14 Masa-Masa Sulit Bagi Orang Introvert

12
SHARE
introvert baca buku, orang introvert suka menyendiri, masa sulit dalam hidup, masa sulit orang introvert, ciri kepribadian introvert, semua tentang introvert, kelebihan dan kekurangan orang introvert, cara menghadapi introvert
Via: relrules.com

#8. Ada Orang Berbicara Ketika Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu

Lamat-lamat suara orang bercengkerama di luar tak akan terlalu memengaruhi apa yang kita kerjakan. Beda lagi kalau orang tersebut memang berbicara pada kita, yang jelas-jelas sedang mengerjakan sesuatu. Entah sedang menulis, membaca buku, mengoreksi tugas, fokus memerhatikan tutorial, dsb. Nah yang satu ini kadang menjadi kesulitan tersendiri.

Mau terus bekerja, konsentrasinya sudah pecah. Mau mengabaikan, jelas tidak sopan. Mau memokuskan perhatian, pasti dilakukannya dengan berat hati.

#9. Di-judge atau “Dituduh” Yang Tidak-Tidak

Yang ini kadang bikin introvert frustasi. Hanya karena tidak lihai berbasa-basi atau memperpanjang topik pembicaraan, introvert bisa disangka sebagai orang yang berlagak, belagu, atau sombong. Malah kita bisa dibully sebagai makhluk yang paling membosankan, benci manusia, anti-sosial, dst. Duh.

Malangnya, kita sulit untuk membela diri. Apalagi kalau orang tersebut tak memahami introversi atau kepribadian kita. Well, membuat orang introvert agar terbuka, cerewet, bercanda, atau melakukan hal-hal gila perlu waktu juga.

#10. Membicarakan Tentang Diri Sendiri

Jika dibandingkan, introvert itu lebih suka mendengarkan orang lain membicarakan diri mereka sendiri. Jadinya introvert perlu persiapan ketika harus menghadapi interview atau wawancara kerja. Sebab di momen itu, kita pasti harus menggali tentang diri sendiri.

Introvert juga kurang suka ketika diinterogasi tentang diri sendiri dalam sebuah perkumpulan atau pertemuan. Bila perlu, introvert harus ditanya secara pribadi. Tak bisa gerombolan. Introvert cenderung memerlukan masa untuk mencurahkan isi hati atau pikiran pada seseorang. Curhat menjadi momen sakral, sebab kita tak bisa melakukannya pada sembarang orang. Perlu kenyamanan, rasa percaya, dan ikatan yang kuat untuk masuk sesi curhat.

#11. Kerja Kelompok*

*Efektif atau tidaknya kerja sama tim, khusus bagi introvert, seringkali dipengaruhi oleh siapa rekan kita. Kalau mereka adalah figur yang asing atau tidak terlalu dekat, kita harus ekstra sabar. Sebisa mungkin cepat selesai.

Baca Juga :  7 Quotes Kahlil Gibran untuk Orang Introvert yang Sedang Berjuang Sendirian

#12. Berada Di Tengah Orang-Orang yang Tidak Respect Terhadap Introvert

Sebenarnya kita tak bisa menyalahkan seseorang yang memang kurang tahu atau tidak memahami orang introvert. Bagi orang tersebut, introvert tak ubahnya sebagai sosok yang kurang pergaulan, nerd atau cupu, sangat pemalu, sensitif, aneh, susah senyum, enggak supel, enggak asyik, moody akut, atau perlu bimbingan untuk bergaul lebih baik. Yah… the struggle is real!

#13. Ada yang “Mengusik” Zona Kita Secara Mendadak

Perlu mengambil napas panjang dan membuangnya perlahan ketika kita sedang nyaman di kamar sendirian, tiba-tiba ada yang merangsek masuk dan bikin keributan. Lebih lagi kalau kita baru saja pulang dari bepergian, tengah menikmati waktu rehat, atau memang sedang down. Sekalipun itu menjadi sebuah surprise party seperti kejutan ulang tahun atau apa. Kita ingin mereka datang di waktu dan saat yang tepat.

#14. Merasakan Banyak Hal, Sampai-Sampai Tak Merasakan Apa Pun

Oke, yang satu ini memang membingungkan. Tetapi pernah enggak sih, kita ini feeling so much, that we start to feel nothing? Hehe…

Misalnya di suatu momen di mana kita tiba-tiba begitu sibuk, banyak pikiran, banyak masalah, banyak rencana, dan sampai “tersesat” dalam pikiran atau perasaan sendiri. Kita jadi melankolis dan dramatis. Inginnya tidur lebih lama, larut dalam musik, dan menyendiri saja. Pokoknya kaku dan kelu. Comfortably numb.

Orang-orang di sekitar sampai terlihat khawatir dan terus bertanya, ‘apa kamu baik-baik saja?’. Dan di waktu itu, kita juga bingung mau jawab apa.

Nah, pada akhirnya kita pun mesti saling memahami, ya. Dunia ini begitu luas. Penduduknya pun banyak dan beragam. Kita tak bisa berharap kalau penghuninya ekstrovert semua, ambivert semua, atau introvert semua. Bagi masing-masing pihak, masa-masa sulit itu pasti ada saja. Hehe… 14 Masa-Masa Sulit Bagi Orang Introvert. #RD

Baca Juga :  6 Tanda Sederhana Ketika Seorang Introvert Sudah Sayang, Peduli, dan Percaya Pada Kita

 

1
2
SHARE

12 COMMENTS

  1. yeah, so true :”

    kegalauan ini juga terjadi pada kondisi ini:

    ketika kita terpaksa berada dlm grup diskusi dan mulai jenuh dgn diskusi2 yg semakin kemana2 dan bertele2 lalu kita memutuskan memberanikan diri menyampaikan analisis masalah dan solusi kita dlm ‘ruang publik’ yg melelahkan itu, lalu mereka menilai ide kita brilian ( padahal kita melakukannya dgn ambisi agar cepat selesai dan bisa segera pulang ke rumah buat recharge energy).

    and then, you know what will happen?

    setelah itu mereka (majority of extrovert) memasukkan kita ke dlam so many group discussions that hv so many issues to discuss about. hope we will produce another brilliant solutions.

    oh no! this is an exploitation! (i am screaming and crying inside)
    what a wrong decision i took before. 🙁
    no again.
    please my self, don’t talk anymore.

    true that we hv so many ideas and type of critical thinker when analyze an issue.
    but then, don’t judge us like to get around the situation when there are so many problems, so then we could analyze them in happy face.

    we love peace, not problems.

    • “We love peace, not problem…”

      Ahaha betul sekali, Halimah. Well, terima kasih sudah menambahkan. Ceritanya keren, lucu, sekaligus menyebalkan, ya?! 😀

      Kebayang kamu ada di posisi yang sudah “kepalang basah”. Orang2 jadi tahu ide brilianmu, dan ketika kamu menyampaikannya, secara tidak langsung kamu terseret ke ruang diskusi yang lebih banyak. Fiuh!

  2. Yaaa. Semuanya “gue banget”. Dan, yang paling terasa membunuh adalah menghadapi orang baru yang sangat ekstrovert dan dipaksa keadaan harus dikelilingi orang ekstrovert. Dunia berasa berhenti dan waktu terasa panjang, haha.

  3. Bener banget kak
    Jadi introvert suka serba salah.. Bukan maksud aku itu an-sos, ya ini karna emang bawaan ga bisa basa-basi sm org
    Kalo aku ikut acara kyk ice-breaking beneran udh ga bisa berkutik, apalagi kalo semuanya org asing doang.. Mendadak jadi patung org yg lagi mikir 😂
    Pengalaman waktu pas mos, disekolah yg aku masukin ga ada sm sekali org yg aku kenal.. Bener” itu mos ga ada temen nya.. Yahh karna takut ga ada temen nya lagi, mos yg seharusnya 3 hari vuman masuk 1 hari doang 😂
    Kalo buat poin ke 5 kalo telponan ga masalah, tau lah jaman skrg pake vc.. Serius itu aku paling ga suka, kalo bisa ketemu lgsg knp harus vc –‘
    Kalo yg terakhir itu maksud nya, dari yg tadi nya ngibrol sm org tiba” diem/ketwa sendiri bkn? 😅😂

    • Hai, Nurul… ^_^
      Sebaga sesama introvert, kayaknya daku paham maksudnya ke mana. Iya suka agak sebal sih kalau dicap an-sos itu itu. Tapi kadang kita gak bisa berbuat banyak, ya. Ada hal-hal yang di luar kendali, ya misalnya kepribadian kita ini…

      Hahaha… iya sih kebayang gimana jengahnya kalau “terjebak” dalam sesi ice-breaking atau orientasi sekolah tanpa ada yang kenal sama-sekali. Harus strong dan sabar agar semuanya berlalu. 😀

      Iya, bener banget. Kadang sampai sengaja gak diangkat tuh VC. Ups!

      Yang terakhir itu keadaannya memang campur-aduk. Overwhelming, gitu. Saking “berantakannya”, kita jadi serasa kaku. Seakan-akan kehidupannya itu “ter-pause”. 😀

  4. I like this article so much. It describes me 🙂 yg point nomor 5 bener bgt. Saya lebih suka texting daripada telponan. I mean, kalau texting kan kita bisa punya waktu untuk mikir bagaimana harusnya menjawab, klu telponan gabisa haha 😁 saya jg nggak suka telponan, bahkan kadang sengaja ga angkat telpon, trus beberapa jam/menit kemudian baru sms minta maaf krn td *pura2* tidur 😂
    Dan emang beradaptasi di lingkungan yg baru dgn orang2 yg baru juga susah ya kak.. kadang orang baru yg ketemu saya, pasti ngiranya saya jutek, cuek, sombong, kurang senyum -_- padahal mereka nggak tau aja apa yg sedang saya rasakan –“

  5. Hello, Evita
    Thank you so much. Hehe
    Wah benar sekali, texting memang memberi waktu untuk berpikir dan mempertimbangkan apa yang akan disampaikan, ya?! Haha… iya kita emang payah soal spontanitas, jadi terpaksa harus bikin alibi untuk tidak mengangkat telp yang tidak diharapkan. Haha..

    Nah itulah.. kita bisa beradaptasi secara pelan2 dan waktunya cenderung lebih lama dari yang lain. Lambat laun juga mereka akan tahu bagaimana karakter atau kepribadian asli kita. Sebaiknya tak perlu berubah atau memaksakan diri sebagai orang lain, ya..

  6. kok aku banget siiih -,-
    yang paling nyebelin kalau udah mau ada temen yang gak akrab-akrab banget main ke rumah, sebelum hari H suka cari-cari alasan biar temennya gajadi dateng, ada yang gini juga gak sih kayak aku? 🙁

  7. Hehe ada yang cocok juga ya, Dear Nurulhasana.
    Iya tuh pernah pengalaman juga. Tapi enggak sampai cari2 alasan sih, soalnya emang gak ada, haha.. palingan ngerasa gak bergairah aja gitu 😀

Comments are closed.