15 Cara atau Tips Trik Agar Kesan Pertama Kita Baik dan Menarik

15 Cara atau Tips Trik Agar Kesan Pertama Kita Baik, Positif, dan Menarik

kesan pertama, kesan pertama yang baik, kesan pertama adalah, kesan pertama bertemu, kesan pertama yang positif, kesan pertama yang menarik
Via: onlinecareertips.com

Kesan pertama itu sangat penting dan menentukan.

Nah, pernahkah Bro-Sist membaca atau mendengar pernyataan demikian? Percaya atau tidak, sebagian besar dari kita memang sangat memperhatikan first impression atau kesan pertama. Apapun. Baik itu kesan pertama ketika bertemu seorang kenalan, kesan pertama masuk kerja, kesan pertama ketika mengajar, kesan pertama meeting dengan klien, kesan pertama masuk sekolah, dsb.

Apalagi kalau kesan pertama tersebut akan menggiring kita pada pertemuan lainnya. Tentu tampilan di awal akan membantu melekatkan chemistry, serta membangun relasi yang lebih terkoneksi lagi. Well, pembahasan yang tak aneh ini tetap menarik, ya.

Kita coba diskusikan bagaimana cara membuat kesan pertama begitu menggoda, baik, dan menarik. Jom!

kesan pertama, penampilan kesan pertama, cara agar kesan pertamanya baik, kesan pertama yang berkesan, kesan pertama dengan klien bisnis
Via: techinfographics.com

#1. Fokus pada Niat Awal

Sebelum melangkah lebih jauh, pikirkan dan jawab lebih dahulu; kita ini berusaha menciptakan kesan pertama yang baik untuk apa? Apakah untuk menjalin pertemanan? Kerja-sama atau bisnis? Mengarah pada hubungan romantis? Atau..?

Jika sudah jelas, kita juga bisa berinteraksi secara efektif. Kalau tujuannya untuk berbisnis, tentu informasi tentang status hubungan, makanan favorit, tempat-tanggal-lahir, tipe pasangan ideal, dsb, tidak terlalu diperlukan. Dan meski pun kita ingin agar segala sesuatunya berkesan, pastikan juga untuk tetap bersikap tulus, bukan malah modus.

#2. Perhatikan Tampilan Fisik

Mau tidak mau, orang akan melihat dulu bagaimana tampilan luar kita. Sebagian malah ada yang langsung nge-judge sesuai dengan style kita. Wajar. Yang penting kita mengenakan sesuatu yang bikin nyaman sekaligus percaya diri. Hal ini membuat kita tampil sebagai diri sendiri, menunjukkan ketulusan, serta bisa membuat mood lebih positif. Namun sebisa mungkin untuk tidak mengenakan pakaian sangat terbuka, make up tebal, atau minyak wangi menyengat.

#3. Tepat Waktu

Kita tak bisa menyalahkan judgement umum bahwa “jam orang Indonesia pasti lelet”. Namun bukan berarti kita harus terlambat juga. Apalagi kalau ingin pertemuan pertama kita berkesan. Sebisa mungkin kita harus menghindari yang namanya “nunggu lama”.

Baca Juga :  Cinta Diri Sendiri Adalah...

Tunjukkan bahwa kita sangat respect terhadap waktu, terhadap mereka, dan terhadap pertemuan yang sudah dijanjikan. Sekalipun ada sesuatu di luar rencana, pastikan untuk memberitahu mereka. Katakan dengan sejujurnya alasan keterlambatan kita.

#4. Menyapa

Sapaan bisa menjadi awal yang hangat, menyenangkan, dan mencairkan suasana. Ketika pertama kali bertemu pun jangan lupa untuk menyapa, walaupun sesederhana “hai” atau “halo”. Kalau seorang muslim tentu bisa mengucapkan salam, ya. Kita juga bisa melakukannya sambil berjabatan tangan, atau sekadar membungkuk bagi yang bukan muhrim. Jika belum saling kenal, selanjutnya kita bisa memperkenalkan diri terlebih dahulu.

#5. Jangan Lupa untuk Tersenyum

Daku rasa yang satu ini akan otomatis kita lakukan. Bagaimana pun, orang baru atau sosok asing yang kita temui akan memperhatikan bagaimana ekspresi wajah ketika berhadapan. Dan, senyuman pun tampil sebagai “senjata” yang bisa meninggalkan kesan baik, ramah, dan hangat. Apalagi kalau gerakannya tidak memaksakan atau berlebihan.

kesan pertama, eye contact adalah, kontak mata adalah, kontak mata kesan pertama, eye contact kesan pertama
Via: oam.ph

#6. Perhatikan Eye Contact

Bagaimana kesan kita kalau lawan bicara terus melihat pahanya sendiri ketika berbicara?

Di satu sisi, kita mungkin akan menganggapnya lucu karena sudah bertingkah grogi. Kepribadian atau karakternya mungkin malu-malu. Namun di sisi lain, ada anggapan negatif ketika seseorang tak berani beradu mata. Bisa saja dia sedang berbohong, beralibi, tidak tertarik, minder, atau juga dalam keadaan ragu-ragu.

#7. Mengingat Nama Mereka

Poin ini menjadi salah-satu andalanku ketika pertama kali mengajar sebuah grup atau kelas. Daku percaya kalau orang akan lebih senang ketika namanya diingat atau disebut, ketimbang dengan ungkapan “kamu”, “anda”, atau “kalian”. Trik ini bisa memberi tanda kalau mereka itu spesial dan sangat kita hargai. Cara ini juga efektif untuk membangun percakapan atau hubungan yang lebih hangat ke depannya.

#8. Perhatikan Gaya Bicara

Kalau kita menyukai seseorang, dia bicara apapun selalu menarik. Dia bicara sambil manyun, menggerutu, atau sendawa sekalipun selalu membuat kita takjub. Namun situasinya akan kontras ketika berhadapan dengan orang asing. Butuh kehati-hatian tentang topik yang diangkat, pelafalannya harus jelas, kecepatannya teratur, volumenya bijak, dsb. Ada baiknya kita mempertajam kepekaan. Siapa tahu lawan bicaranya bosan, kurang berminat, mengantuk, kurang paham, dsb.

Baca Juga :  7 Tips Memaafkan Diri Sendiri

#9. Tunjukkan Ketertarikan Apa Adanya

Ada nilai plus tersendiri ketika penyanyi yang baru menghelat konser perdana mengatakan di pembukaan, “Senang dan bersyukur sekali bisa hadir di tengah-tengah kalian. Daku akan mencoba tampil sebaik mungkin supaya kita bisa have fun sama-sama”. Prakata ini akan secara tidak langsung memberi kesan bahwa si penyanyi juga antusias dan benar-benar ingin menghibur para pendengarnya, sebagaimana mereka yang ingin menyaksikan penampilannya. Kemungkinan besar konser tersebut akan sangat berkesan dan hubungan idola dengan fansnya semakin mendalam.

Di dalam pertemuan atau obrolan pun kita bisa menunjukkan rasa tertarik dengan menjadi pendengar yang baik, sesekali mengajukan pertanyaan, dan terus memberi kesempatan agar lawan bicara membeberkan isi hati atau pikirannya.

#10. Kendalikan Gesture atau Bahasa Tubuh

Komunikasi tak hanya terjalin dengan kata-kata belaka. Sesuatu yang nonverbal seperti bahasa tubuh juga penting untuk diperhatikan. Kalau terus gemetaran atau terus memilin-milin baju, ada kemungkinan orang akan menganggap kita ini nervous, ragu atau enggak nyaman.

Alangkah lebih baik untuk tetap rileks dan posturnya tegak. Tak ada salahnya ketika menggunakan “pembantu” ketika berbicara, misal dengan menggerakkan tangan, leher, atau sambil memegang sesuatu. Kita juga bisa memerhatikan gesture serupa dari mereka, dan menemukan tanda bagaimana responsnya sejauh ini.

kesan pertama, kesan pertama adalah, obrolan kesan pertama, memulai perbincangan sebagai kesan pertama
Via: studentlifeatsbm.com

#11. Bumbu Percakapan

Agar obrolan tidak monoton, ada beberapa hal yang bisa mensiasatinya. Salah-satunya yaitu dengan bercanda, atau menciptakan sesuatu yang lucu. Keuntungan tersendiri jika kita bisa berseloroh atau ngebanyol secara alami. Jika tidak pun tak perlu dipaksakan. Nanti jatohnya jayus atau garing, dan malah kita yang menjadi bahan tertawaanya.

#12. Menjadi Teman Ngobrol yang Asyik

Ada beberapa hal yang membuat percakapan kita berlangsung tak asyik. Kita akan risih sendiri ketika obrolannya dipotong-potong, teman ngobrolnya sok tahu, atau justeru enggak konek dengan apa yang kita utarakan. Sebisa mungkin kita menjadi pendengar yang baik, memberi kesempatan pada mereka untuk berbicara, dan mengambil porsi obrolan ketika memang sudah waktunya.

Baca Juga :  Cerita Ngabuburit; Apa Cinta Mereka Pikun Juga?

#13. Sebisa Mungkin Bersikap Bijak

Karena kesan pertama, kita pun seyogyanya tak bersikap gegabah. Apalagi kalau orang yang kita hadapi benar-benar baru, tak pernah bertemu sebelumnya. Kita tentu clueless atau blank, tak tahu apa-apa tentang dirinya. Karena itu, sebaiknya tetap bijaksana. Tak berlebihan ketika berbicara dan bertingkah.

#14. Tepikan atau Usir Dulu Bad Mood-nya

Ketika bete, kita cenderung enggak mau bertemu orang. Sekalinya bertemu, kita berpeluang untuk menyakiti mereka. Disadari atau tidak. Bawaannya kesal, pengin menumpahkan amarah. Entah karena ada masalah, atau memang pengaruh hormon, khususnya ketika datang bulan.

Kita pun memiliki opsi untuk menunda pertemuan, sampai suasana hati benar-benar baikan. Atau, kita bisa memaksakan bertemu dengan syarat mood-nya harus lebih cerah. Bisa minta bantuan dengan mendengar musik favorit, menonton tayangan komedi, makan cokelat atau es krim, dsb.

#15. Tetap Menjadi Diri Sendiri

Menjadi orang lain itu melelahkan. Berpura-pura itu menguras segala sesuatu. Sebab itu, tak perlu ragu untuk tampil terus terang. Perlihatkan kalau kita ini enggak fake, alias palsu. Kita tentu lebih senang jika disukai ketika menjadi dirinya sendiri, daripada disukai karena berusaha menjadi orang lain.

Namanya juga kesan pertama, pasti akan meninggalkan penilaian prematur tentang seseorang. Namun statusnya memang penting, dan harus diperhatikan. Yang lebih pentingnya lagi, kita bisa tetap berkesan di pertemuan atau interaksi selanjutnya. 15 Cara atau Tips Trik Agar Kesan Pertama Kita Baik dan Menarik. #RD

You May Also Like