15 Ciri Orang yang Memposisikan Diri Sebagai “Korban Kehidupan”

1
SHARE

korban, merasa jadi korban, victim card adalah, memposisikan diri sebagai korban, mental korban, korban kehidupan
Via: psychologyandi.com

#8. Sering Merasa Tidak Bisa

Sikap minder karena merasa tak mampu rasanya jadi sesuatu yang terus membayang-bayangi. Mereka kerap mengeluh dan meniadakan potensi diri sendiri. Cukup mengundang frustrasi.

#9. Tidak Percayaan

Menaruh kepercayaan memang tak mudah. Tetapi jadi masalah tersendiri jika kita sampai meragukan semua orang, menganggap mereka seluruhnya adalah pembohong. Karena itu kehidupannya sering diliputi dengan dugaan atau sangkaan.

#10. Kadang Tidak Tahu Batas

Mereka kadang tidak peka akan batasan-batasan tertentu yang dilakukan oleh diri sendiri. Ketika orang lain berbuat sesuatu dan melewati batas, mereka bisa langsung bereaksi. Sebaliknya ketika mereka sendiri yang melampaui batas itu, ada kecenderungan untuk mengabaikannya. Hal ini tentu sangat mengancam suatu hubungan yang sedang terjalin.

#11. Mudah Berdebat Secara Sengit

Kita semua senantiasa berbeda. Dan, perbedaan seringkali menciptakan perdebatan. Namun bagi mereka, semua adu argumen itu ibarat peperangan keras yang harus dimenangkan. Apalagi kalau mereka sudah tersinggung, dirinya yang sensitif akan sangat reaktif.

#12. Kritikus Pedas

Ada kepuasan tersendiri bagi orang yang memposisikan diri sebagai korban untuk mencari kesalahan orang, dan bahkan menjatuhkannya. Ada sensasi superior yang bisa dirasakan ketika melihat orang lain malu atau marah ketika kesalahannya dibongkar atau dikritik secara blak-blakan. Mereka sendiri jadi cukup pede sebab sudah bisa mengkritik dengan cara demikian.

#13. Merasa Sempurna

Mereka menempatkan diri sebagai korban, dan menganggap yang lain bertanggung jawab atas semuanya. Mereka seperti memulas diri dengan keadaan itu, bahwa yang lainlah yang salah atau “cacat”, mereka tidak. Hal ini semakin menggambarkan sifat narsis dan arogan juga.

#14. “Mengeliminasi” Orang-orang

Poin yang satu ini sudah cukup emosional. Mereka awalnya akan dengan senang hati “mengusir” atau menjauhkan orang-orang. Padahal keputusan itu bukan satu-satunya solusi untuk memecahkan konflik yang ada. Yang ada, teman-teman atau orang yang peduli pada mereka bisa terus berkurang. Kalau sudah begitu, bukan tidak mungkin mereka akan merasa rindu atau kehilangan.

Baca Juga :  Panduan Memasak Menggunakan Panci Presto Bagi Pemula

#15. Tidak Bersyukur Pada yang Kuasa

“Kenapa selalu daku yang ditimpa kesusahan?”

“Kenapa hidupku tak pernah bahagia?”

“Kacamata” mereka sepertinya didesain untuk melihat hal-hal negatif dalam hidup. Ketika ditimpa kesusahan, mereka mengutuk atau menuding pihak lain yang dianggap bersalah. Ketika mendapat keberuntungan pun, selalu ada saja sisi yang dikeluhkan. Mereka seolah lupa akan campur tangan-Nya selama ini.

~

Tepat di momen idul adha ini, kita belajar banyak dari para hewan kurban. Khususnya tentang keikhlasan. Entah apa jadinya kalau mereka memiliki “mental sebagai korban”. Mungkin hewan-hewan itu tak memiliki optimisme sama-sekali. Mereka akan murung, sakit, enggan makan, dsb. Hehe…

Selamat merayakan Idul Adha 1437H bagi yang merayakan, ya. Dan demikianlah, 15 Ciri Orang yang Memposisikan Diri Sebagai “Korban Kehidupan”. #RD

1
2
SHARE

1 COMMENT

Comments are closed.