau 78% dari kita menggunakan perangkat teknologi macam smartphone, laptop, atau tablet sebelum tidur. Padahal semua itu bisa menyebabkan melatonin, atau hormon perangsang tidur, jadi malu-malu. Kita pun akan sulit mengantuk, atau tertidur pulas. Apalagi kalau sambil stalking seseorang. Untuk solusinya, tak ada yang lebih baik selain bersikap tegas. Kita bisa mematikan semua perangkat sebelum tidur.

tidur, main hp sebelum tidur, efek main smartphone sebelum tidur, gadget sebelum tidur, perangkat teknologi sebelum tidur

Via: navbharattimes.indiatimes.com

#8. Ketiduran di Depan TV yang Menyala

Cahaya dan suara yang ditimbulkan TV membuat otak kita stress, meskipun dalam keadaan tidur. Siklus tidur pun jadi berkurang kualitasnya, apalagi kalau si kotak ajaib itu terdapat di dalam kamar.

#9. Tidur Bareng dengan Hewan Peliharaan

Sesayang-sayangnya kita sama kucing, anjing, atau mungkin bekicot peliharaan, alangkah baiknya untuk tetap tidur terpisah. Biasanya pemilik hewan tersebut tidak memiliki kualitas tidur yang baik.

#10. Balas Dendam Tidur

Kalau kurang makan, biasanya kita “menebus” dengan 1 (atau mungkin 2?) porsi saja. Itu sudah cukup. Namun ketika kurang tidur 6 jam, kita membalasnya selama 6 jam bahkan jauh lebih panjang. Padahal konsep tersebut rupanya keliru. Kurang tidur bisa dibalas dengan 2 atau 3 jam waktu tidur, namun tidurnya musti berkualitas atau nyenyak.

Baca Juga :  20 Tips Agar Bisa Menghindar atau Berhenti Ngegosip

#11. Mengubah-ubah Alarm Bangun

Seseorang biasanya sudah memiliki jam bangun tersendiri. Namun di saat kita melakukan setting alarm untuk waktu bangun yang baru, maka tubuh pun musti ikut menyesuaikan. Kalau tidak bisa beradaptasi, efeknya bisa berimbas pada ketidaknyamanan seperti pegal-pegal. Kalau pun kita pengin membentuk kebiasaan untuk bangun lebih pagi untuk sholat tahajud atau beribadah malam, hal tersebut jadi langkah hijrah yang bagus. Hanya saja pastikan untuk tetap istikomah. Hindari juga sikap untuk terus menunda-nunda alarm, 5 menit lagi, lagi, dan lagi.

#12. Tidur Dalam Keadaan Marah

Sadar atau tidak, suasana hati ternyata memberi pengaruh tersendiri pada kualitas tidur kita. Kalau sedang galau, marah, kecewa, atau intinya bergejolak, pasti kualitas  istirahatnya akan menyusut. Bisa terpejam pun karena sudah amat kelelahan. Itu juga kemungkinan akan terjaga di tengah malam, lalu teringat lagi pada masalah yang belum terselesaikan, dan akhirnya jadi beban pikiran. Kita bisa jadi depresi atau stress.

#13. Tidak Berdoa

Doa sebelum tidur itu “bismiKa Allaahumma ahya wabismiKa amuut”, yang artinya “dengan menyebut namaMu Ya Allah daku hidup dan dengan menyebut namaMu daku mati”.

Seperti yang daku singgung di atas, tidur itu membuat kita berada diantara “mati dan hidup”. Jadi bukan hal mustahil kalau kita tidur, lalu sampai tak bangun. Singkatnya, kita meninggal. Maka doa sebelum tidur menjadi “penyelamat”, kalau kita pulang dalam keadaan menyebut nama Allah Swt. Biasanya tidur yang disertai doa pun lebih tenang dan damai, terhindar dari gangguan atau mimpi yang menggelisahkan.

~

Kalau masih berkesempatan membaca postingan ini, berarti sudah bangun dari tidur, ya. Hehe… Alhamdulillaah, segala puji bagi Allah yang (kembali) menghidupkan daku setelah mematikan daku, dan kepada Allah akan bangkit13 Kesalahan Dalam Tidur yang Sering Kita Lakukan. #RD

error: